Jerman Sebut Masih Ada Waktu untuk Negosiasikan Brexit

Kanselir Jerman Angela Merkel menggunakan komputer tablet saat menunggu pertemuan CDU di Berlin, 15 Januari 2019. (Foto: AFP/dpa/BERND VON JUTRCZENKA)

Berlin: Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan “masih ada waktu untuk bernegosiasi,” usai parlemen Inggris menolak perjanjian Brexit yang disepakati antara Perdana Menteri Theresa May dengan Uni Eropa.

Tenggat waktu bagi Inggris untuk Brexit, atau keluar dari keanggotaan UE, adalah 29 Maret mendatang.

“Kami masih memiliki waktu untuk bernegosiasi, tapi sekarang kami masih menunggu apa yang akan diajukan perdana menteri (Theresa May),” tutur Merkel dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita NTV, Rabu 16 Januari 2019.

“Saya sangat menyayangkan parlemen Inggris tadi malam menolak perjanjian itu,” lanjut dia.

Menurut Merkel, segala sesuatu tentang Brexit ini hanya tergantung dari sisi Inggris. Ia mendesak PM May untuk segera memberitahu UE, apa yang sebenarnya diinginkan Inggris.

“Kami ingin meminimalisasi dampak buruk dari semua ini, karena saya yakin pasti akan ada. Itulah mengapa kami ingin berusaha mencapai solusi yang baik. Tapi kami juga menyiapkan diri jika solusi semacam itu tidak pernah tercapai,” sebut Merkel.

Pernyataan senada telah disampaikan Menteri Urusan Eropa Prancis Nathalie Loiseau. Menurutnya, deadline Brexit dapat diperpanjang jika Inggris memang menginginkan hal tersebut.

“Secara teknis, hal itu (memperpanjang tenggat waktu) memungkinkan. Inggris harus memintanya, dan permintaan itu harus disepakati secara bulat oleh 27 anggota UE,” ungkap Loiseau.

Dalam voting perjanjian Brexit, 432 anggota parlemen menolak dan hanya 202 yang menyetujui. Ini merupakan kekalahan terbesar di level parlemen dalam sejarah politik modern Inggris.

(WIL)