Harga Pakan Melambung, Peternak Desak Pemerintah Penuhi Pasokan Jagung

JawaPos.com – Ketersediaan pasokan jagung sebagai bahan dasar untuk pakan peternakan ayam kembali bermasalah. Forum Peternak Layer Nasional mendesak Kementerian Pertanian untuk memperhatikan kebutuhan jagung nasional sehingga tidak menimbulkan gejolak yang merugikan peternak.

Presidium Forum Peternak Layer Nasional, Ki Musbar Mesdi mempertanyakan sikap Kementerian Pertanian dalam mendukung ketersediaan bahan baku pakan. Di satu sisi, Kementan terus mengimbau peternak layer untuk meningkatkan produksi agar tidak perlu dilakukan impor daging maupun telur ayam ras.

Tapi di sisi lain, Kementan seakan menghambat turunnya surat rekomendasi impor yang telah disepakati karena adanya kontradiksi dalam internalnya.

“Kita meminta Kementan untuk memenuhi kebutuhan kami. Masak untuk hal yang segenting ini, yang menyangkut kepentingan nasional, sudah hampir seminggu buat rekomendasi impor saja nggak turun-turun. Ada apa sebenarnya?” keluhnya kapad media di Jakarta, Kamis (8/11).

Presidium Forum Peternak Layer Nasional, Ki Musbar Mesdi pun menganggap, sikap kementerian ini tidak adil. Di satu sisi, Kementan terus mengimbau peternak layer untuk meningkatkna produksi agar tidak perlu dilakukan impor daging maupun telur ayam ras. Tapi di sisi lain, Kementan seakan menghambat turunnya surat rekomendasi impor yang telah disepakati karena adanya kontradiksi dalam internalnya.

“Kita menggugat ketidakadilan posisi dari Kementan untuk memenuhi kebutuhan kami. Masak untuk hal yang segenting ini, yang menyangkut kepentingan nasional, sudah hampir seminggu buat rekomendasi impor saja nggak turun-turun. Ada apa sebenarnya?” keluhnya kapad media di Jakarta, Kamis (8/11).

Ki Musbar mengingatkan, dengan harga jagung yang saat ini sudah ada yang mencapai Rp5.800 per kilogram, ancaman naikknya harga telur yang merupakan salah satu sumber protein utama nasional di bulan Desember semakin pasti. Soalnya biaya jagung berkontribusi 50% dari total biaya produksi pakan.

Untuk itulah, ia mendesak agar surat rekomendasi impor dapat segera diturunkan. Tidak dapat disanggah, peternak layer membutuhkan kejelasan suplai jagung sampai akhir tahun nanti.

Terus berulangnya kejadian kelangkaan jagung pun membuat paternal memandang Mentan Amran Sulaiman tidak bisa mengantisipasi rutinitas tahunan ini. Pasalnya, tiap tahun di kisaran bulan Juli—Oktober, harga jagung memang biasa naik.

Sebaliknya, di sidak tadi pagi di Pasar Beras Cipinang, Menteri Amran Sulaiman terus menegaskan, impor jagung 100 ribu ton bukan karena tidak ada produksi. Sebab faktanya ia mengklaim, Kementan sudah sukses menyetop impor jagung sebanyak 3,7 juta ton.

Adanya impor jagung 100 ribu ton menjelang akhir tahun ini sekadar untuk mengontrol kestabilan harga. Ini juga merupakan respons dari demo hampir 2 juta peternak di Blitar yang mengatakan mahalnya jarga jagung.

“Sebentar lagi kita panen raya lagi ini sebagai kontrol saja. Jangan judulnya pemerintah impor 100 ribu ton, titik,” tegas Amran kepada pers soal impor jagung.

(ask/JPC)