Bayi Berhasil Bertahan dari Gedung Roboh di Rusia

Bangunan di Rusia yang roboh akibat ledakan gas. (Foto: AFP).

Magnitogorsk: Tim penyelamat berhasil menolong bocah lelaki berusia 10 bulan hidup-hidup dari puing-puing ledakan gas di sebuah blok apartemen Rusia. Insiden itu menewaskan sedikitnya tujuh orang dan membuat puluhan orang dikhawatirkan terperangkap.

Baca juga: Bangunan Roboh di Rusia, Tujuh Warga Dilaporkan Tewas.

Pekerja darurat melawan waktu untuk menggali korban dari reruntuhan ledakan dengan suhu yang dipastikan turun serendah minus 24 derajat Celcius.

Anak tersebut diselamatkan dari lokasi, meskipun laporan menunjukkan bayi laki-laki itu terluka parah dan prospek kesembuhannya tidak jelas. Setelah ditarik dari puing-puing, seorang petugas medis segera menyuntikkan sesuatu kepada anak itu sebelum ia dibawa pergi dari lokasi kejadian.

Ledakan menyebabkan runtuhnya sebagian bangunan sembilan lantai di kota Magnitogorsk, Rusia selatan, tempat seruan minta tolong dilaporkan terdengar di bawah bangunan yang hancur.

Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan perjalanan ke lokasi ledakan pada Senin dan mengunjungi korban terluka di rumah sakit. Menteri Situasi Darurat, Yevgeny Zinichev, mengatakan pada pertemuan dengan presiden Rusia bahwa mungkin antara 36 dan 40 orang di bawah puing-puing.

Pihak kementerian mengatakan, sekitar 110 orang tinggal di gedung. Para pejabat menjelaskan kemungkinan menemukan korban yang selamat semakin menipis seiring berlalunya hari.

“Kita harus bekerja secepat mungkin karena suhu tidak memberi kita waktu untuk berlama-lama,” kata Wakil Menteri Kedaruratan, Pavel Baryshev, seperti dikutip dari Sky News, Selasa 1 Januari 2019.

Kementerian darurat sebelumnya mengatakan bahwa lima korban berada di rumah sakit. Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 6.00 pagi waktu setempat, ketika banyak orang tidur pada hari libur nasional Rusia. Magnitogorsk adalah kota berpenduduk sekitar 400.000 jiwa berjarak lebih 1.000 kilometer dari Moskow.

Terjadi insiden serupa di Rusia dalam beberapa tahun terakhir karena infrastruktur yang lapuk dan keamanan yang buruk atas penggunaan gas. Pada 2015, setidaknya lima orang tewas ketika ledakan gas merusak sebuah gedung apartemen di kota Volgograd.

(FJR)