Tangis Warga Polandia untuk Wali Kota yang Dibunuh

Gdansk: Ribuan warga Polandia berkumpul di kota Gdansk, Sabtu 19 Januari 2019, dalam menghadiri prosesi pemakaman Wali Kota Pawel Adamowicz. Penusukan terhadap Adamowicz mengejutkan warga Polandia, dan juga memunculkan pertanyaan mengenai ujaran kebencian dalam politik di negara tersebut.

Sekitar 3.500 orang, termasuk Presiden Polandia Andrzej Duda dan Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk, menghadiri prosesi pemakaman Adamowicz. Duda telah mengumumkan satu hari berkabung nasional untuk mengenang Adamowicz.

Adamowicz, 54, ditusuk di bagian jantung di hadapan ratusan orang yang sedang menghadiri acara penggalangan dana. Korban ditusuk mantan narapidana yang membawa pisau.

Pelaku, pria berusia 27 tahun, dilaporkan pernah mengalami masalah kejiwaan dan telah menjalani hukuman lima tahun penjara atas perampokan bersenjata.

Belum lama ini bebas, pelaku mengaku kembali dijebloskan ke penjara oleh pemerintahan Polandia sebelumnya, yang dipimpin partai Civic Plattofm (PO). Adamowicz sempat berada di partai tersebut.

Bagi banyak warga Polandia, pembunuhan Adamowicz tidak semata disalahkan kepada pelaku, tapi juga maraknya ujaran kebencian dan perpecahan antar partai politik di negara tersebut.

“Kebencian yang telah membunuh Pawel,” tutur pemimpin PO Grzegorz Schetyna di hadapan para anggota parlemen, seperti disitat dari laman AFP.

“Ujaran kebencian ini diarahkan kepada seorang pria, yang dengan dibantu ribuan warga Gdansk telah berhasil membangun kota yang luar biasa ini,” tambah dia.

Politikus dari PO dan partai berkuasa PiS telah bersitegang selama bertahun-tahun, begitu juga dengan pendukung kedua kubu di dunia maya. Sejumlah kritikus menuduh pemerintah Polandia secara tidak langsung mengizinkan adanya atmosfer permusuhan.

Sejumlah media membandingkan penusukan Adamowicz dengan pembunuhan presiden Polandia Gabriel Narutowicz pada 1922, Kala itu, sang presiden dibunuh seorang nasionalis fanatik.

Sejak kematian Adamowicz, kepolisian Polandia telah menangkap beberapa orang yang diduga telah menuliskan kata-kata ancaman kepada politikus.

(WIL)