Visa Ditolak, Pengungsi Suriah Batal Berobat ke AS

Berlin: Seorang remaja perempuan yang merupakan pengungsi asal Suriah batal berobat ke Amerika Serikat (AS) karena visanya ditolak. Suriah merupakan salah satu dari sekian negara yang terdaftar di larangan masuk ke AS.

Marwa al-Shekh Ameen yang saat ini tinggal di Jerman, disarankan untuk berobat ke AS untuk menyembuhkan luka bakarnya di wajah, lengan dan dada akibat serangan bom di Suriah.

Dilansir Guardian, Sabtu 19 Januari 2019, Rumah Sakit Anak Shriners di Boston menjanjikan dapat merawat Marwa pada November 2018 dan akan menyediakan tempat tinggal sementara untuk dia dan ayahnya.

Namun, visa tak didapat oleh keduanya pada 20 Desember 2018 dengan alasan tidak ada cukup bukti untuk memastikan Marwa dan ayahnya akan kembali ke Jerman.

Sebelumnya, Marwa telah mengatakan bahwa keenam saudara kandungnya, kakek, nenek, paman dan keluarganya yang lain telah bermigrasi ke Jerman tepatnya di Nuremberg.

Baca: Larangan Masuk WN Mayoritas Muslim ke AS Berlaku Hari Ini

Saat ini, lebih dari 33.176 aplikasi visa dari warga negara yang dilarang masuk ke AS tersebut telah diberi keringanan sekiar 2 persen dari Desember 2017 hingga Mei 2018.

Dua anggota Parlemen Jerman juga menulis surat terbuka untuk AS demi mendukung Marwa dapat berobat di Negeri Paman Sam tersebut. Mereka juga dapat menjamin bahwa Marwa dan ayahnya akan kembali ke Jerman. 

Pada 2016, wajah Marwa terbakar setelah lampu minyak tanah jatuh karena serangan bom di dekat rumahnya di Suriah. Akibat perang yang tak kunjung usai, Marwa dan keluarganya melarikan diri ke Turki.

Presiden AS Donald Trump, pada Juni 2017, menetapkan bahwa orang-orang dari Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman memasuki AS selama 90 hari, sementara untuk pengungsi diberlakukan selama 120 hari.

(WIL)