Deadline Brexit Dapat Diperpanjang atas Permintaan Inggris

Paris: Uni Eropa dapat memperpanjang tenggat waktu atau deadline Brexit pada 29 Maret jika Inggris memang melayangkan permintaan seperti itu. Demikian disampaikan Menteri Urusan Eropa Prancis Nathalie Loiseau, Rabu 16 Januari 2018.

Parlemen Inggris telah menolak perjanjian Brexit yang disepakati Perdana Menteri Theresa May dengan Uni Eropa dalam sebuah pemungutan suara di London pada 15 Januari. Penolaka ini membuat masa depan Inggris di UE menjadi semakin tidak pasti.

“Saat ini, apa yang saya ucapkan baru sebatas teori, karena (PM) May belum pernah melayangkan permintaan, begitu juga dengan pejabat Inggris lainnya,” tutur Loiseau kepada radio France Inter.

“Secara teknis, hal itu (memperpanjang tenggat waktu) memungkinkan. Inggris harus memintanya, dan permintaan itu harus disepakati secara bulat oleh 27 anggota UE,” lanjut dia.

Namun jika nanti deadline diperpanjang, lantas apa yang akan dilakukan Inggris? Loiseau meminta Inggris untuk segera menyatakan sikap usai penolakan perjanjian Brexit.

UE terkejut saat mendengar parlemen Inggris menolak perjanjian Brexit. Loiseau menyebut semua negara anggota menganggap perjanjian tersebut adalah “satu-satunya solusi yang memungkinkan” untuk menyelesaikan isu Brexit.

“Perjanjian itu seharusnya tidak perlu diperiksa lagi. Kami telah mengeksplorasi segala opsi. Jika Inggris ingin tetap dekat dengan UE meski sudah berpisah, perjanjian tersebut adalah jawabannya,” tambah dia.

Opsi lain, tambah Loiseau, adalah “tidak ada perjanjian, atau tidak ada Brexit.” Dalam sebuah pesan personal kepada Inggris, Loiseau mengatakan, “ayo cepat, 28 Maret sudah di depan mata.”

Dalam voting perjanjian Brexit, 432 anggota parlemen menolak dan hanya 202 yang menyetujui. Ini merupakan kekalahan terbesar di level parlemen dalam sejarah politik modern Inggris.

Baca: Brexit Ditolak, PM Inggris Hadapi Mosi Tidak Percaya

(WIL)