Parlemen Makedonia Sepakat Ganti Nama Negara

PM Zoran Zaev di gedung parlemen Makedonia di Skopje, 11 Januari 2019. (Foto: AFP/ROBERT ATANASOVSKI)

Skopje: Parlemen Makedonia telah mengubah konstitusi untuk mengganti nama negara menjadi Republik Makedonia Utara. Penggantian nama ini merupakan ujung dari perselisihan Makedonia dengan Yunani yang sudah berlangsung lebih dari 25 tahun.

Perdana Menteri Makedonia Zoran Zaev mengamankan mayoritas suara parlemen pada Jumat 11 Januari 2019, yang merupakan syarat mutlak untuk mengubah nama negara.

Dilansir dari kantor berita Al Jazeera, juru bicara parlemen Talad xhaferi mengatakan bahwa 81 dari 120 anggota telah mendukung perubahan nama negara. Jumlah tersebut sudah memenuhi syarat dua per tiga mayoritas.

Jubir Partai Sosial Demokrat Makedonia mengatakan sejumlah anggota parlemen dari etnis Albania juga sepakat untuk mendukung perubahan nama. 

Etnis Albania berjumlah sekitar 25 persen dari total 2,1 juta populasi Makedonia.

Baca: Ribuan Warga Makedonia Protes Wacana Ganti Nama Negara

Albania telah mengucapkan selamat kepada parlemen Makedonia atas pemilihan suara terkait pergantian nama negara. Menurut Albania, proses pemilihan damai seperti itu “memperlihatkan tata negara yang baik dan dapat membuka jalan menuju NATO serta Uni Eropa.”

Merespons parlemen Makedonia, Menteri Luar Negeri Albania Ditmir Bushati menuliskan di Twitter, bahwa ” kontribusi partai-partai politik (etnis) Albania sekali lagi telah terbukti menjadi faktor penentu.”

Yunani, yang sempat mengancam memveto Makedonia agar tidak bisa bergabung ke NATO dan Uni Eropa, meminta pengubahan nama sejak bertahun-tahun lalu. Alasannya, wilayah historis Yunani di bagian utara juga bernama Makedonia.

(WIL)