Ribuan Warga Serbia Kembali Desak Mundur Presiden

Demonstran membawa spanduk penentangan terhadap Presiden Vucic di Belgrade, Serbia, 5 Januari 2019. (Foto: AFP/Getty)

Belgrade: Ribuan warga Serbia berunjuk rasa untuk pekan kelima dalam menentang Presiden Aleksandar Vucic. Demonstran menuduh presiden telah menguasai media dan juga menyerang oposisi dan jurnalis.

Sebuah serangan terhadap politikus oposisi Borko Stefanovic oleh orang tak dikenal pada November lalu telah memicu unjuk rasa masif di Serbia. Sebagian besar aksi berlangsung di Belgrade, dengan sekelompok kecil lainnya beraksi di kota Kragujevac dan Novi.

Presiden Vucic, yang menguasai Partai Progresif Serbia (SNS), mengaku siap berbicara dengan para pedemo. Namun ia menegaskan tidak akan pernah mau berdiskusi dengan “para pembohong dari kubu oposisi.”

Mantan PM itu menjadi presiden pada 2017 lewat raihan 55 persen suara, jauh mengalahkan kandidat lainnya. 

Dalam unjuk rasa terbaru di Belgrade pada Sabtu 5 Januari 2019, seperti dilansir dari laman BBC, sejumlah mahasiswa dan seniman ikut turun ke jalan. Beberapa demonstran terlihat membawa spanduk bertuliskan “1 dari 5 juta.”

Spanduk itu merupakan respons terhadap pernyataan Vucic sebelumnya, yang mengatakan dirinya tidak akan memenuhi permintaan oposisi untuk menjamin kebebasan media, “bahkan jika ada lima juta orang berunjuk rasa di jalanan.”

Vucic sebelumnya adalah seorang nasionalis radikal yang bertugas di bawah Presiden Slobodan Milosevic di akhir 1990-an. Namun pada 2008, dia meninggalkan partainya dan masuk ke SNS.

“Saya tidak akan mengelak bahwa saya telah berubah. Saya bangga akan hal tersebut,” sebut Vucic kepada media AFP dalam wawancara di tahun 2012.

(WIL)