Usai Ditusuk, Wali Kota Gdansk Polandia Meninggal

Warsawa: Wali Kota Gdansk, sebuah kota di Polandia, Pawel Adamowicz, akhirnya meninggal di rumah sakit, sehari setelah ditusuk oleh seorang pria di acara amal.

Usai ditusuk, Adamowicz langsung dibawa ke rumah sakit dan menjalani operasi selama lebih kurang lima jam. Menteri Kesehatan Polandia mengonfirmasi Adamowicz telah mengembuskan napas terakhir.

Menurut dokter bedah yang menanganinya, Adamowicz mengalami luka serius di bagian perut dan jantung.

Dilansir dari laman BBC, Selasa 15 Januari 2019, Presiden Polandia Andrzej Duda menyebut serangan tersebut adalah kejahatan yang tidak dapat dimaafkan. Sejumlah kalangan menyampaikan ucapan belasungkawa terkait tragedi itu.

Sebelum Adamowicz dinyatakan meninggal, sejumlah pesan berantai di media sosial beredar, yang merupakan permintaan sumbangan darah tipe O dengan Rhd negatif. Sejumlah warga Gdansk pun mengantre di rumah sakit untuk menyumbangkan darah mereka. 

Baca: Wali Kota Gdansk Polandia Ditusuk

Laporan sejumlah media di Polandia menyebutkan, pelaku bernama Stefan W berusia 27 tahun yang berasal dari Gdansk. Ia memiliki catatan kejahatan dan kekerasan. Saat ini, Stefan sudah ditahan di kantor polisi.

Sebelum menusuk Adamowicz, Stefan sempat merebut mikrofon di atas panggung. Dia memperkenalkan dirinya dan mengaku tidak bersalah serta tak pantas dipenjara.

“Civic Platform benar-benar sengaja menyiksaku, dan itulah sebabnya Adamowicz pantas mati,” teriak Stefan. Setelah itu, ia langsung menikam Adamowicz yang berada di atas panggung. 

Adamowicz merupakan anggota Civil Platform pro-Polandia yang memerintah Polandia dari 2007 hingga 2015, sebelum meninggalkan partai untuk bertarung dalam pemilihan lokal sebagai sosok independen.

Adamowicz sendiri merupakan seorang liberal sejak 2015. Ia terkenal di Polandia sebagai sosok yang kerap menyuarakan hak-hak LGBT, imigran dan pengungsi. 

(WIL)

Staf Keamanan Delapan Bandara Jerman Mogok Kerja

Puluhan anggota serikat pekerja keamanan Verdi berunjuk rasa di bandara Cologne, Jerman, 10 Januari 2019. (Foto: AFP/dpa/FEDERICO GAMBARINI)

Berlin: Ratusan penerbangan dari dan menuju Jerman hampir dipastikan ditunda atau dibatalkan pada Selasa 15 Januari 2019, karena staf keamanan dari delapan bandara besar, termasuk di Frankfurt, menyatakan mogok.

Serikat pekerja keamanan Verdi menyebut aksi mogok akan berlangsung dari pukul 02.00 dini hari hingga 20.00 malam waktu setempat. Aksi berlangsung di bandara Frankfurt, Munich, Hanover, Bremen, Hamburg, Leipzig, Dresden dan Erfurt.

Asosiasi bandara ADV mengatakan sedikitnya 220 ribu calon penumpang akan terkena penundaan atau pembatalan penerbangan. Jumlah ini merupakan kalkulasi dari efek mogok yang mungkin juga berimbas pada bandara lain di luar yang sebelumnya disebutkan.

Fraport, operator bandara Frankfurt, telah membatalkan 570 dari 1.200 jadwal penerbangan. Fraport menyarankan kepada para calon penumpang untuk tidak datang ke bandara Frankfurt, terbesar keempat di Eropa, saat aksi mogok masih berlangsung.

Aksi mogok ini merupakan kelanjutan dari perselisihan antara Verdi dengan pihak perusahaan masing-masing pekerja. Pekan kemarin, aksi serupa terjadi di beberapa bandara Berlin dan Stuttgart, Colongne/Bonn serta Duesseldorf.

Baca: Staf Keamanan Mogok, 640 Penerbangan Jerman Dibatalkan

Maskapai Lufthansa menuduh Verdi sengaja meningkatkan perseteruan ini ke “level yang tidak dapat diterima lagi.” Sementara ADV menilai mogok kerja ini sebagai aksi yang “tidak bertanggung jawab.”

“Verdi melakukan aksi protes ini dengan mengorbankan calon penumpang, maskapai dan bandara,” tutur kepala ADV Ralph Beisel.

(WIL)

Dua Petugas Ski Tewas Terkena Ledakan di Alpen

Sebuah grup pendaki berusaha mencapai puncak Mont-Blanc di Pegunungan Alpen Prancis, 6 Agustus 2018. (Foto: AFP/PHILIPPE DESMAZES)

Morillon: Dua petugas patroli tewas saat alat yang biasa mereka gunakan untuk memicu salju longsor meledak di sebuah kawasan resor di Pegunungan Alpen Prancis, Minggu 13 Januari 2019. Kala itu, keduanya sedang berusaha membersihkan sebuah area resor dari ancaman longsor.

“Kecelakaan terjadi pada Minggu pagi di Morillo, sebelum tempat bermain ski itu dibuka untuk umum,” kata seorang petugas patroli gunung di wilayah Haute-Savoie, seperti disitat dari ITV, Minggu 13 Januari 2019.

Investigasi sedang berlangsung untuk menentukan mengapa ledakan tersebut dapat terjadi. Petugas patroli di Alpen bertugas menjaga keselamatan para pemain ski, salah satunya meminimalisasi ancaman salju longsor dengan bahan peledak.

Risiko terjadinya salju longsor di Morillon pada akhir pekan kemarin berada dalam status “tinggi” di skala 4 dari 5. Risiko semakin tinggi jika area terus diguyur hujan salju sepanjang hari.

Kabar kematian dua petugas ini muncul saat tiga pemain ski asal Jerman tewas terkena salju longsor di Austria. Satu pemain ski lainnya dalam rombongan warga Jerman itu masih dilaporkan hilang.

Jasad tiga pria — berusia 57, 36 dan 32 tahun — ditemukan pada Sabtu malam di dekat resor ski Lech. Ketiganya ditemukan beberapa jam usai istri dari salah satu pemain ski melapor ke polisi.

Kepolisian di Vorarlberg, sebuah provinsi di Austria, mengaku harus menunda pencarian korban keempat karena risiko salju longsor.

(WIL)

Jasad Keempat Ditemukan di Toko Roti Paris

Puing dan sejumlah mobil rusak terkena ledakan dari sebuah toko roti di Paris, Prancis, 12 Januari 2019. (Foto: AFP/CARL LABROSSE)

Paris: Korban tewas dalam ledakan di sebuah toko roti di Paris, Prancis, bertambah menjadi empat orang setelah tim penyelamat menemukan jasad keempat di bawah puing-puing bangunan.

Ledakan di Rue de Trevise pada Sabtu 12 Januari itu juga melukai puluhan orang, 10 di antaranya berada dalam kondisi kritis. Kebocoran gas diduga menjadi penyebab ledakan.

Dua petugas pemadam tewas dalam ledakan, saat mereka memeriksa letak kebocoran gas di toko tersebut. Keduanya diketahui bernama Simon Cartannaz dan Nathanael Josselin.

Korban tewas ketiga adalah seorang turis wanita asal Spanyol. Identitas korban keempat belum diketahui.

Baca: Ledakan di Toko Roti Paris Tewaskan Tiga Orang

“Sekitar 30 petugas dikerahkan ke lokasi untuk menelusuri puing-puing toko. Otoritas Paris menyebut penghuni dari 12 bangunan yang juga terkena imbas ledakan telah dievakuasi,” kata juru bicara Departemen Kebakaran Paris Eric Moulin, seperti disitir dari laman ITV, Minggu 13 Januari 2019.

Pemerintah Prancis menyediakan akomodasi sementara bagi 40 orang yang terkena imbas ledakan. Sementara puluhan lainnya mengungsi sementara ke rumah keluarga atau teman.

(WIL)

Macron Ingin Redam Rompi Kuning Lewat Debat Nasional

Seorang demonstran rompi kuning berdiri di samping spanduk bertuliskan pengunduran diri Macron di Le Mans, 13 Januari 2019. (Foto: AFP/JEAN-FRANCOIS MONIER)

Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron telah meluncurkan “debat nasional” untuk meredam gelombang aksi unjuk rasa ‘rompi kuning’ yang telah bergulir sejak November tahun lalu. Macron berharap konsultasi publik berskala nasional ini dapat meredam, atau bahkan menghentikan gerakan rompi kuning atau gilet jaunes secara damai.

Tekad Macron disampaikan lewat sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Prancis, yang akan diterbitkan di sejumlah media nasional pada Senin 14 Januari 2019.

Dalam surat tersebut, Macron mengaku terbuka menerima ide dan saran dari masyarakat. Namun ia menegaskan pemerintahan Prancis tidak akan membatalkan beberapa reformasi atau kebijakan yang sudah ditetapkan sejak pemilihan umum 2017.

“Tidak ada pertanyaan yang dilarang,” tulis Macron dalam surat tersebut, seperti dilansir dari kantor berita AFP

Baca: Macron Kecam Kekerasan Ekstrem Demonstran Rompi Kuning

“Kita tidak akan selalu setuju untuk semua hal. Tidak apa, itu normal. Itu adalah demokrasi. Tapi setidaknya kita akan menunjukkan bahwa kita adalah masyarakat yang tidak takut berbicara, bertukar pandangan dan berdebat. Mungkin saja nantinya kita akan menyepakati sesuatu,” lanjutnya.

Gelombang unjuk rasa rompi kuning masih berlanjut hingga sekarang, dan aksi terbaru terjadi pada Sabtu kemarin. Walau format pasti debat belum diketahui, intinya Macron ingin mengundang warga untuk memberikan pandangannya terhadap empat tema utama, yakni perpajakan, institusi negara, demokrasi dan kewarganegaraan.

Macron menyebut sejumlah proposal yang dikumpulkan dari warga nantinya akan dikumpulkan dan menjadi “kontrak baru bagi negara.” Kontrak itu disebut Macron dapat memengaruhi proses pengambilan kebijakan dan posisi Prancis dalam isu nasional dan internasional.

“Inilah yang saya ingin lakukan bersama Anda semua, untuk mengubah kemarahan menjadi solusi,” ungkap Macron di dalam surat.

(WIL)

Wali Kota Gdansk Polandia Ditusuk

Pelaku diringkus polisi di atas panggung. (Foto: AFP)

Warsawa: Wali Kota Gdansk, sebuah kota di Polandia, Pawel Adamowicz ditikam oleh seorang pria ketika sedang menggelar konser amal. Kondisinya disebut cukup serius.

Serangan ini terjadi ketika Adamowicz sedang mengadakan konser amal yaitu perayaan tahunan Orkestra Natal. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk membeli peralatan guna merawat anak-anak di rumah sakit yang dikelola pemerintah. 

Laporan sejumlah media di Polandia menyebutkan, pelaku bernama Stefan W berusia 27 tahun yang berasal dari Gdansk. Ia memiliki catatan kejahatan dan kekerasan.

Dilansir dari Guardian, Senin 14 Januari 2019, sebelum menusuk Adamowicz, Stefan sempat merebut mikrofon di atas panggung. Dia memperkenalkan dirinya dan mengaku tidak bersalah serta tak pantas dipenjara.

“Civic Platform benar-benar sengaja menyiksaku, dan itulah sebabnya Adamowicz pantas mati,” teriak Stefan. Setelah itu, ia langsung menikam Adamowicz yang berada di atas panggung. 

Adamowicz merupakan anggota Civil Platform pro-Polandia yang memerintah Polandia dari 2007 hingga 2015, sebelum meninggalkan partai untuk bertarung dalam pemilihan lokal sebagai sosok independen.

Stefan sendiri sempat dipenjara pada 2014 karena serangkaian kekerasan dan kejahatan. Ia juga diketahui telah merencanakan serangan untuk beberapa waktu ke depan.

Adamowicz sendiri merupakan seorang liberal sejak 2015. Ia terkenal di Polandia sebagai sosok yang kerap menyuarakan hak-hak LGBT, imigran dan pengungsi. 

(WIL)

Salju Longsor Tewaskan Tiga Orang di Lech Austria

Papan bertuliskan bahaya salju longsor berada di Vordernberg, Austria, 10 Januari 2019. (Foto: AFP/APA/ERWIN SCHERIAU)

Wina: Tiga orang tewas dalam sebuah salju longsor di dekat resor ski Lech am Arlberg, Austria. Korban keempat dilaporkan masih dalam status hilang.0

Seperti dilansir dari laman BBC, Minggu 13 Januari 2019. keempat orang dalam satu grup itu berasal dari Jerman selatan. Mereka semua dilaporkan hilang oleh salah satu istri pada Sabtu 12 Januari malam.

Ketiga korban tewas, berusia 32, 36 dan 57, ditemukan tim penolong sekitar pukul 23.00 malam waktu Austria. Pencarian korban keempat dihentikan karena adanya risiko salju longsor susulan.

Grup empat pendaki itu dilaporkan nekat mencapai sebuah rute bermain ski yang ditutup pemerintah karena berisiko dilanda salju longsor.

Kematian tiga pemain ski ini menjadikan total korban tewas terkait cuaca buruk di beberapa wilayah Eropa sejak awal Januari mencapai 24 orang.

Cuaca ekstrem Eropa ini membuat sejumlah sekolah ditutup serta akses dari dan menuju beberapa desa terpencil di Balkan terputus. Lalu lintas serta jaringan listrik di beberapa negara Balkan juga terganggu.

Palang Merah Bulgaria menyebut jasad dua pemain ski itu ditemukan sekitar pukul 12.00 siang di Pegunungan Pirin. Palang Merah menyebut keduanya telah memicu salju longsor usai sebelumnya mengabaikan peringatan petugas. Guyuran salju juga memicu longsor di Jerman dan Austria. Sejumlah penerbangan di Frankfurt serta Munich dibatalkan untuk alasan keamanan.

(WIL)

Demo Rompi Kuning Prancis Berlanjut di Pekan Kesembilan

Paris: Demonstran Gilets jaunes atau ‘Rompi Kuning’ kembali berunjuk rasa di seantero Prancis untuk pekan kesembilan, Sabtu 12 Januari 2019. Otoritas Prancis menyebut jumlah pengunjuk rasa kali ini sekitar 84 ribu, naik lebih dari seribu dari aksi pekan lalu.

Dalam unjuk rasa di Paris, seperti dikutip dari kantor berita Guardian, jumlah pedemo berkisar 8.000. Kepolisian Paris menyebut aksi berlangsung “tanpa ada insiden serius.”

Setelah terjadinya kekerasan dalam beberapa aksi sebelumnya, pemerintah Prancis memilih menggunakan kekuatan. Presiden Emmanuel Macron kala itu mengerahkan 80 ribu petugas gabungan ke seantero negeri, dengan sekitar 7.000 disiagakan di Paris.

Meski tidak ada insiden serius dalam aksi terbaru di Paris, polisi tetap menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa, terutama yang berada di area Arc de Triomphe.

Di Bourges, kota dengan populasi 66 ribu orang, sekitar 6.700 demonstran berkumpul meski ada larangan untuk berunjuk rasa di situs-situs bersejarah. Sementara di Bordeaux, pedemo berjumlah 4.500 dan 5.500 di Toulouse.

Aparat dikabarkan menangkap 156 orang dalam aksi terbaru di Paris, dengan 108 di antaranya tetap berada di balik jeruji besi. Secara nasional, total 244 orang ditangkap, dan 201 dijebloskan ke penjara, terkait aksi di pekan kesembilan.

Sejumlah jajak pendapat terbaru memperlihatkan penurunan dukungan publik terhadap rompi kuning setelah terjadinya aksi kekerasan pekan kemarin. Tingkat kepuasan publik terhadap Macron sedikit naik, yang saat ini masih berada di angka 30 persen.

Gerakan rompi kuning dimulai November tahun lalu dalam mengecam rencana penaikan pajak bahan bakar minyak. Meski pemerintah menunda rencana itu, unjuk rasa tetap berlangsung dan meluas menjadi penentangan terhadap presiden dalam sejumlah isu.

Baca: Prancis Kesal Trump Kritik Demo Rompi Kuning

Macron berusaha meredam situasi dengan mengumumkan acara “debat nasional” dalam empat tema: perpajakan, institusi negara, demokrasi dan kewarganegaraan. Hingga kini format debat belum diketahui.

Senin besok, 14 Januari 2019, Macron berencana merilis surat terbuka untuk masyarakat Prancis untuk “menjelaskan apa yang hendak saya lakukan.” Macron menyebut debat nasional ini merupakan hal penting “dan sangat berguna bagi negara kita.”

(WIL)

Ledakan di Toko Roti Paris Tewaskan Tiga Orang

Dua petugas pemadam menjadi korban tewas ledakan toko roti di Paris, Prancis, Sabtu 12 Januari 2019. (Foto: AFP)

Paris: Tiga orang tewas dalam ledakan besar di sebuah toko roti di Paris, Prancis, Sabtu 12 Januari 2019. Tiga korban itu adalah dua petugas pemadam kebakaran dan satu wanita asal Spanyol.

Seperti dilansir dari laman BBC, Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner mengatakan tim respons darurat bergerak ke lokasi untuk merespons adanya kebocoran gas. Saat mereka tiba di sana, “ledakan dramatis” terjadi.

Baca: Ledakan Besar di Paris Lukai Sejumlah Orang

Selain menelan tiga korban jiwa, ledakan besar itu membuat 47 orang terluka, 10 dalam kondisi serius, di area rue de Trevise. Toko roti tersebut berdiri dekat gedung Paris Opera.

Setelah ledakan terjadi, puing bangunan dan sejumlah mobil yang terguling memenuhi jalanan sekitar lokasi. Warga sekitar berkumpul di sekitar lokasi, terkejut atas besarnya ledakan.

Satu wanita asal Spanyol, yang sedang berlibur bersama suaminya di Paris, meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit. Satu warga Spanyol lainnya terluka akibat ledakan.

Surat kabar Le Parisien melaporkan, toko roti Hubert belum dibuka saat ledakan terjadi. Pihak toko melaporkan adanya kebocoran gas, dan petugas pun datang merespons. Ledakan terjadi saat sejumlah petugas tiba di lokasi.

Sejumlah helikopter mendarat di dekat Paris Opera untuk mengevakuasi para korban luka. Wakil Wali Kota Paris untuk urusan keamanan, Colombe Brossel, mengatakan kepada French Radio bahwa sekitar 150 orang mencari perlindungan ke balai kota usai ledakan.

Seorang pengacara asal Paris menilai jaringan gas di ibu kota Prancis itu berada dalam status “mengkhawatirkan.” “Jaringannya sudah sangat tua,” ungkap Alexandre Vesperini kepada Le Parisien.

(WIL)

Parlemen Makedonia Sepakat Ganti Nama Negara

PM Zoran Zaev di gedung parlemen Makedonia di Skopje, 11 Januari 2019. (Foto: AFP/ROBERT ATANASOVSKI)

Skopje: Parlemen Makedonia telah mengubah konstitusi untuk mengganti nama negara menjadi Republik Makedonia Utara. Penggantian nama ini merupakan ujung dari perselisihan Makedonia dengan Yunani yang sudah berlangsung lebih dari 25 tahun.

Perdana Menteri Makedonia Zoran Zaev mengamankan mayoritas suara parlemen pada Jumat 11 Januari 2019, yang merupakan syarat mutlak untuk mengubah nama negara.

Dilansir dari kantor berita Al Jazeera, juru bicara parlemen Talad xhaferi mengatakan bahwa 81 dari 120 anggota telah mendukung perubahan nama negara. Jumlah tersebut sudah memenuhi syarat dua per tiga mayoritas.

Jubir Partai Sosial Demokrat Makedonia mengatakan sejumlah anggota parlemen dari etnis Albania juga sepakat untuk mendukung perubahan nama. 

Etnis Albania berjumlah sekitar 25 persen dari total 2,1 juta populasi Makedonia.

Baca: Ribuan Warga Makedonia Protes Wacana Ganti Nama Negara

Albania telah mengucapkan selamat kepada parlemen Makedonia atas pemilihan suara terkait pergantian nama negara. Menurut Albania, proses pemilihan damai seperti itu “memperlihatkan tata negara yang baik dan dapat membuka jalan menuju NATO serta Uni Eropa.”

Merespons parlemen Makedonia, Menteri Luar Negeri Albania Ditmir Bushati menuliskan di Twitter, bahwa ” kontribusi partai-partai politik (etnis) Albania sekali lagi telah terbukti menjadi faktor penentu.”

Yunani, yang sempat mengancam memveto Makedonia agar tidak bisa bergabung ke NATO dan Uni Eropa, meminta pengubahan nama sejak bertahun-tahun lalu. Alasannya, wilayah historis Yunani di bagian utara juga bernama Makedonia.

(WIL)

Korban Hujan dan Badai Salju Eropa Jadi 20 Orang

Foto udara memperlihatkan kota Sofia, Bulgaria, tertutup salju, 26 Februari 2018. (Foto: AFP/DIMITAR DILKOFF)

Sofia: Sedikitnya 20 orang tewas akibat hujan dan badai salju yang terus melanda seantero Eropa. Dalam kematian terbaru, dua pemain ski di Bulgaria dilaporkan tewas akibat salju longsor di Bulgaria, Jumat 11 Januari 2019.

Cuaca ekstrem Eropa ini membuat sejumlah sekolah ditutup serta akses dari dan menuju beberapa desa terpencil di Balkan terputus. Lalu lintas serta jaringan listrik di beberapa negara Balkan juga terganggu.

Baca: 12 Orang Tewas di Tengah Cuaca Ekstrem Eropa

Palang Merah Bulgaria menyebut jasad dua pemain ski itu ditemukan sekitar pukul 12.00 siang di Pegunungan Pirin. Palang Merah menyebut keduanya telah memicu salju longsor usai sebelumnya mengabaikan peringatan petugas.

Guyuran salju juga memicu longsor di Jerman dan Austria. Sejumlah penerbangan di Frankfurt serta Munich dibatalkan untuk alasan keamanan.

Di Jerman, seorang sopir pembersih salju tewas usai kendaraannya jatuh terperosok ke sebuah sungai es. Kepolisian Lenggries mengatakan pria 48 tahun itu berhasil diselamatkan, namun meninggal dunia beberapa jam usai dirawat di rumah sakit.

Austria mengerahkan helikopter untuk menyelamatkan sejumlah remaja yang sudah terjebak berhari-hari di sebuah vila di area pegunungan. Di Salzburg, semua taman dan area bermain serta pemakaman ditutup karena pemerintah khawatir pepohonan akan tumbang di tengah cuaca buruk.

Sementara di Swiss bagian timur, tiga orang dilaporkan terluka saat salju longsor mengenai sebuah hotel di Schwaegalp pada Kamis kemarin. Menteri Energi Albania mengatakan sebuah perusahaan listrik tewas saat sedang memperbaiki sistem pemasok daya.

Sekitar 2.000 prajurit dan petugas lainnya di Albania dikerahkan untuk membantu masyarakat yang terjebak salju. Mereka juga ditugaskan membersihkan jalanan dari salju di beberapa titik menuju area pegunungan.

(WIL)

Ledakan Besar di Paris Lukai Sejumlah Orang

Seorang wanita dievakuasi petugas usai terjadi ledakan di sebuah toko roti di Paris, Prancis, 12 Januari 2019. (Foto: AFP/THOMAS SAMSON)

Paris: Ledakan besar menghancurkan sebuah toko roti dan melukai sejumlah orang di Paris, Prancis, Sabtu 12 Januari 2019. Kaca sejumlah bangunan juga pecah dalam ledakan yang diduga berasal dari kebocoran gas.

Kebakaran melanda toko usai ledakan yang terjadi sekitar pukul 09.00 pagi waktu Paris di distrik 9. Serangkaian foto di Twitter memperlihatkan puing-puing bangunan berserakan di jalanan, dan bagian bawah dari toko berkobar dilalap api.

Sejumlah mobil yang terparkir dekat toko rusak terkena ledakan. Seorang juru kamera kantor berita AFP melihat sedikitnya satu orang yang diangkut dengan tandu dari lokasi oleh petugas pemadam kebakaran.

Petugas berusaha keras memadamkan api dan mengevakuasi semua orang dari bangunan yang terbakar. Sementara tim medis sibuk merawat sejumlah orang yang terluka di lokasi kejadian.

Hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebab ledakan. Peristiwa terjadi saat pemerintah Prancis bersiap menghadapi berlangsungnya kembali aksi unjuk rasa ‘Rompi Kuning’ yang biasa terjadi setiap Sabtu.

Baca: Macron Kecam Kekerasan Ekstrem Demonstran Rompi Kuning

(WIL)

Indonesia Raih Penghargaan Destinasi Terbaik Reisgraag Award

Duta Besar RI untuk Belanda I Gusti Agung Wesaja Puja mewakili Indonesia menerima penghargaan Best Destination Reisgraag Award. (Foto: Dok. KBRI Den Haag)

Utrecht: Indonesia menerima penghargaan Reisgraag Award dalam kategori Best Destination. Penghargaan ini diberikan di penyelenggaraan Pameran Pariwisata Vakantiebeurs 2019 di Utrecht, Belanda.

Pameran Vakantiebeurs 2019 merupakan pameran pariwisata terbesar di wilayah Benelux, yang dikunjungi oleh calon-calon wisatawan yang datang bukan hanya dari negara-negara Benelux, namun juga dari negara-negara Eropa lainnya.

Dalam pameran ini, Indonesia juga memamerkan destinasi wisata di Paviliun Wonderful Indonesia. Pengunjung tak hanya mendapatkan informasi seputar destinasi wisata, namun juga menikmati beragam aktivitas seperti tarian, karnaval, musik dan makanan khas Indonesia.

“Dengan berjuta pesona yang dimiliki Indonesia, wisatawan asing yang datang ke Indonesia akan dimanjakan oleh obyek-obyek wisata yang menarik dan unik dari Aceh sampai Papua dengan fasilitas pendukung yang nyaman dan berkualitas, seperti penerbangan langsung dan hotel-hotel yang berkelas,’ kata Duta Besar RI untuk Belanda I Gusti Agung Wesaja Puja, dalam keterangan tertulisnya kepada Medcom.id, Jumat 11 Januari 2019.

Kali ini, Kementerian Pariwisata RI bekerja sama dengan KBRI Den Haag menggandeng 21 industri pariwisata yang terdiri dari 11 travel agen, 10 hotel, dua organisasi pariwisata dan satu maskapai penerbangan yaitu Garuda Indonesia.

Selain menyampaikan apresiasi atas berbagai langkah promosi yang dilakukan sepanjang tahun 2018, Puja juga mendorong semua partner Wonderful Indonesia untuk terus kreatif menampilkan tiga aspek 3B yaitu Beauty, Branding, and Bridging. 

Partisipasi Wonderful Indonesia tahun ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisman asal Benelux, khususnya wisatawan dari Belanda yang rata-rata pertumbuhannya dari 2012-2017 mencapai 7,57 persen per tahun. Indonesia menargetkan 310 ribu wisatawan Belanda berkunjung ke Indonesia di tahun ini

(FJR)

Staf Keamanan Mogok, 640 Penerbangan Jerman Dibatalkan

Aksi mogok kerja yang dilakukan petugas keamanan di Jerman. (Foto: AFP).

Berlin: Lebih dari 640 penerbangan di Jerman dibatalkan pada Kamis karena pemogokan staf keamanan di Bandara Duesseldorf, Koln dan Stuttgart. Protes berlangsung ketika para pekerja berusaha untuk menekan manajemen dalam pembicaraan upah.

“Dari total 1.054 penerbangan terjadwal, 643 dibatalkan. Banyak penumpang akan terpengaruh  dengan adanya penundaan signifikan di lokasi pemeriksaan keamanan,” ujar pihak bandara, seperti dikutip The Star, Kamis, 10 Januari 2019.

“Rata-rata 115.000 penumpang melewati bandara setiap hari,” imbuh pernyataannya.

Serikat pekerja sektor publik, Verdi mengatakan, sedang melakukan negosiasi atas nama 23.000 pekerja keamanan di Jerman. Pembicaraan upah akan dilanjutkan pada Januari 23.

Menurut informasi, serikat pekerja telah menuntut kenaikan gaji menjadi 20 Euro per jam sebelum pajak. Pada hari Senin, pemogokan di bandara Schoenefeld dan Tegel di Berlin telah menyebabkan penundaan dan pembatalan penerbangan.

“Setelah lima hari perundingan, perundingan terhenti dan itulah mengapa kami pikir perlu untuk bergerak dengan pemogokan hari ini,” Andrea Becker, juru bicara serikat mengatakan.

Christian Witt, salah satu penumpang yang terdampar di bandara Duesseldorf, mengatakan: “Anda tidak pernah mengerti kapan itu memengaruhi Anda secara pribadi tetapi Anda harus melihat gambaran yang lebih besar.”

(FJR)

Jerman Tangkap Pembocor 1.000 Data Pejabat Negara

Berlin: Jerman menangkap pria berumur 20 tahun atas peretasan dan pembocoran informasi hampir 1.000 pejabat tinggi negara dan tokoh publik lainnya. Pelaku, yang namanya tidak disebutkan, menghadapi pasal pencurian dan penyebaran data pribadi secara ilegal.

“Tersangka sudah diinterogasi pada 7 Januari oleh tim jaksa dan BKA,” ujar Kepolisian Investigasi Federal Jerman atau Bunderkriminalamt (BKA). 

“Dia mngaku terhadap tuduhan yang dilayangkan kepadanya, dan menyebutkan informasi lain yang membantu kepolisian,” lanjutnya, seperti dinukil dari kantor berita UPI, Selasa 8 Januari 2019.

Awal bulan ini, otoritas Jerman mengumumkan adanya seorang peretas yang telah membocorkan data surat elektronik, alamat rumah, nomor telepon, detail rekening bank, serta kartu identitas milik ratusan politikus, partai politik, jurnalis, komedia hingga musisi.

Dari ratusan hingga hampir 1.000 yang terkena peretasan, terdapat nama-nama petinggi seperti Kanselir Angela Merkel dan pemimpin Partai Hijau Robert Habeck. Hanya Partai Alternatif untuk Jerman yang tidak terkena peretasan.

Baca: Data Ratusan Politikus Jerman Dicuri, Termasuk Merkel

Georg Ungefuk, juru bicara kantor kejaksaan Frankfurt, mengatakan bahwa tersangka, yang tinggal di Hesse bersama orang tua, meretas data orang-orang yang telah membuatnya “marah.” Dia mengatakan polisi menangkap tersangka pada Minggu 6 Januari, namun kemudian dibebaskan karena dianggap tidak membahayakan.

Presiden BKA Holger Munch menyebut tersangka tidak memiliki keterkaitan dengan ekstremisme. Karena alasan ini, BKA tidak menganggap peretasan ini sebagai kejahatan politik.

Wakil Menteri Dalam Negeri Jerman Stephan Mayer mengatakan jaringan komputer pemerintah tidak terkena target serangan pelaku.

“Satu hal positif dari kasus ini adalah jaringan komputer pemerintah tidak terkena dampak dari serangan peretas,” ungkap Mayer. “Tapi jelas, kami di pemerintahan federal, perlu meningkatkan keamanan di dunia maya,” lanjutnya.

(WIL)