Diplomasi ala Dubes Sri Astari di Tanah Budaya Bulgaria

Sofia: Sri Astari Rasjid adalah seorang seniman yang ditunjuk menjadi Duta Besar Indonesia untuk Bulgaria, Albania dan Masedonia pada 2016. Memiliki kecintaan kuat terhadap seni dan budaya, Dubes Astari mendeskripsikan misi strategisnya sebagai “Diplomasi Budaya untuk Mendorong Perdamaian dan Harmoni.”

Berikut wawancara khusus dengan Dubes Astari versi Diplomatic Spectrum, lewat kerja sama dengan KBRI Sofia.

Dalam pidato Anda, dinyatakan bahwa negara Indonesia tidak dibangun berdasarkan etnis, budaya atau agama, tapi merupakan masyarakat tunggal yang tergabung dalam lebih dari 300 grup etnis. Apa yang menyatukan mereka semua?

Kami memiliki ribuan pulau yang terhubung dengan baik oleh lautan. Masyarakat juga terhubung melalui lautan lain, yakni lautan cinta dan solidaritas untuk kemanusiaan.

Moto Indonesia adalah “Bhinneka Tunggal Ika.” Kami memahami nilai dari “majemuk” dan di waktu bersamaan, “tunggal!” Kami seperti sebuah pohon dengan banyak dahan. Tentu saja dahan yang berbeda-beda itu adalah sebuah berkah karena menghasilkan lebih banyak dedaunan hijau, buah-buahan, bunga dan lokasi teduh untuk semua orang.

Menyatukan Indonesia memiliki dasar filosofi-sosial yang sangat kuat bernama Pancasila. Pancasila dibuat pada era presiden pertama Soekarno. Kehidupan masyarakat Indonesia berjalan baik berdasarkan Pancasila, yang menjamin keyakinan beragama, kemanusiaan, identitas persatuan, demokrasi dan keadilan sosial. Jika saya sebutkan satu per satu sila dalam Pancasila adalah sebagai berikut:

1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyataan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Bahasa adalah kunci utama lainnya dalam hal ini. Bahasa Indonesia adalah Bahasa Nasional yang digunakan seluruh masyarakat Indonesia. Indonesia adalah negara keempat dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, dan bahasa kami juga salah satu yang banyak digunakan.

Bahasa adalah elemen kunci dari sebuah budaya, dan juga sebagai jaminan dari integritas dan ketahanan kultural sebuah negara. Seperti Bahasa Bulgaria, yang melindungi identitas Anda selama berabad-abad, Bahasa Indonesia juga memainkan peranan sama di negara saya. Kami juga memiliki pojok Bahasa Indonesia di Universitas Sofia. Saya senang dapat memberi tahu Anda bahwa banyak warga Bulgaria tertarik dan mempelajari Bahasa Indonesia, yang membuat mereka memiliki kesempatan yang lebih baik untuk berhubungan dengan Indonesia.

Apa pencapaian Indonesia yang membuat Anda bangga?

Kami adalah negara bersatu, baik di masa senang maupun sulit. Terutama saat bencana alam terjadi, yang beberapa kali melanda negara kami tahun ini (2018), masyarakat Indonesia menunjukkan solidaritas, rasa kasih sayang, integritas dan kepedulian mendalam terhadap warga terdampak musibah. Pemerintah juga bertindak cepat menangani bencana. Kami adalah satu saat bencana atau kesulitan melanda.

Itu merupakan pencapaian besar di zaman sekarang, untuk menyatukan berbagai budaya, agama dan etnis dalam sebuah masyarakat yang hidup damai. Saya bangga atas peran masyarakat dan pemerintah Indonesia, sebagai simbol dan dukungan untuk menjaga perdamaian dalam skala lokal dan global, yang juga berkontribusi terhadap negara demokrasi ketiga terbesar di dunia.

Masyarakat Indonesia adalah pekerja keras, jujur, baik hati dan memiliki spiritualitas tinggi, yang sudah diturunkan dari nenek moyang mereka selama berabad-abad. Dikenal sebagai masyarakat sopan dan bermoral tinggi, adalah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

Pencapaian ekonomi Indonesia, memberantas korupsi, membangun infrastruktur vital selama masa kepemimpinan Joko Widodo, presiden saat ini adalah kebanggaan untuk semua tim yang bekerja di belakangnya. Dia memperlihatkan rasa cinta senjata, penghormataan dan kepedulian kepada masyarakat, dan di saat bersamaan, dapat tetap merakyat. Dia juga memperjuangkan kepentingan Indonesia dalam berbagai aspek.

Jika saya dapat kembali lagi ke pembentukan Pancasila di era Presiden Soekarno, saya rasa itu adalah aspek dari pencapaian Indonesia lainnya yang patut diungkap. 

Sebagai seniman, saya bangga dapat melihat banyak talenta Indonesia, yang sukses menunjukkan Seni mereka di panggung global. Mereka menginspirasi banyak orang di seluruh dunia lewat kreasi seni dan keindahan.

Tentu saja ini akan menjadi kebanggaan kami di masa mendatang, seiring dengan apresiasi kami terhadap warisan nenek moyang. Sama seperti kalian warga Bulgaria, yang juga bangga menjaga warisan budaya.


Dubes Sri Astari Rasjid. (Foto: KBRI Sofia)

Peran Indonesia di panggung global itu penting. Indonesia adalah negara partisipan kesepuluh terbesar dalam misi penjaga perdamaian PBB. Apa tujuan dari kebijakan luar negeri Indonesia di dunia saat ini?

Indonesia adalah anggota G20 dan tentu saja memiliki tanggung jawab dalam dewan pemerintahan dunia. Indonesia telah dipilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB oleh Majelis Umum PBB untuk dua periode, dimulai pada 1 Januari 2019. sebagai Duta Besar Indonesia di kawasan ini, saya ingin menyampaikan apresiasi saya kepada warga pemerintah Bulgaria, Albania dan Masedonia atas suara dan dukungannya untuk Indonesia,

Komitmen Indonesia dan kontribusi kami terhadap pembentukan orde dunia didasari nilai-nilai kebebasan kami, perdamaian abadi dan keadilan sosial yang sesuai dengan Konstitusi Republik Indonesia. Kami menginginkan keadilan sosial, kebebasan dan kehormatan manusia. Dalam konteks internasional, partisipasi Indonesia bertujuan menjaga perdamaian dan keamanan internasional, dengan menjunjung tinggi kedaulatan nasional.

Untuk memberikan gambaran konkret atas peran Indonesia, kami adalah negara dengan jumlah Muslim terbesar di dunia. Oleh karenanya, kami selalu menjalin hubungan hangat dengan Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) dan semua negara Muslim di seluruh dunia.

Dari sudut pandang ini, Indonesia memiliki peran besar dalam diplomasi dan juga pengaruh, antara negara-negara di Timur Tengah. Indonesia juga selalu bermediasi di masa-masa krisis antara kekuatan utama kawasan, seperti Arab Saudi, Mesir, Yordania dan Iran.

Kami meyakini pentingnya kesatuan masyarakat global, terlepas dari beragam etnis mereka semua. Itulah mengapa kami, Indonesia, menghargai hubungan bilateral dengan berbagai negara dan menjadikannya sebagai aset untuk membentuk perdamaian dan harmoni di dunia.

Hubungan diplomatik antara dua negara kita telah terjalin 62 tahun lalu. Seperti apa hubungan dua negara kita sekarang?

Hubungan diplomatik kita berada dalam level yang sangat memuaskan. Interaksi antar pejabat negara kita terjadi secara rutin, dan kami memiliki hubungan yang sangat terhormat dengan Bulgaria.

Selama masa jabatan saya, Anies Baswedan selaku Menteri Pendidikan saat itu menandatangani nota kesepahaman operasi budaya dengan Vezhdi Rashidov, Menteri Budaya Bulgaria kala itu, di Sofia pada 2016.

Menteri Luar Negeri Bulgaria Daniel Mitov juga mengunjungi Indonesia pada 2016, dan menandatangani perjanjian bebas visa antar dua negara. Perjanjian ditandatangani Mitov dengan Menlu RI Retno Marsudi di Jakarta pada Maret 2016.

Bulgaria dan Indonesia saling mendukung di PBB, termasuk soal pencalonan RI sebagai anggota tidak tetap DK PBB. Anggota parlemen kami juga mengunjungi Bulgaria untuk bertemu anggota parlemen negara Anda.

Apa pertukaran perdagangan kita? Apakah ada ketertarikan dalam investasi, dan seperti apa arahnya?

Ekspor utama Indonesia ke Bulgaria adalah kopi, minyak kelapa sawit, kertas dan produk kertas, benang dan baju, elektronik, furnitur serta produk akuatik, kari, gelas, barang pecah belah dan kakao.

Impor utama dari Bulgaria adalah tembakau, biji ketumbar, bahan kimia (disodium carbonate), komponen elektronik, biji-bijian, pakan ternak, gandum, mesin serta logam.

Mengenai investasi, sebuah perusahaan Bulgaria bernama IPS memulai rencana investasi di Indonesia untuk membangun peralatan energi terbarukan. Banyak perusahaan lainnya juga berinvestasi di lahan-lahan Indonesia.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS):

Pada 2018 hingga Oktober, total nilai perdagangan dengan Bulgaria adalah USD374,41 juta atau setara Rp5,3 triliun atau meningkat 286,92 persen dibanding periode sama di 2017. Perubahan ke angka 317,34 persen terjadi untuk periode Januari-Agustus 2018 dibanding periode sama di 2017.

Untuk investasi Bulgaria di Indonesia, nilainya USD1,2 juta untuk Januari 2017. Untuk 2018 dalam periode Januari-September, investasi Bulgaria yang tercatat di Indonesia adalah USD0,3 juta.

Sebagai tambahan, perangkat militer impor Indonesia asal Bulgaria bernilai USD22,8 juta pada 2018.

Mengomentari data ini, saya akan berbagi bagian dari hasil kerja yang saya ciptakan pada 2006. Hasil karya saya bernama La Vie en Rose “Guns and Roses.” Saat saya datang ke Bulgaria, saya menyadari bahwa saya berada di negara penghasil Guns and Roses, dan saya selalu mendeskripsikan negara Anda kepada teman-teman saya sebagai tanah Kekuatan dan Keindahan.


Hasil karya Dubes Astari. (Foto: KBRI Sofia)

Kami semua, warga Bulgaria, melihat usaha aktif Anda dalam mempopulerkan Indonesia di Bulgaria. Festival kesenian dan kebudayaan “Wonders of Indonesia” yang diinisiasi oleh Anda telah berlangsung sukses. Apakah ada kehebatan lain dari negara Anda yang dapat Anda perlihatkan kepada kami?

Iya, tentu saja itu adalah kesuksesan luar biasa. Kami menghadirkan tekstil Indonesia, Batik pada 2016. Di tahun kedua pada 2017, kami menghadirkan pameran Indonesia di Quadrat National Gallery, yang meliputi produk tekstil, perhiasan dan kerajinan tangan dari seluruh Indonesia. Di waktu bersamaan, karya seni dari koleksi galeri nasional Indonesia juga dipamerkan di National Gallery Palace di Sofia.

Di tahun ketiga, kami menggelar fashion show untuk desain klasik dan modern oleh desainer ternama Ghea Panggabean yang diundang ke Sofia fashion week 2018. Kami memperlihatkan kepada publik bagaimana produk tektil dan perhiasan Indonesia dipakai oleh para wanita cantik Indonesia dan Bulgaria. Raja Simeon dan Ratu Margarita juga menghadiri acara di Military Club, yang menjadi acara paling berkesan di Sofia lewat fashuon show tradisional dan modern, tari Gending Sriwijaya dan pertunjukan musik.

Edisi keempat dari Wonders of Indonesia berlangsung pada 2019, yang juga memperlihatkan seni kontemporer Indonesia yang merupakan passion saya sebagai seniman kontemporer. Kami berencana menggelar pameran gabungan dengan seniman Bulgaria, untuk menghadirkan seni kontemporer dari kedua negara. Kami juga akan menggelar tari klasik Jawa yang sudah dimodernisasi.

Sejumlah produk warisan dan koleksi perhiasan, tekstil dan artefak juga akan dipamerkan. Kami juga akan berpartisipasi dalam festival Plovdiv sebagai European Cultural Capital 2019. 

Seperti yang kalian lihat, kami mendesain rangkaian “Wonders of Indonesia” dengan berbagai aspek seni dan tradisi selama masa jabatan saya di Sofia.

Saya yakin satu masa jabatan tidak cukup untuk memperlihatkan warisan budaya Indonesia. Saya berharap penerus saya akan melanjutkan tradisi “Wonders of Indonesia” di Bulgaria.


Wonders of Indonesia di Sofia pada September 2018. (Foto: KBRI Sofia)

Anda adalah seorang pakar dan kolektor seni tradisional Indonesia. Berkat Anda, kami di Sofia sudah beberapa kali menyentuh keindahan batik — sebuah produk tekstil unik yang dinobatkan UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia. Apakah (batik) itu favorit Anda?

Ini merupakan passion dan kewajiban saya untuk menjaga dan melestarikan budaya batik semampu saya. Sejak dahulu, saya telah mengoleksi dan melestarikan batik, perhiasan, artefak dan semua warisan budaya lainnya dari Indonesia. Ternyata hobi mengoleksi saya bermanfaat, karena saya dapat memperlihatkan itu kepada Anda semua selama saya menjabat. 

Dengan mengumpulkan semua warisan budaya ini, saya juga belajar sejarah negara saya sembari membagikannya dengan negara Anda. Mengoleksi batik juga bentuk rasa cinta personal saya kepada keindahan, dan apresiasi kepada para seniman di masa lalu.

Saya mencintai semua koleksi tekstil Indonesia dan kekayaan dari industri tekstil Indonesia. Kami memiliki banyak bentuk dan desain dari berbagai wilayah di Indonesia, yang saya coba pakai dalam berbagai kesempatan.

Indonesia berpartipasi dalam berbagai festival dan acara ilmiah di Bulgaria. Seperti apa perkembangan dari program pertukaran budaya antara dua negara kita saat ini?

Negara saya kaya akan pertunjukan seni, tari dan musik. Itulah mengapa kami mendapat banyak penghargaan tertinggi dalam berbagai festival dan kompetisi, terutama di Bulgaria. Saya senang bahwa Indonesia adalah salah satu peserta utama dalam berbagai festival di negara Anda. Kami telah memenangkan sejumlah penghargaan Grand Prix dalam beberapa tahun terakhir.

Kami mengundang banyak orang dari Indonesia ke Bulgaria. Banyak seniman, desainer, dan budayawan datang ke Bulgaria semasa jabatan saya. Bahkan banyak teman saya sengaja datang secara personal untuk melihat keindahan Bulgaria. Saya selalu mencoba mempromosikan Bulgaria ke masyarakat Indonesia dan juga mempromosikan Indonesia di sini.

Karena rasa cinta saya kepada budaya dan keindahan alam negara Anda, saya juga berharap aktivitas serupa terjadi di Indonesia melalui Kedutaan Besar Bulgaria di Jakarta. Saya berharap dapat memperkuat hubungan, dan mengikat hati warga dua negara kita melalui budaya masing-masing.

Apakah ketertarikan pemuda Bulgaria terhadap Indonesia dan budayanya terus berkembang? Dan apakah juga sebaliknya (pemuda Indonesia terhadap Bulgaria)?

Saya melihat jumlah mahasiswa Bulgaria yang mempelajari Bahasa dan Budaya Indonesia terus bertambah. Alasan atas bertambahnya jumlah tersebut adalah keindahan dari budaya kami, kesempatan untuk berbisnis, keindahan alam untuk pariwisata di Indonesia dan yang terpenting adalah hasrat belajar yang tinggi di kalangan warga Bulgaria.

Saya melihat bagaimana warga Bulgaria selalu tertarik untuk belajar mengenai negara lain. Ini merupakan aspek kuat dari negara Anda, yang akan berimbas baik di masa mendatang.

Mengenai pemuda Indonesia, akan sangat baik jika seni dan cerita rakyat Bulgaria serta ragam kulinernya dipromosikan di Indonesia.

Terdapat hasrat nyata di kalangan pemuda kami untuk datang dan belajar di sini, tapi mendapatkan visa Bulgaria adalah rintangan bagi mereka. Sekarang giliran Bulgaria untuk memberikan kami bebas visa bagi pemegang paspor biasa. Indonesia sudah memberikan bebas visa 30 hari untuk warga Bulgaria yang ingin berkunjung Indonesia. Saya berharap kita dapat mencapai perjanjian semasa jabatan saya untuk menyelesaikan isu ini.

Sepertinya Anda meyakini kekuatan dari diplomasi budaya. Anda juga merupakan ‘jantung’ dari festival Asia pertama “Asia Closer,” dan juga dari The Colors of Traditions yang berlangsung sukses. Apa hal yang dapat menyatukan semua kedubes dari negara-negara Asia di Bulgaria, karena hampir mereka semua berpartisipasi?

Terima kasih saya sampaikan kepada Presiden Joko Widodo sehingga saya menjadi duta besar di tanah budaya Eropa Timur yang memiliki akar kuat dalam sejarah dan juga melestarikan tradisinya dengan sangat baik. Saya sangat mengapresiasi budaya di sini.

Sebagai Dubes Seniman, di tanah budaya, saya memformulasikan strategi misi saya sebagai “diplomasi budaya untuk mendorong perdamaian dan harmoni.”

Perdamaian dan harmoni muncul saat Anda menghadirkan berbagai negara lain dalam satu frame yang sama. Tentu saja, ini adalah filosofi di balik Asian Festival di Sofia.

Saya juga berterima kasih kepada teman-teman saya sesama dubes Asia, yang mempertimbangkan proposal kami, untuk berpartisipasi dalam Asia Festival untuk kali pertama, kedua dan ketiga nanti tahun ini, 2019.

Negara-negara Asia memiliki semangat Ketimuran yang sama, yang akan menjadi kekuatan besar di masa mendatang. Mereka memiliki mimpi yang sama, kepentingan dan latar belakang serupa. Bhinneka Tunggal Ika adalah praktik dari moto Indonesia, dalam konteks Bulgaria, dengan warna Asia. Tentu saja dengan bersatu, kita akan semakin kuat.

Asian Festival sedang bergerak menuju sebuah merek dan saya berharap ini dapat terus berlanjut. Saya sangat berterima kasih kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla, Iliana Yotova yang membuat Asian Festival pertama pada 2017 dan kepada Presiden Rumen Radev yang membuat festival di 2018.

Terakhir, pertanyaan personal. Selain menjadi dubes yang sangat aktif, Anda adalah salah satu wanita elegan di sini. Bagaimana Anda bisa menerapkan kombinasi yang sulit seperti itu, dan bagaimana Anda bisa tetap tampil prima?

Ini adalah pujian besar, dan semua wanita di luar sana selalu senang atas pujian seperti ini. 

Saya menerima pujian ini, dan saya rasa kecantikan itu berada di mata orang yang melihatnya. Kemampuan untuk melihat keindahan dan kecantikan, mengindikasikan adanya jiwa yang cantik. Sebagian orang selalu melihat ketidaksempurnaan, tapi ada banyak orang yang belajar dari Yesus Kristus, yang selalu mencari dan melihat keindahan di segala hal, terutama kepribadian manusia.

Dalam momen Natal ini, saat orang-orang menyebut nama Yesus Kristus, itu artinya juga merayakan Kelahirannya untuk memberikan cinta dan perdamaian kepada manusia. Selamat Natal untuk warga Bulgaria dan seluruh Kristiani. Tchestita Koleda y Nova Godina!


Dubes Astari bersama petinggi Bulgaria dan jajaran staf KBRI Sofia. (Foto: KBRI Sofia)

Sri Astari Rasjid, anak perempuan dari seorang diplomat, menghabiskan masa kecilnya di India dan Burma. Dia menyelesaikan pendidikan utamanya di Jakarta dan menjadi Editor majalah fashion di masa remaja.

Dia kemudian melanjutkan studi desain di London. Kembali ke Indonesia, dia menjadi desainer fashion, kemudian ibu rumah tangga.

Waktu berlalu dan dia melanjutkan hasratnya dalam bidang seni dan menjadi seniman profesional di Indonesia, yang mewakili negaranya dalam berbagai pameran di seluruh dunia.

Pada 2016, dia ditunjuk menjadi Duta Besar Indonesia untuk Bulgaria, Albania dan Masedonia oleh Presiden Joko Widodo.

Sri Astari Rasjid melihat Bulgaria sebagai tanah budaya di Eropa Timur. Dia mendeskripsikan misi strategisnya sebagai “Diplomasi Budaya untuk Mendorong Perdamaian dan Harmoni,” dengan harapan dapat membuka lebih banyak pintu terhadap kerja sama bilateral lainnya, seperti di bidang perdagangan, pariwisata dan investasi.

(WIL)