Militan ISIS Asal Jerman Biarkan Bocah Mati Kehausan

Munich: Seorang wanita asal Jerman yang menjadi militan kelompok Islamic State (ISIS) diancam pasal pembunuhan karena membiarkan bocah perempuan berusia lima tahun mati kehausan di tengah terik matahari.

Wanita tersebut, diidentifikasi sebagai Jennifer W, bersama suaminya “membeli” bocah di kota Mosul, Irak, pada 2015. Jennifer dan suaminya yang merupakan militan ISIS menjadi bocah tersebut sebagai “budak” untuk bekerja di rumah.

Tim jaksa di kota Munich mengatakan suami Jennifer memasung bocah tersebut di luar rumah, dan istrinya tidak berbuat apa-apa untuk menyelamatkannya. Selain pembunuhan, Jennifer juga didakwa kepemilikan senjata api.

Jika terbukti bersalah, Jennifer dapat divonis hukuman penjara seumur hidup. Media lokal Jerman menyebut bocah yang tewas itu kemungkinan berasal dari etnis minoritas Yazidi.

Sejak ISIS berkuasa di Irak pada 2014, banyak Yazidi yang ditangkap dan dijadikan budak. ISIS juga kerap menjual para Yazidi itu kepada para anggota dan simpatisannya.

“Setelah bocah itu jatuh sakit dan mengompol di tempat tidur, suami terdakwa memasungnya di luar sebagai bentuk hukuman dan membiarkannya mati kehausan,” ucap tim jaksa di Pengadilan Munich, seperti dilansir dari kantor berita BBC, Sabtu 29 Desember 2018.

“Terdakwa diam saja saat suaminya berbuat demikian dan tidak berbuat apa-apa untuk menyelamatkan sang bocah,” lanjutnya.

Jennifer W pergi ke Irak pada 2014. Di sana, ia menjadi polisi moral ala ISIS. Tim jaksa menyebut tugas Jennifer adalah memastikan semua wanita di Mosul mengikuti aturan ISIS.

Kepolisian Turki menangkap Jennifer beberapa bulan usai kematian bocah. Dia ditangkap saat mengunjungi Kedutaan Besar Jerman di Ankara untuk memperbarui paspor.

Dia kemudian diekstradisi ke Jerman, dan sempat diizinkan pulang ke Lower Saxony karena petugas kekurangan bukti untuk menjeratnya. Jennifer ditangkap di Jerman pada Juni lalu saat berusaha pergi ke Suriah.

Hingga saat ini tanggal persidangan Jennifer belum ditentukan.

(WIL)