Kematian Akibat Kecelakaan Pesawat Meningkat Tajam di 2018

Pesawat maskapai Lion Air di Bandara Fatmawati, Bengkulu, 9 November 2018. (Foto: Antara Foto/DAVID MUHARMANSYAH)

Amsterdam: Jumlah korban tewas dalam kecelakaan pesawat sepanjang tahun 2018 meningkat tajam dari tahun sebelumnya. Data terbaru disampaikan organisasi Aviation Safety Network (ASN) asal Belanda.

Data ASN mencatat 556 kematian dalam 15 kecelakaan pesawat sepanjang 2018. Angka kematian tahun sebelumnya hanya 44 dari 10 kecelakaan.

ASN menyebut jumlah korban tewas di 2018 lebih buruk dari rata-rata 14 kecelakaan pesawat dan 480 kematian per lima tahun. Dua belas dari kecelakaan fatal pada 2018 melibatkan pesawat komersil, sementara tiga lainnya jenis kargo.

Kecelakaan terparah terjadi pada Oktober, saat pesawat maskapai Lion Air jatuh dan menewaskan 189 orang. Laporan awal mengindikasikan adanya masalah teknis yang menyebabkan pesawat jenis Boeing 737 Max itu jatuh usai lepas landas dari Jakarta.

Namun secara keseluruhan, ASN menyebut keselamatan penerbangan telah meningkat secara substansial dalam 20 tahun terakhir — meski permintaan penerbangan di level global juga bertambah.

“Jika rata-rata angka kecelakaan telah sama seperti 10 tahun lalu, seharusnya hanya ada 39 kematian tahun lalu (2018),” ujar Kepala Eksekutif ASN, seperti dikutip dari Sky News, Rabu 2 Januari 2019.

ASN menyebut hilangnya kendali sebagai kekhawatiran utama dalam industri penerbangan. ASN menyebut kehilangan kendali merupakan penyebab sedikitnya 10 dari 25 kecelakaan pesawat dalam lima tahun terakhir.

Penumpang di sebagian besar dari kecelakaan itu masuk dalam kategori “tidak mungkin bisa selamat.”

(WIL)