Istri Mantan Kepala Interpol Cari Suaka di Prancis

Lyon: Istri dari Meng Hongwei, mantan kepala Kepolisian Internasional (Interpol) yang ditahan di Tiongkok sejak September tahun lalu, berusaha mencari suaka untuk diri sendiri dan dua anak kembarnya.

Grace Meng dan anak kembarnya yang berusia tujuh tahun selama ini tinggal di Lyon, kota tempat markas Interpol berdiri. Meng Hongwei dinyatakan hilang saat dirinya melakukan sebuah kunjungan ke Tiongkok.

Oktober lalu, otoritas Tiongkok mengatakan Meng sedang diselidiki atas dugaan menerima suap. Istri dan dua anak Meng yang berada di bawah perlindungan polisi, dikabarkan menerima sejumlah ancaman.

Baca: Mantan Presiden Interpol Dituduh Terima Suap

Mengutip dari radio France Inter, Jumat 18 Januari 2019, Grace mengaku “takut mereka akan menculik saya.”

“Saya menerima beberapa telepon aneh. Bahkan mobil saya dirusak. Dua warga Tiongkok — seorang pria dan wanita — mengikuti saya ke hotel,” lanjut dia, seperti dikutip dari laman BBC.

Dalam beberapa wawancara media, Grace menolak menunjukkan wajah atas alasan keamanan. Di hari suaminya dinyatakan hilang, Grace menyebut Meng sempat mengiriminya sebuah pesan di media sosial berbunyi, “tunggu telepon dari saya.” Usai pesan itu, Grace mengaku Meng mengirim simbol pisau yang mengindikasikan bahaya.

Sejak hilang pada 25 September, belum ada detail lebih lanjut mengenai kondisi Meng di penjara atau tuntutan apa yang dilayangkan kepadanya. Jabatan pria berusia 65 tahun itu sebagai kepala Interpol sebagian besar hanya bersifat seremonial, dan dirinya juga tidak diwajibkan untuk sering pulang ke Negeri Tirai Bambu.

Meng pernah menjadi satu dari enam wakil menteri berpengaruh Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, dan juga memiliki 40 tahun pengalaman di sistem pengadilan kriminal negaranya.

Dia dipilih menjadi presiden Interpol pada November 2016, yang menjadikannya warga pertama asal Tiongkok di jabatan tersebut. Masa jabatan Meng seharusnya berlanjut hingga 2020.

(WIL)

Tangis Warga Polandia untuk Wali Kota yang Dibunuh

Gdansk: Ribuan warga Polandia berkumpul di kota Gdansk, Sabtu 19 Januari 2019, dalam menghadiri prosesi pemakaman Wali Kota Pawel Adamowicz. Penusukan terhadap Adamowicz mengejutkan warga Polandia, dan juga memunculkan pertanyaan mengenai ujaran kebencian dalam politik di negara tersebut.

Sekitar 3.500 orang, termasuk Presiden Polandia Andrzej Duda dan Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk, menghadiri prosesi pemakaman Adamowicz. Duda telah mengumumkan satu hari berkabung nasional untuk mengenang Adamowicz.

Adamowicz, 54, ditusuk di bagian jantung di hadapan ratusan orang yang sedang menghadiri acara penggalangan dana. Korban ditusuk mantan narapidana yang membawa pisau.

Pelaku, pria berusia 27 tahun, dilaporkan pernah mengalami masalah kejiwaan dan telah menjalani hukuman lima tahun penjara atas perampokan bersenjata.

Belum lama ini bebas, pelaku mengaku kembali dijebloskan ke penjara oleh pemerintahan Polandia sebelumnya, yang dipimpin partai Civic Plattofm (PO). Adamowicz sempat berada di partai tersebut.

Bagi banyak warga Polandia, pembunuhan Adamowicz tidak semata disalahkan kepada pelaku, tapi juga maraknya ujaran kebencian dan perpecahan antar partai politik di negara tersebut.

“Kebencian yang telah membunuh Pawel,” tutur pemimpin PO Grzegorz Schetyna di hadapan para anggota parlemen, seperti disitat dari laman AFP.

“Ujaran kebencian ini diarahkan kepada seorang pria, yang dengan dibantu ribuan warga Gdansk telah berhasil membangun kota yang luar biasa ini,” tambah dia.

Politikus dari PO dan partai berkuasa PiS telah bersitegang selama bertahun-tahun, begitu juga dengan pendukung kedua kubu di dunia maya. Sejumlah kritikus menuduh pemerintah Polandia secara tidak langsung mengizinkan adanya atmosfer permusuhan.

Sejumlah media membandingkan penusukan Adamowicz dengan pembunuhan presiden Polandia Gabriel Narutowicz pada 1922, Kala itu, sang presiden dibunuh seorang nasionalis fanatik.

Sejak kematian Adamowicz, kepolisian Polandia telah menangkap beberapa orang yang diduga telah menuliskan kata-kata ancaman kepada politikus.

(WIL)

Visa Ditolak, Pengungsi Suriah Batal Berobat ke AS

Berlin: Seorang remaja perempuan yang merupakan pengungsi asal Suriah batal berobat ke Amerika Serikat (AS) karena visanya ditolak. Suriah merupakan salah satu dari sekian negara yang terdaftar di larangan masuk ke AS.

Marwa al-Shekh Ameen yang saat ini tinggal di Jerman, disarankan untuk berobat ke AS untuk menyembuhkan luka bakarnya di wajah, lengan dan dada akibat serangan bom di Suriah.

Dilansir Guardian, Sabtu 19 Januari 2019, Rumah Sakit Anak Shriners di Boston menjanjikan dapat merawat Marwa pada November 2018 dan akan menyediakan tempat tinggal sementara untuk dia dan ayahnya.

Namun, visa tak didapat oleh keduanya pada 20 Desember 2018 dengan alasan tidak ada cukup bukti untuk memastikan Marwa dan ayahnya akan kembali ke Jerman.

Sebelumnya, Marwa telah mengatakan bahwa keenam saudara kandungnya, kakek, nenek, paman dan keluarganya yang lain telah bermigrasi ke Jerman tepatnya di Nuremberg.

Baca: Larangan Masuk WN Mayoritas Muslim ke AS Berlaku Hari Ini

Saat ini, lebih dari 33.176 aplikasi visa dari warga negara yang dilarang masuk ke AS tersebut telah diberi keringanan sekiar 2 persen dari Desember 2017 hingga Mei 2018.

Dua anggota Parlemen Jerman juga menulis surat terbuka untuk AS demi mendukung Marwa dapat berobat di Negeri Paman Sam tersebut. Mereka juga dapat menjamin bahwa Marwa dan ayahnya akan kembali ke Jerman. 

Pada 2016, wajah Marwa terbakar setelah lampu minyak tanah jatuh karena serangan bom di dekat rumahnya di Suriah. Akibat perang yang tak kunjung usai, Marwa dan keluarganya melarikan diri ke Turki.

Presiden AS Donald Trump, pada Juni 2017, menetapkan bahwa orang-orang dari Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman memasuki AS selama 90 hari, sementara untuk pengungsi diberlakukan selama 120 hari.

(WIL)

Dua Jet Tempur Rusia Bertabrakan di Wilayah Udara Jepang

Dua pesawat Sukho SU-34 milik Rusia di pameran dirgantara MAKS 2017 di Zhukovsky. (Foto: AFP).

Moskow: Kecelakaan pesawat tempur dialami oleh Angkatan Udara Rusia. Dua dari jet tempur mereka bertabrakan di atas wilayah udara Jepang saat melakukan penerbangan pelatihan.

“Dua jet tempur SU-34 bertabrakan di atas Laut Jepang saat latihan. Awak dari kedua pesawat itu berhasil menyelamatkan diri,” ujar pihak Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dikutip AFP, Jumat, 18 Januari 2019.

Jet tempur itu berada di udara sekitar 35 kilometer dari pesisir wilayah timur jauh Rusia. Mereka bertabrakan setelah melakukan suatu manuver.

Pada akhirnya kedua pilot kemudian diselamatkan saat operasi yang melibatkan beberapa armada Pasifik Rusia. Hingga saat ini tidak diketahui apa penyebab tabrakan itu.

Sementara penyelidikan atas insiden masih terus berlanjut. Saat tabrakan terjadi, kedua jet itu tidak membawa senjata.

(FJR)

Kendarai Mobil Sendiri, Suami Ratu Inggris Kecelakaan

Mobil Pangeran Philip yang terbalik. (Foto: BBC)

London: Pangeran Philip, suami dari Ratu Elizabeth II, mengalami kecelakaan saat mengemudi di dekat perkebunan Queen’s Sandringham. Beruntung, pria berusia 97 tahun ini tidak terluka.

Diketahui sekitar pukul 15.00 sore waktu setempat, Pangeran Philip mengendarai Land Rover dan tergelincir serta menabrak sebuah mobil Kia. Dua wanita di dalamnya terluka ringan.

Dilansir dari BBC, Jumat 18 Januari 2019, mobil yang dikendarai Pangeran Philip pun terbalik. Warga yang melihat membantu sang pangeran untuk keluar dari mobil.

“Ia sadar tapi tampak sangat terkejut karena kecelakaan tersebut,” kata seorang saksi mata.

Sempat ditutup, lokasi kecelakaan tersebut kini sudah dibuka kembali dan dua korban terluka pun telah kembali dari rumah sakit.

Di sekitar lokasi kecelakaan, terdapat banyak pecahan kaca dan beberapa bagian mobil yang rusak. Selain itu, masih ada beberapa mobil polisi yang berjaga.

Istana Buckingham pun mengonfirmasi bahwa Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II memang sedang tidak tinggal di Istana, melainkan di perkebunan di kawasan Norfolk, sejak Natal 2018.

(FJR)

Populasi Menurun, Norwegia Butuh Lebih Banyak Anak

Ilustrasi anak-anak. (Foto: AFP)

Oslo: Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg memperingatkan bahwa populasi manusia di negaranya bisa merosot drastis jika tidak ada angka kelahiran yang signifikan tiap tahunnya.

“Norwegia membutuhkan lebih banyak anak kecil. Saya rasa saya tidak perlu memberitahu siapa pun bagaimana hal ini dilakukan,” kata Solberg, dikutip dari AFP, Kamis 17 Januari 2019.

Menurut Solberg, negara-negara Nordik saat ini membutuhkan banyak anak-anak dan generasi muda. Sebab, populasi negara-negara tersebut, termasuk Norwegia, mayoritas adalah orangtua.

“Dalam beberapa dekade mendatang, kita akan menghadapi masalah dengan kekurangan anak-anak dan generasi muda,” ujar dia lagi.

Di Norwegia, Finlandia dan Islandia, tingkat kelahiran turun ke posisi terendah dalam sejarah. Norwegia harus mencapai skala 2,1 agar populasi mereka tetap stabil. Sedangkan, di tahun 2017, angka kelahiran hanya mencapai skala 1,49-1,71.

Menurunnya angka kelahiran juga bisa menyebabkan lambatnya pertumbuhan ekonomi. Bahkan, saat ini ada gagasan agar perempuan di Norwegia mendapatkan uang dari setiap anak yang lahir. 

Namun, ada gagasan lain pula yang menyebutkan bahwa perempuan di Norwegia yang usianya telah mencapai 50 tahun dan tak memiliki anak, harus membayar denda. 

(FJR)

Lolos Mosi Tidak Percaya, PM Inggris Batal Lengser

PM Inggris Theresa May berpidato usai memenangkan mosi tidak percaya. (Foto: AFP)

London: Menang di pemungutan suara mosi tidak percaya yang dilakukan Parlemen Inggris, Theresa May berhasil mempertahankan posisinya sebagai perdana menteri. May menang 325 suara melawan 306 suara. 

“Semua politisi dan semua pihak harus mengesampingkan kepentingan pribadi dan harus berkonsultasi dengan anggota parlemen untuk semua keputusan,” kata May, usai hasil pemungutan suara diumumkan.

Dilansir dari Guardian, Kamis 17 Januari 2019, para anggota parlemen rendah Inggris mengadakan mosi tidak percaya usai menolak rancangan perjanjian Brexit milik May.

Pemungutan suara ini diajukan oleh kubu oposisi yang dipimpin Jeremy Corbyn. 

“Saya akan melanjutkan upaya mewujudkan Brexit dan mengatakan sudah tugas saya untuk menemukan jalan keluar yang bisa disepakati Parlemen,” lanjut May lagi.

Baca: Brexit Ditolak, PM Inggris Hadapi Mosi Tidak Percaya

May mendapat dukungan dari partai Irlandia Utara, DUP, dan para anggota Partai Konservatif yang sebelumnya memberikan suara untuk menolak rancangan perjanjian Brexit yang ia ajukan.

Dirancang selama hampir dua tahun, perjanjian Brexit yang ditolak ini membuat masa depan Inggris semakin tidak pasti. Uni Eropa menyerukan kepada Inggris untuk mengatakan apa yang sebenarnya diinginkan kerajaan tersebut.

“Jika sebuah perjanjian tidak memungkinkan, dan tidak ada yang menginginkan perjanjian, maka siapa yang berani mengatakan apa solusi positif dari semua ini?” tanya Presiden UE Donald Tusk di Twitter, seperti dikutip dari laman AFP.

Jean-Claude Juncker, Presiden Komisi Eropa, pernah mengingatkan mengenai risiko “tidak adanya perjanjian” terkait Brexit — sebuah hasil yang dapat mengganggu sektor perdagangan, memperlambat perekonomian Inggris dan merusak pasar finansial.

Pemerintah Irlandia — satu-satunya anggota UE yang berbagi perbatasan darat dengan Inggris — mengaku sedang mempersiapkan diri menghadapi dampak dari “kacaunya masalah Brexit.”

(FJR)

Tiga Skenario Bagi PM Inggris Usai Penolakan Brexit

London: Parlemen Inggris menolak kesepakatan Brexit (keluarnya Inggris dari Uni Eropa) yang diajukan oleh Perdana Menteri Theresa May. Hasil voting 15 Januari itu memicu masalah bagi posisi May sebagai Perdana Menteri Inggris.

Baca juga: Brexit Ditolak, PM Inggris Hadapi Mosi Tidak Percaya.

Namun ada tiga skenario utama yang bisa diambil cepat oleh Pemerintah Inggris untuk mengatasi masalah ini. Waktunya hingga 29 Maret 2019, di mana Inggris akan resmi berpisah dengan Uni Eropa setelah bersama selama 46 tahun.

Mencoba lagi

Pemerintah Inggris dan para pemimpin di Uni Eropa (UE) mengatakan, kesepakatan Brexit itu adalah kompromi yang terbaik dihasilkan. Meskipun ditolak parlemen, PM May menegaskan bahwa kesepakatan itu adalah satu-satunya pilihan.

Anggota parlemen dari Partai Konservatif,-partai yang mengusung May,- mengatakan bahwa kesepakatan itu tetap menjaga kedekatan Inggris dengan UE. Sementara pihak oposisi melihat pemerintah gagal untuk melindungi hubungan ekonomi dengan blok negara Eropa barat itu.

Kedua belah pihak di parlemen juga tidak menyukai rencana tetap membuka perbatasan Irlandia. Selama ini Irlandia dianggap sebagai pintu belakang, yang bisa memaksa Inggris mengikuti aturan perdagangan Eropa.

PM May sebelumnya sudah mengupayakan konsensi dengan para pemimpin UE, tetapi mereka menolak mengubah kesepakatan itu. Tetapi para pengkritik tidak yakin.

Pada Selasa, May memperingatkan  tidak ada ‘kesepakatan alternatif’ mengenai UE. Tetapi dia menegaskan terbuka untuk melakukan diskusi dengan para anggota parlemen mengenai ‘hal yang bisa dinegosiasikan’ dan bisa ‘mengeksplorasinya bersama Uni Eropa’. Adapun Jaksa Agung Geoffrey Cox menyebutkan bahwa kesepakatan Brexit akan kembali bentuk dan isi yang sama.

Tidak ada kesepakatan

Ini disebut sebagai skenario kiamat yang bisa memicu terjadinya resesi di Inggris serta memperlambat pertumbuhan ekonomi Uni Eropa. Ini adalah skenario pasti jika Parlemen Inggris tetap menolak kesepakatan itu dan tidak ada solusi tercapai sebelum 29 Maret.

Kesepakatan yang dibuat PM May bermaksud agar Inggris sebagai kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia, bisa mempertahankan kesepakatan dagangnya dengan Uni Eropa. Selama ini, UE merupakan pasar ekspor besar bagi Negeri Ratu Elizabeth.

Perubahan tiba-tiba menuju standar berbeda akan menimbulkan dampak ekonomi di berbagai sektor. Bahkan ada kemungkinan harga berbagai kebutuhan akan naik di Inggris dan bisa menimbulkan gangguan alur logistik seperti di pelabuhan.

Pemerintah Inggris sendiri sudah melakukan persiapan selama beberapa minggu jika tidak ada kesepakatan tercapai.

Muncul pula spekulasi di London dan Brussels (Belgia markas Uni Eropa) bahwa PM May akan menunda Brexit demi menghindari skenario tidak ada kesepakatan.

Referendum kedua

Para pendukung Uni Eropa di Inggris terus menuntut dilakukannya voting ulang atas keanggotaan Inggris di organisasi ini.

Tidak ada hukum yang melarang Inggris mengulang voting itu. Tetapi banyak yang mempertanyakan, jika tindakan itu tidak demokratis.

Referendum kedua hanya menunjukkan perpecahan di Inggris. Survei menunjukkan bahwa rakyat Inggris masih terpisah mengenai isu ini.

May sebelumnya memperingatkan bahwa voting kedua bisa menimbulkan kerusakan yang tidak bisa diperbaiki atas integritas politik Inggris.

Salah satu yang memungkinkan saat ini adalah menunda perpisahan Inggris dari UE. Meskipun para diplomat UE memperingatkan hal itu hanya bisa diberikan beberapa bulan.

(FJR)

Rusia Mengaku Masih Sulit Bermitra dengan Jepang

Moskow: Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengatakan Moskow dan Tokyo masih ‘sulit bermitra’ meski kedua negara sudah berupaya menyelesaikan perseteruan terkait masalah pulau sengketa di perbatasan.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dijadwalkan bertemu di Moskow pekan mendatang. Keduanya akan membicarakan empat pulau di wilayah perbatasan yang menjadi sumber ketegangan dua negara.

Tahun lalu, Putin dan Abe sepakat meningkatkan upaya untuk menyepakati perjanjian damai demi mengakhiri ketegangan yang bermula sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Lavrov, berbicara dalam sebuah konferensi tahunan di Moskow, mengungkapkan pandangannya menjelang pertemuan Putin dan Abe. “Saat ini kita masih jauh dari membuat semacam kemitraan dalam hubungan internasional,” ungkap dia, seperti dikutip dari laman AFP, Rabu, 16 Januari 2019.

“Mengapa Jepang menjadi satu-satunya negara di dunia yang tidak dapat menerima hasil Perang Dunia II secara keseluruhan?” tanya Lavrov.

Menurut dia, mengakui hasil PD II bukan sebuah ultimatum, melainkan “bagian tak terpisahkan dari sistem internasional modern.”

Baca: Dubes Rusia: Pulau Kuril Milik Kami

Sebelumnya pada pekan ini, Lavrov telah bertemu Menlu Jepang Taro Kono. Ia meminta Tokyo mengakui kedaulatan Moskow atau Kepulauan Kuril jika ingin mengakhiri ketegangan kedua negara.

Selain soal pulau sengketa, Lavrov menilai sikap Jepang yang pro terhadap Barat juga berpotensi memperburuk hubungan antara Negeri Beruang Merah dengan Negeri Sakura.

“Jepang selalu menentang kita dalam semua resolusi terkait kepentingan Rusia di Perserikatan Bangsa-Bangsa,” sebut Lavrov.

Kepulauan Kuril, yang berjarak kurang dari 10 kilometer dari Hokkaido, Jepang, terdiri dari pulau Kunashir, Iturup, Shikotan dan Habomai. Tiga dari pulau itu berpenghuni, sementara Habomai hanya diisi petugas patroli.

Pada 1956, Jepang dan Uni Soviet menandatangani sebuah dokumen yang intinya menyerahkan Shikotan dan Habomai kepada Tokyo. Namun Jepang menolak dan meminta agar keempat pulau itu menjadi milik mereka.

(WIL)

Jerman Sebut Masih Ada Waktu untuk Negosiasikan Brexit

Kanselir Jerman Angela Merkel menggunakan komputer tablet saat menunggu pertemuan CDU di Berlin, 15 Januari 2019. (Foto: AFP/dpa/BERND VON JUTRCZENKA)

Berlin: Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan “masih ada waktu untuk bernegosiasi,” usai parlemen Inggris menolak perjanjian Brexit yang disepakati antara Perdana Menteri Theresa May dengan Uni Eropa.

Tenggat waktu bagi Inggris untuk Brexit, atau keluar dari keanggotaan UE, adalah 29 Maret mendatang.

“Kami masih memiliki waktu untuk bernegosiasi, tapi sekarang kami masih menunggu apa yang akan diajukan perdana menteri (Theresa May),” tutur Merkel dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita NTV, Rabu 16 Januari 2019.

“Saya sangat menyayangkan parlemen Inggris tadi malam menolak perjanjian itu,” lanjut dia.

Menurut Merkel, segala sesuatu tentang Brexit ini hanya tergantung dari sisi Inggris. Ia mendesak PM May untuk segera memberitahu UE, apa yang sebenarnya diinginkan Inggris.

“Kami ingin meminimalisasi dampak buruk dari semua ini, karena saya yakin pasti akan ada. Itulah mengapa kami ingin berusaha mencapai solusi yang baik. Tapi kami juga menyiapkan diri jika solusi semacam itu tidak pernah tercapai,” sebut Merkel.

Pernyataan senada telah disampaikan Menteri Urusan Eropa Prancis Nathalie Loiseau. Menurutnya, deadline Brexit dapat diperpanjang jika Inggris memang menginginkan hal tersebut.

“Secara teknis, hal itu (memperpanjang tenggat waktu) memungkinkan. Inggris harus memintanya, dan permintaan itu harus disepakati secara bulat oleh 27 anggota UE,” ungkap Loiseau.

Dalam voting perjanjian Brexit, 432 anggota parlemen menolak dan hanya 202 yang menyetujui. Ini merupakan kekalahan terbesar di level parlemen dalam sejarah politik modern Inggris.

(WIL)

Deadline Brexit Dapat Diperpanjang atas Permintaan Inggris

Paris: Uni Eropa dapat memperpanjang tenggat waktu atau deadline Brexit pada 29 Maret jika Inggris memang melayangkan permintaan seperti itu. Demikian disampaikan Menteri Urusan Eropa Prancis Nathalie Loiseau, Rabu 16 Januari 2018.

Parlemen Inggris telah menolak perjanjian Brexit yang disepakati Perdana Menteri Theresa May dengan Uni Eropa dalam sebuah pemungutan suara di London pada 15 Januari. Penolaka ini membuat masa depan Inggris di UE menjadi semakin tidak pasti.

“Saat ini, apa yang saya ucapkan baru sebatas teori, karena (PM) May belum pernah melayangkan permintaan, begitu juga dengan pejabat Inggris lainnya,” tutur Loiseau kepada radio France Inter.

“Secara teknis, hal itu (memperpanjang tenggat waktu) memungkinkan. Inggris harus memintanya, dan permintaan itu harus disepakati secara bulat oleh 27 anggota UE,” lanjut dia.

Namun jika nanti deadline diperpanjang, lantas apa yang akan dilakukan Inggris? Loiseau meminta Inggris untuk segera menyatakan sikap usai penolakan perjanjian Brexit.

UE terkejut saat mendengar parlemen Inggris menolak perjanjian Brexit. Loiseau menyebut semua negara anggota menganggap perjanjian tersebut adalah “satu-satunya solusi yang memungkinkan” untuk menyelesaikan isu Brexit.

“Perjanjian itu seharusnya tidak perlu diperiksa lagi. Kami telah mengeksplorasi segala opsi. Jika Inggris ingin tetap dekat dengan UE meski sudah berpisah, perjanjian tersebut adalah jawabannya,” tambah dia.

Opsi lain, tambah Loiseau, adalah “tidak ada perjanjian, atau tidak ada Brexit.” Dalam sebuah pesan personal kepada Inggris, Loiseau mengatakan, “ayo cepat, 28 Maret sudah di depan mata.”

Dalam voting perjanjian Brexit, 432 anggota parlemen menolak dan hanya 202 yang menyetujui. Ini merupakan kekalahan terbesar di level parlemen dalam sejarah politik modern Inggris.

Baca: Brexit Ditolak, PM Inggris Hadapi Mosi Tidak Percaya

(WIL)

Pengadilan ICC Bebaskan Mantan Presiden Pantai Gading

Warga Pantai Gading bersorak usai mengetahui ICC telah memerintahkan pembebasan mantan presiden Laurent Gbagbo, 15 Januari 2019. (Foto: AFP/SIA KAMBOU)

Den Haag: Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) memerintahkan pembebasan mantan Presiden Pantai Gading Laurent Gbagbo terkait tuduhan kasus pembunuhan dan pemerkosaan massal. Selain Gbagbo, mantan Menteri Muda Pantai Gading Charles Ble Goude juga dilepaskan dari semua tuntutan.

Gbagbo dan Goude diseret ke ICC atas tuduhan serangkaian aksi kekerasan pascapemilihan umum di Pantai Gading pada 2011. Kala itu, Gbagbo menolak menyerahkan kekuasaan ke Alassane Quattara, presiden Pantai Gading saat ini. Penolakan berujung pada tewasnya sekitar 3.000 orang.

Setelah pasukan Prancis dan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengintervensi, Gbagbo dikeluarkan paksa dari sebuah tempat persembunyian bersama istrinya, Simone.

Seperti disitat dari laman Guardian, Jajaran hakim ICC menyatakan Gbagbo dan Goude tidak memiliki rencana untuk tetap berkuasa di Pantai Gading pada 2011. Oleh karena itu, ICC menilai keduanya sudah “tidak perlu lagi membela diri, karena tim jaksa juga tidak dapat menghadirkan bukti-bukti kuat.”

Keputusan ini merupakan pukulan telak bagi jaksa ICC. Namun pengadilan dilanjutkan kembali hari ini, Rabu 16 Januari 2019, di mana jaksa masih memiliki opsi untuk mengajukan banding atas putusan ICC. 

Sejak 2011, ICC sempat dituduh berat sebelah karena tidak melayangkan tuntutan apapun kepada para komandan Pantai Gading yang pro-Quattara, yang juga dituduh melakukan sejumlah aksi kekerasan. Quattara, yang terpilih lagi menjadi presiden pada 2015, dituding menggunakan ICC untuk membungkam oposisi.

Kepala Jaksa ICC, Fatou Bensouda, mengonfirmasi bahwa penyelidikan terhadap Pantai Gading masih akan berlanjut, termasuk kemungkinan soal pembantaian di Duekoue pada Maret 2011 yang menewaskan 800 orang.

“Pihak kami akan terus melakukan yang terbaik. Penderitaan para korban di Pantai Gading akan selalu berada di benak kami,” ungkap Bensouda.

(WIL)

Pejabat Keamanan Rusia Sebut Ukraina Berpotensi Bubar

Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev (kanan) dalam sebuah acara di Teheran, Iran, 26 September 2018. (Foto: AFP/ATTA KENARE)

Moskow: Seorang pejabat tinggi Rusia menyebut Ukraina berpotensi kehilangan status kenegaraan karena negara tersebut sedang dilanda berbagai masalah, salah satunya adalah intervensi dari Barat.

Kiev dan Moskow bersitegang usai krisis politik pada 2014 membuat Presiden Ukraina kala itu, Viktor Yanukovych, terguling dari jabatannya. Yanukovych dikenal sebagai tokoh pro Rusia.

Pemerintah baru Ukraian kemudian menuduh Rusia telah merebut Semenanjung Krimea lewat referendum kontroversial. Rusia juga dituduh mendukung pemberontakan di wilayah timur Ukraina.

Hampir lima tahun berlalu dari konflik tersebut, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev menilai strategi pro-Barat yang diterapkan Presiden Ukraina Petro Poroshenko dapat berujung pada bubarnya negara tersebut.

“AS menguasai otoritas di Kiev dan Poroshenko secara personal. Bahkan para pakar Rusia pun skeptis dan mempertanyakan kinerja empat tahun Petro Poroshenko sebagai kepala negara,” tutur Patrushev kepada surat kabar Rossiyskaya Gazeta, seperti dilansir dari laman Newsweek, Rabu 16 Januari 2019.

“Segala tindak tanduk otoritas Kiev akan membuat Ukraina terbelah. Ukraina menerapkan skenario Barat tanpa memerhatikan kehidupan masyarakatnya sendiri. Pada akhirnya, negara itu akan benar-benar terbelah,” lanjut dia.

“Penerapan kebijakan semacam itu secara terus-menerus mungkin juga akan membuat Ukraina kehilangan status kenegaraan,” ungkap Patrushev.

Negeri Paman Sam mendukung Ukraina dengan kekuatan militer dan penasihat untuk membantu Kiev melawan pemberontak. Meski Presiden Donald Trump bertekad memperkuat hubungan AS dengan Rusia, Washington justru meningkatkan dukungan kepada Kiev dan meningkatkan sanksi terhadap Moskow.

Perang antara pasukan Ukraina dan pemberontak di perbatasan timur sejak 2014 telah menewaskan sekitar 10 ribu orang, Status perang saat ini terhenti sementara.

Namun insiden terbaru di Selat Kirch berpotensi membuat Ukraina dan Rusia bertempur secara langsung. Insiden terjadi pada November lalu, saat Rusia menembaki tiga kapal Ukraina dan menangkap para krunya.

Baca: Presiden Ukraina Peringatkan Perang Skala Penuh dengan Rusia

(WIL)

Brexit Ditolak, PM Inggris Hadapi Mosi Tidak Percaya

London: Parlemen Inggris menolak perjanjian Brexit yang telah disepakati Perdana Menteri Theresa May dengan Uni Eropa, Selasa 15 Januari. Penolakan ini memicu pemungutan suara mosi tidak percaya terhadap PM May yang dijadwalkan digelar hari ini, Rabu 16 Januari 2019.

Dalam voting perjanjian Brexit, 432 anggota parlemen menolak dan hanya 202 yang menyetujui. Ini merupakan kekalahan terbesar di level parlemen dalam sejarah politik modern Inggris.

Dirancang selama hampir dua tahun, perjanjian Brexit yang ditolak ini membuat masa depan Inggris semakin tidak pasti. UE menyerukan kepada Inggris untuk mengatakan apa yang sebenarnya diinginkan kerajaan tersebut.

Baca: Parlemen Inggris Tolak Kesepakatan Brexit

“Jika sebuah perjanjian tidak memungkinkan, dan tidak ada yang menginginkan perjanjian, maka siapa yang berani mengatakan apa solusi positif dari semua ini?” tanya Presiden UE Donald Tusk di Twitter, seperti dikutip dari laman AFP.

Jean-Claude Juncker, Presiden Komisi Eropa, pernah mengingatkan mengenai risiko “tidak adanya perjanjian” terkait Brexit — sebuah hasil yang dapat mengganggu sektor perdagangan, memperlambat perekonomian Inggris dan merusak pasar finansial.

Pemerinta Irlandiah — satu-satunya anggota UE yang berbagi perbatasan darat dengan Inggris — mengaku sedang mempersiapkan diri menghadapi dampak dari “kacaunya masalah Brexit.”

Sementara Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz, merepresentasikan suara dominan di bidang ekonomi Benua Biru, menyerukan voting soal Brexit di Inggris sebagai “hari pahit bagi Eropa.”

Hampir semua media Inggris menempatkan berita penolakan Brexit di halaman depan. PM May disebut “hancur” dan “dipermalukan” usai perjanjian Brexit ditolak.

Halaman depan Daily Telegraph menuliskan bahwa PM May telah “dipermalukan total.” Sementara The Sun menuliskan penolakan perjanjian di parlemen sebagai “Brextinct,” yang merujuk pada kepunahan (extinct).

“Perjanjian Brexit May telah punah seperti burung dodo,” tulis The Sun, surat kabar terlaris di Inggris.

(WIL)

Usai Ditusuk, Wali Kota Gdansk Polandia Meninggal

Warsawa: Wali Kota Gdansk, sebuah kota di Polandia, Pawel Adamowicz, akhirnya meninggal di rumah sakit, sehari setelah ditusuk oleh seorang pria di acara amal.

Usai ditusuk, Adamowicz langsung dibawa ke rumah sakit dan menjalani operasi selama lebih kurang lima jam. Menteri Kesehatan Polandia mengonfirmasi Adamowicz telah mengembuskan napas terakhir.

Menurut dokter bedah yang menanganinya, Adamowicz mengalami luka serius di bagian perut dan jantung.

Dilansir dari laman BBC, Selasa 15 Januari 2019, Presiden Polandia Andrzej Duda menyebut serangan tersebut adalah kejahatan yang tidak dapat dimaafkan. Sejumlah kalangan menyampaikan ucapan belasungkawa terkait tragedi itu.

Sebelum Adamowicz dinyatakan meninggal, sejumlah pesan berantai di media sosial beredar, yang merupakan permintaan sumbangan darah tipe O dengan Rhd negatif. Sejumlah warga Gdansk pun mengantre di rumah sakit untuk menyumbangkan darah mereka. 

Baca: Wali Kota Gdansk Polandia Ditusuk

Laporan sejumlah media di Polandia menyebutkan, pelaku bernama Stefan W berusia 27 tahun yang berasal dari Gdansk. Ia memiliki catatan kejahatan dan kekerasan. Saat ini, Stefan sudah ditahan di kantor polisi.

Sebelum menusuk Adamowicz, Stefan sempat merebut mikrofon di atas panggung. Dia memperkenalkan dirinya dan mengaku tidak bersalah serta tak pantas dipenjara.

“Civic Platform benar-benar sengaja menyiksaku, dan itulah sebabnya Adamowicz pantas mati,” teriak Stefan. Setelah itu, ia langsung menikam Adamowicz yang berada di atas panggung. 

Adamowicz merupakan anggota Civil Platform pro-Polandia yang memerintah Polandia dari 2007 hingga 2015, sebelum meninggalkan partai untuk bertarung dalam pemilihan lokal sebagai sosok independen.

Adamowicz sendiri merupakan seorang liberal sejak 2015. Ia terkenal di Polandia sebagai sosok yang kerap menyuarakan hak-hak LGBT, imigran dan pengungsi. 

(WIL)

Staf Keamanan Delapan Bandara Jerman Mogok Kerja

Puluhan anggota serikat pekerja keamanan Verdi berunjuk rasa di bandara Cologne, Jerman, 10 Januari 2019. (Foto: AFP/dpa/FEDERICO GAMBARINI)

Berlin: Ratusan penerbangan dari dan menuju Jerman hampir dipastikan ditunda atau dibatalkan pada Selasa 15 Januari 2019, karena staf keamanan dari delapan bandara besar, termasuk di Frankfurt, menyatakan mogok.

Serikat pekerja keamanan Verdi menyebut aksi mogok akan berlangsung dari pukul 02.00 dini hari hingga 20.00 malam waktu setempat. Aksi berlangsung di bandara Frankfurt, Munich, Hanover, Bremen, Hamburg, Leipzig, Dresden dan Erfurt.

Asosiasi bandara ADV mengatakan sedikitnya 220 ribu calon penumpang akan terkena penundaan atau pembatalan penerbangan. Jumlah ini merupakan kalkulasi dari efek mogok yang mungkin juga berimbas pada bandara lain di luar yang sebelumnya disebutkan.

Fraport, operator bandara Frankfurt, telah membatalkan 570 dari 1.200 jadwal penerbangan. Fraport menyarankan kepada para calon penumpang untuk tidak datang ke bandara Frankfurt, terbesar keempat di Eropa, saat aksi mogok masih berlangsung.

Aksi mogok ini merupakan kelanjutan dari perselisihan antara Verdi dengan pihak perusahaan masing-masing pekerja. Pekan kemarin, aksi serupa terjadi di beberapa bandara Berlin dan Stuttgart, Colongne/Bonn serta Duesseldorf.

Baca: Staf Keamanan Mogok, 640 Penerbangan Jerman Dibatalkan

Maskapai Lufthansa menuduh Verdi sengaja meningkatkan perseteruan ini ke “level yang tidak dapat diterima lagi.” Sementara ADV menilai mogok kerja ini sebagai aksi yang “tidak bertanggung jawab.”

“Verdi melakukan aksi protes ini dengan mengorbankan calon penumpang, maskapai dan bandara,” tutur kepala ADV Ralph Beisel.

(WIL)

Dua Petugas Ski Tewas Terkena Ledakan di Alpen

Sebuah grup pendaki berusaha mencapai puncak Mont-Blanc di Pegunungan Alpen Prancis, 6 Agustus 2018. (Foto: AFP/PHILIPPE DESMAZES)

Morillon: Dua petugas patroli tewas saat alat yang biasa mereka gunakan untuk memicu salju longsor meledak di sebuah kawasan resor di Pegunungan Alpen Prancis, Minggu 13 Januari 2019. Kala itu, keduanya sedang berusaha membersihkan sebuah area resor dari ancaman longsor.

“Kecelakaan terjadi pada Minggu pagi di Morillo, sebelum tempat bermain ski itu dibuka untuk umum,” kata seorang petugas patroli gunung di wilayah Haute-Savoie, seperti disitat dari ITV, Minggu 13 Januari 2019.

Investigasi sedang berlangsung untuk menentukan mengapa ledakan tersebut dapat terjadi. Petugas patroli di Alpen bertugas menjaga keselamatan para pemain ski, salah satunya meminimalisasi ancaman salju longsor dengan bahan peledak.

Risiko terjadinya salju longsor di Morillon pada akhir pekan kemarin berada dalam status “tinggi” di skala 4 dari 5. Risiko semakin tinggi jika area terus diguyur hujan salju sepanjang hari.

Kabar kematian dua petugas ini muncul saat tiga pemain ski asal Jerman tewas terkena salju longsor di Austria. Satu pemain ski lainnya dalam rombongan warga Jerman itu masih dilaporkan hilang.

Jasad tiga pria — berusia 57, 36 dan 32 tahun — ditemukan pada Sabtu malam di dekat resor ski Lech. Ketiganya ditemukan beberapa jam usai istri dari salah satu pemain ski melapor ke polisi.

Kepolisian di Vorarlberg, sebuah provinsi di Austria, mengaku harus menunda pencarian korban keempat karena risiko salju longsor.

(WIL)

Jasad Keempat Ditemukan di Toko Roti Paris

Puing dan sejumlah mobil rusak terkena ledakan dari sebuah toko roti di Paris, Prancis, 12 Januari 2019. (Foto: AFP/CARL LABROSSE)

Paris: Korban tewas dalam ledakan di sebuah toko roti di Paris, Prancis, bertambah menjadi empat orang setelah tim penyelamat menemukan jasad keempat di bawah puing-puing bangunan.

Ledakan di Rue de Trevise pada Sabtu 12 Januari itu juga melukai puluhan orang, 10 di antaranya berada dalam kondisi kritis. Kebocoran gas diduga menjadi penyebab ledakan.

Dua petugas pemadam tewas dalam ledakan, saat mereka memeriksa letak kebocoran gas di toko tersebut. Keduanya diketahui bernama Simon Cartannaz dan Nathanael Josselin.

Korban tewas ketiga adalah seorang turis wanita asal Spanyol. Identitas korban keempat belum diketahui.

Baca: Ledakan di Toko Roti Paris Tewaskan Tiga Orang

“Sekitar 30 petugas dikerahkan ke lokasi untuk menelusuri puing-puing toko. Otoritas Paris menyebut penghuni dari 12 bangunan yang juga terkena imbas ledakan telah dievakuasi,” kata juru bicara Departemen Kebakaran Paris Eric Moulin, seperti disitir dari laman ITV, Minggu 13 Januari 2019.

Pemerintah Prancis menyediakan akomodasi sementara bagi 40 orang yang terkena imbas ledakan. Sementara puluhan lainnya mengungsi sementara ke rumah keluarga atau teman.

(WIL)

Macron Ingin Redam Rompi Kuning Lewat Debat Nasional

Seorang demonstran rompi kuning berdiri di samping spanduk bertuliskan pengunduran diri Macron di Le Mans, 13 Januari 2019. (Foto: AFP/JEAN-FRANCOIS MONIER)

Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron telah meluncurkan “debat nasional” untuk meredam gelombang aksi unjuk rasa ‘rompi kuning’ yang telah bergulir sejak November tahun lalu. Macron berharap konsultasi publik berskala nasional ini dapat meredam, atau bahkan menghentikan gerakan rompi kuning atau gilet jaunes secara damai.

Tekad Macron disampaikan lewat sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Prancis, yang akan diterbitkan di sejumlah media nasional pada Senin 14 Januari 2019.

Dalam surat tersebut, Macron mengaku terbuka menerima ide dan saran dari masyarakat. Namun ia menegaskan pemerintahan Prancis tidak akan membatalkan beberapa reformasi atau kebijakan yang sudah ditetapkan sejak pemilihan umum 2017.

“Tidak ada pertanyaan yang dilarang,” tulis Macron dalam surat tersebut, seperti dilansir dari kantor berita AFP

Baca: Macron Kecam Kekerasan Ekstrem Demonstran Rompi Kuning

“Kita tidak akan selalu setuju untuk semua hal. Tidak apa, itu normal. Itu adalah demokrasi. Tapi setidaknya kita akan menunjukkan bahwa kita adalah masyarakat yang tidak takut berbicara, bertukar pandangan dan berdebat. Mungkin saja nantinya kita akan menyepakati sesuatu,” lanjutnya.

Gelombang unjuk rasa rompi kuning masih berlanjut hingga sekarang, dan aksi terbaru terjadi pada Sabtu kemarin. Walau format pasti debat belum diketahui, intinya Macron ingin mengundang warga untuk memberikan pandangannya terhadap empat tema utama, yakni perpajakan, institusi negara, demokrasi dan kewarganegaraan.

Macron menyebut sejumlah proposal yang dikumpulkan dari warga nantinya akan dikumpulkan dan menjadi “kontrak baru bagi negara.” Kontrak itu disebut Macron dapat memengaruhi proses pengambilan kebijakan dan posisi Prancis dalam isu nasional dan internasional.

“Inilah yang saya ingin lakukan bersama Anda semua, untuk mengubah kemarahan menjadi solusi,” ungkap Macron di dalam surat.

(WIL)

Wali Kota Gdansk Polandia Ditusuk

Pelaku diringkus polisi di atas panggung. (Foto: AFP)

Warsawa: Wali Kota Gdansk, sebuah kota di Polandia, Pawel Adamowicz ditikam oleh seorang pria ketika sedang menggelar konser amal. Kondisinya disebut cukup serius.

Serangan ini terjadi ketika Adamowicz sedang mengadakan konser amal yaitu perayaan tahunan Orkestra Natal. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk membeli peralatan guna merawat anak-anak di rumah sakit yang dikelola pemerintah. 

Laporan sejumlah media di Polandia menyebutkan, pelaku bernama Stefan W berusia 27 tahun yang berasal dari Gdansk. Ia memiliki catatan kejahatan dan kekerasan.

Dilansir dari Guardian, Senin 14 Januari 2019, sebelum menusuk Adamowicz, Stefan sempat merebut mikrofon di atas panggung. Dia memperkenalkan dirinya dan mengaku tidak bersalah serta tak pantas dipenjara.

“Civic Platform benar-benar sengaja menyiksaku, dan itulah sebabnya Adamowicz pantas mati,” teriak Stefan. Setelah itu, ia langsung menikam Adamowicz yang berada di atas panggung. 

Adamowicz merupakan anggota Civil Platform pro-Polandia yang memerintah Polandia dari 2007 hingga 2015, sebelum meninggalkan partai untuk bertarung dalam pemilihan lokal sebagai sosok independen.

Stefan sendiri sempat dipenjara pada 2014 karena serangkaian kekerasan dan kejahatan. Ia juga diketahui telah merencanakan serangan untuk beberapa waktu ke depan.

Adamowicz sendiri merupakan seorang liberal sejak 2015. Ia terkenal di Polandia sebagai sosok yang kerap menyuarakan hak-hak LGBT, imigran dan pengungsi. 

(WIL)

Salju Longsor Tewaskan Tiga Orang di Lech Austria

Papan bertuliskan bahaya salju longsor berada di Vordernberg, Austria, 10 Januari 2019. (Foto: AFP/APA/ERWIN SCHERIAU)

Wina: Tiga orang tewas dalam sebuah salju longsor di dekat resor ski Lech am Arlberg, Austria. Korban keempat dilaporkan masih dalam status hilang.0

Seperti dilansir dari laman BBC, Minggu 13 Januari 2019. keempat orang dalam satu grup itu berasal dari Jerman selatan. Mereka semua dilaporkan hilang oleh salah satu istri pada Sabtu 12 Januari malam.

Ketiga korban tewas, berusia 32, 36 dan 57, ditemukan tim penolong sekitar pukul 23.00 malam waktu Austria. Pencarian korban keempat dihentikan karena adanya risiko salju longsor susulan.

Grup empat pendaki itu dilaporkan nekat mencapai sebuah rute bermain ski yang ditutup pemerintah karena berisiko dilanda salju longsor.

Kematian tiga pemain ski ini menjadikan total korban tewas terkait cuaca buruk di beberapa wilayah Eropa sejak awal Januari mencapai 24 orang.

Cuaca ekstrem Eropa ini membuat sejumlah sekolah ditutup serta akses dari dan menuju beberapa desa terpencil di Balkan terputus. Lalu lintas serta jaringan listrik di beberapa negara Balkan juga terganggu.

Palang Merah Bulgaria menyebut jasad dua pemain ski itu ditemukan sekitar pukul 12.00 siang di Pegunungan Pirin. Palang Merah menyebut keduanya telah memicu salju longsor usai sebelumnya mengabaikan peringatan petugas. Guyuran salju juga memicu longsor di Jerman dan Austria. Sejumlah penerbangan di Frankfurt serta Munich dibatalkan untuk alasan keamanan.

(WIL)

Demo Rompi Kuning Prancis Berlanjut di Pekan Kesembilan

Paris: Demonstran Gilets jaunes atau ‘Rompi Kuning’ kembali berunjuk rasa di seantero Prancis untuk pekan kesembilan, Sabtu 12 Januari 2019. Otoritas Prancis menyebut jumlah pengunjuk rasa kali ini sekitar 84 ribu, naik lebih dari seribu dari aksi pekan lalu.

Dalam unjuk rasa di Paris, seperti dikutip dari kantor berita Guardian, jumlah pedemo berkisar 8.000. Kepolisian Paris menyebut aksi berlangsung “tanpa ada insiden serius.”

Setelah terjadinya kekerasan dalam beberapa aksi sebelumnya, pemerintah Prancis memilih menggunakan kekuatan. Presiden Emmanuel Macron kala itu mengerahkan 80 ribu petugas gabungan ke seantero negeri, dengan sekitar 7.000 disiagakan di Paris.

Meski tidak ada insiden serius dalam aksi terbaru di Paris, polisi tetap menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa, terutama yang berada di area Arc de Triomphe.

Di Bourges, kota dengan populasi 66 ribu orang, sekitar 6.700 demonstran berkumpul meski ada larangan untuk berunjuk rasa di situs-situs bersejarah. Sementara di Bordeaux, pedemo berjumlah 4.500 dan 5.500 di Toulouse.

Aparat dikabarkan menangkap 156 orang dalam aksi terbaru di Paris, dengan 108 di antaranya tetap berada di balik jeruji besi. Secara nasional, total 244 orang ditangkap, dan 201 dijebloskan ke penjara, terkait aksi di pekan kesembilan.

Sejumlah jajak pendapat terbaru memperlihatkan penurunan dukungan publik terhadap rompi kuning setelah terjadinya aksi kekerasan pekan kemarin. Tingkat kepuasan publik terhadap Macron sedikit naik, yang saat ini masih berada di angka 30 persen.

Gerakan rompi kuning dimulai November tahun lalu dalam mengecam rencana penaikan pajak bahan bakar minyak. Meski pemerintah menunda rencana itu, unjuk rasa tetap berlangsung dan meluas menjadi penentangan terhadap presiden dalam sejumlah isu.

Baca: Prancis Kesal Trump Kritik Demo Rompi Kuning

Macron berusaha meredam situasi dengan mengumumkan acara “debat nasional” dalam empat tema: perpajakan, institusi negara, demokrasi dan kewarganegaraan. Hingga kini format debat belum diketahui.

Senin besok, 14 Januari 2019, Macron berencana merilis surat terbuka untuk masyarakat Prancis untuk “menjelaskan apa yang hendak saya lakukan.” Macron menyebut debat nasional ini merupakan hal penting “dan sangat berguna bagi negara kita.”

(WIL)

Ledakan di Toko Roti Paris Tewaskan Tiga Orang

Dua petugas pemadam menjadi korban tewas ledakan toko roti di Paris, Prancis, Sabtu 12 Januari 2019. (Foto: AFP)

Paris: Tiga orang tewas dalam ledakan besar di sebuah toko roti di Paris, Prancis, Sabtu 12 Januari 2019. Tiga korban itu adalah dua petugas pemadam kebakaran dan satu wanita asal Spanyol.

Seperti dilansir dari laman BBC, Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner mengatakan tim respons darurat bergerak ke lokasi untuk merespons adanya kebocoran gas. Saat mereka tiba di sana, “ledakan dramatis” terjadi.

Baca: Ledakan Besar di Paris Lukai Sejumlah Orang

Selain menelan tiga korban jiwa, ledakan besar itu membuat 47 orang terluka, 10 dalam kondisi serius, di area rue de Trevise. Toko roti tersebut berdiri dekat gedung Paris Opera.

Setelah ledakan terjadi, puing bangunan dan sejumlah mobil yang terguling memenuhi jalanan sekitar lokasi. Warga sekitar berkumpul di sekitar lokasi, terkejut atas besarnya ledakan.

Satu wanita asal Spanyol, yang sedang berlibur bersama suaminya di Paris, meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit. Satu warga Spanyol lainnya terluka akibat ledakan.

Surat kabar Le Parisien melaporkan, toko roti Hubert belum dibuka saat ledakan terjadi. Pihak toko melaporkan adanya kebocoran gas, dan petugas pun datang merespons. Ledakan terjadi saat sejumlah petugas tiba di lokasi.

Sejumlah helikopter mendarat di dekat Paris Opera untuk mengevakuasi para korban luka. Wakil Wali Kota Paris untuk urusan keamanan, Colombe Brossel, mengatakan kepada French Radio bahwa sekitar 150 orang mencari perlindungan ke balai kota usai ledakan.

Seorang pengacara asal Paris menilai jaringan gas di ibu kota Prancis itu berada dalam status “mengkhawatirkan.” “Jaringannya sudah sangat tua,” ungkap Alexandre Vesperini kepada Le Parisien.

(WIL)

Parlemen Makedonia Sepakat Ganti Nama Negara

PM Zoran Zaev di gedung parlemen Makedonia di Skopje, 11 Januari 2019. (Foto: AFP/ROBERT ATANASOVSKI)

Skopje: Parlemen Makedonia telah mengubah konstitusi untuk mengganti nama negara menjadi Republik Makedonia Utara. Penggantian nama ini merupakan ujung dari perselisihan Makedonia dengan Yunani yang sudah berlangsung lebih dari 25 tahun.

Perdana Menteri Makedonia Zoran Zaev mengamankan mayoritas suara parlemen pada Jumat 11 Januari 2019, yang merupakan syarat mutlak untuk mengubah nama negara.

Dilansir dari kantor berita Al Jazeera, juru bicara parlemen Talad xhaferi mengatakan bahwa 81 dari 120 anggota telah mendukung perubahan nama negara. Jumlah tersebut sudah memenuhi syarat dua per tiga mayoritas.

Jubir Partai Sosial Demokrat Makedonia mengatakan sejumlah anggota parlemen dari etnis Albania juga sepakat untuk mendukung perubahan nama. 

Etnis Albania berjumlah sekitar 25 persen dari total 2,1 juta populasi Makedonia.

Baca: Ribuan Warga Makedonia Protes Wacana Ganti Nama Negara

Albania telah mengucapkan selamat kepada parlemen Makedonia atas pemilihan suara terkait pergantian nama negara. Menurut Albania, proses pemilihan damai seperti itu “memperlihatkan tata negara yang baik dan dapat membuka jalan menuju NATO serta Uni Eropa.”

Merespons parlemen Makedonia, Menteri Luar Negeri Albania Ditmir Bushati menuliskan di Twitter, bahwa ” kontribusi partai-partai politik (etnis) Albania sekali lagi telah terbukti menjadi faktor penentu.”

Yunani, yang sempat mengancam memveto Makedonia agar tidak bisa bergabung ke NATO dan Uni Eropa, meminta pengubahan nama sejak bertahun-tahun lalu. Alasannya, wilayah historis Yunani di bagian utara juga bernama Makedonia.

(WIL)

Korban Hujan dan Badai Salju Eropa Jadi 20 Orang

Foto udara memperlihatkan kota Sofia, Bulgaria, tertutup salju, 26 Februari 2018. (Foto: AFP/DIMITAR DILKOFF)

Sofia: Sedikitnya 20 orang tewas akibat hujan dan badai salju yang terus melanda seantero Eropa. Dalam kematian terbaru, dua pemain ski di Bulgaria dilaporkan tewas akibat salju longsor di Bulgaria, Jumat 11 Januari 2019.

Cuaca ekstrem Eropa ini membuat sejumlah sekolah ditutup serta akses dari dan menuju beberapa desa terpencil di Balkan terputus. Lalu lintas serta jaringan listrik di beberapa negara Balkan juga terganggu.

Baca: 12 Orang Tewas di Tengah Cuaca Ekstrem Eropa

Palang Merah Bulgaria menyebut jasad dua pemain ski itu ditemukan sekitar pukul 12.00 siang di Pegunungan Pirin. Palang Merah menyebut keduanya telah memicu salju longsor usai sebelumnya mengabaikan peringatan petugas.

Guyuran salju juga memicu longsor di Jerman dan Austria. Sejumlah penerbangan di Frankfurt serta Munich dibatalkan untuk alasan keamanan.

Di Jerman, seorang sopir pembersih salju tewas usai kendaraannya jatuh terperosok ke sebuah sungai es. Kepolisian Lenggries mengatakan pria 48 tahun itu berhasil diselamatkan, namun meninggal dunia beberapa jam usai dirawat di rumah sakit.

Austria mengerahkan helikopter untuk menyelamatkan sejumlah remaja yang sudah terjebak berhari-hari di sebuah vila di area pegunungan. Di Salzburg, semua taman dan area bermain serta pemakaman ditutup karena pemerintah khawatir pepohonan akan tumbang di tengah cuaca buruk.

Sementara di Swiss bagian timur, tiga orang dilaporkan terluka saat salju longsor mengenai sebuah hotel di Schwaegalp pada Kamis kemarin. Menteri Energi Albania mengatakan sebuah perusahaan listrik tewas saat sedang memperbaiki sistem pemasok daya.

Sekitar 2.000 prajurit dan petugas lainnya di Albania dikerahkan untuk membantu masyarakat yang terjebak salju. Mereka juga ditugaskan membersihkan jalanan dari salju di beberapa titik menuju area pegunungan.

(WIL)

Ledakan Besar di Paris Lukai Sejumlah Orang

Seorang wanita dievakuasi petugas usai terjadi ledakan di sebuah toko roti di Paris, Prancis, 12 Januari 2019. (Foto: AFP/THOMAS SAMSON)

Paris: Ledakan besar menghancurkan sebuah toko roti dan melukai sejumlah orang di Paris, Prancis, Sabtu 12 Januari 2019. Kaca sejumlah bangunan juga pecah dalam ledakan yang diduga berasal dari kebocoran gas.

Kebakaran melanda toko usai ledakan yang terjadi sekitar pukul 09.00 pagi waktu Paris di distrik 9. Serangkaian foto di Twitter memperlihatkan puing-puing bangunan berserakan di jalanan, dan bagian bawah dari toko berkobar dilalap api.

Sejumlah mobil yang terparkir dekat toko rusak terkena ledakan. Seorang juru kamera kantor berita AFP melihat sedikitnya satu orang yang diangkut dengan tandu dari lokasi oleh petugas pemadam kebakaran.

Petugas berusaha keras memadamkan api dan mengevakuasi semua orang dari bangunan yang terbakar. Sementara tim medis sibuk merawat sejumlah orang yang terluka di lokasi kejadian.

Hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebab ledakan. Peristiwa terjadi saat pemerintah Prancis bersiap menghadapi berlangsungnya kembali aksi unjuk rasa ‘Rompi Kuning’ yang biasa terjadi setiap Sabtu.

Baca: Macron Kecam Kekerasan Ekstrem Demonstran Rompi Kuning

(WIL)

Indonesia Raih Penghargaan Destinasi Terbaik Reisgraag Award

Duta Besar RI untuk Belanda I Gusti Agung Wesaja Puja mewakili Indonesia menerima penghargaan Best Destination Reisgraag Award. (Foto: Dok. KBRI Den Haag)

Utrecht: Indonesia menerima penghargaan Reisgraag Award dalam kategori Best Destination. Penghargaan ini diberikan di penyelenggaraan Pameran Pariwisata Vakantiebeurs 2019 di Utrecht, Belanda.

Pameran Vakantiebeurs 2019 merupakan pameran pariwisata terbesar di wilayah Benelux, yang dikunjungi oleh calon-calon wisatawan yang datang bukan hanya dari negara-negara Benelux, namun juga dari negara-negara Eropa lainnya.

Dalam pameran ini, Indonesia juga memamerkan destinasi wisata di Paviliun Wonderful Indonesia. Pengunjung tak hanya mendapatkan informasi seputar destinasi wisata, namun juga menikmati beragam aktivitas seperti tarian, karnaval, musik dan makanan khas Indonesia.

“Dengan berjuta pesona yang dimiliki Indonesia, wisatawan asing yang datang ke Indonesia akan dimanjakan oleh obyek-obyek wisata yang menarik dan unik dari Aceh sampai Papua dengan fasilitas pendukung yang nyaman dan berkualitas, seperti penerbangan langsung dan hotel-hotel yang berkelas,’ kata Duta Besar RI untuk Belanda I Gusti Agung Wesaja Puja, dalam keterangan tertulisnya kepada Medcom.id, Jumat 11 Januari 2019.

Kali ini, Kementerian Pariwisata RI bekerja sama dengan KBRI Den Haag menggandeng 21 industri pariwisata yang terdiri dari 11 travel agen, 10 hotel, dua organisasi pariwisata dan satu maskapai penerbangan yaitu Garuda Indonesia.

Selain menyampaikan apresiasi atas berbagai langkah promosi yang dilakukan sepanjang tahun 2018, Puja juga mendorong semua partner Wonderful Indonesia untuk terus kreatif menampilkan tiga aspek 3B yaitu Beauty, Branding, and Bridging. 

Partisipasi Wonderful Indonesia tahun ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisman asal Benelux, khususnya wisatawan dari Belanda yang rata-rata pertumbuhannya dari 2012-2017 mencapai 7,57 persen per tahun. Indonesia menargetkan 310 ribu wisatawan Belanda berkunjung ke Indonesia di tahun ini

(FJR)

Staf Keamanan Mogok, 640 Penerbangan Jerman Dibatalkan

Aksi mogok kerja yang dilakukan petugas keamanan di Jerman. (Foto: AFP).

Berlin: Lebih dari 640 penerbangan di Jerman dibatalkan pada Kamis karena pemogokan staf keamanan di Bandara Duesseldorf, Koln dan Stuttgart. Protes berlangsung ketika para pekerja berusaha untuk menekan manajemen dalam pembicaraan upah.

“Dari total 1.054 penerbangan terjadwal, 643 dibatalkan. Banyak penumpang akan terpengaruh  dengan adanya penundaan signifikan di lokasi pemeriksaan keamanan,” ujar pihak bandara, seperti dikutip The Star, Kamis, 10 Januari 2019.

“Rata-rata 115.000 penumpang melewati bandara setiap hari,” imbuh pernyataannya.

Serikat pekerja sektor publik, Verdi mengatakan, sedang melakukan negosiasi atas nama 23.000 pekerja keamanan di Jerman. Pembicaraan upah akan dilanjutkan pada Januari 23.

Menurut informasi, serikat pekerja telah menuntut kenaikan gaji menjadi 20 Euro per jam sebelum pajak. Pada hari Senin, pemogokan di bandara Schoenefeld dan Tegel di Berlin telah menyebabkan penundaan dan pembatalan penerbangan.

“Setelah lima hari perundingan, perundingan terhenti dan itulah mengapa kami pikir perlu untuk bergerak dengan pemogokan hari ini,” Andrea Becker, juru bicara serikat mengatakan.

Christian Witt, salah satu penumpang yang terdampar di bandara Duesseldorf, mengatakan: “Anda tidak pernah mengerti kapan itu memengaruhi Anda secara pribadi tetapi Anda harus melihat gambaran yang lebih besar.”

(FJR)

Jerman Tangkap Pembocor 1.000 Data Pejabat Negara

Berlin: Jerman menangkap pria berumur 20 tahun atas peretasan dan pembocoran informasi hampir 1.000 pejabat tinggi negara dan tokoh publik lainnya. Pelaku, yang namanya tidak disebutkan, menghadapi pasal pencurian dan penyebaran data pribadi secara ilegal.

“Tersangka sudah diinterogasi pada 7 Januari oleh tim jaksa dan BKA,” ujar Kepolisian Investigasi Federal Jerman atau Bunderkriminalamt (BKA). 

“Dia mngaku terhadap tuduhan yang dilayangkan kepadanya, dan menyebutkan informasi lain yang membantu kepolisian,” lanjutnya, seperti dinukil dari kantor berita UPI, Selasa 8 Januari 2019.

Awal bulan ini, otoritas Jerman mengumumkan adanya seorang peretas yang telah membocorkan data surat elektronik, alamat rumah, nomor telepon, detail rekening bank, serta kartu identitas milik ratusan politikus, partai politik, jurnalis, komedia hingga musisi.

Dari ratusan hingga hampir 1.000 yang terkena peretasan, terdapat nama-nama petinggi seperti Kanselir Angela Merkel dan pemimpin Partai Hijau Robert Habeck. Hanya Partai Alternatif untuk Jerman yang tidak terkena peretasan.

Baca: Data Ratusan Politikus Jerman Dicuri, Termasuk Merkel

Georg Ungefuk, juru bicara kantor kejaksaan Frankfurt, mengatakan bahwa tersangka, yang tinggal di Hesse bersama orang tua, meretas data orang-orang yang telah membuatnya “marah.” Dia mengatakan polisi menangkap tersangka pada Minggu 6 Januari, namun kemudian dibebaskan karena dianggap tidak membahayakan.

Presiden BKA Holger Munch menyebut tersangka tidak memiliki keterkaitan dengan ekstremisme. Karena alasan ini, BKA tidak menganggap peretasan ini sebagai kejahatan politik.

Wakil Menteri Dalam Negeri Jerman Stephan Mayer mengatakan jaringan komputer pemerintah tidak terkena target serangan pelaku.

“Satu hal positif dari kasus ini adalah jaringan komputer pemerintah tidak terkena dampak dari serangan peretas,” ungkap Mayer. “Tapi jelas, kami di pemerintahan federal, perlu meningkatkan keamanan di dunia maya,” lanjutnya.

(WIL)

12 Orang Tewas di Tengah Cuaca Ekstrem Eropa

Rombongan mobil hendak bergerak dari Bonneval-sur-Arc ke Bessans di pegunungan Alpen Prancis, 12 Januari 2018 (Foto: AFP/JEAN-PIERRE CLATOT)

Oslo: Sedikitnya 12 orang tewas di tengah cuaca dingin ekstrem di beberapa wilayah di Eropa. Ratusan orang juga dilaporkan terjebak di wilayah Alpine di tengah guyuran salju dan tiupan angin kencang, yang meningkatkan risiko salju longsor serta membuat beberapa penerbangan dibatalkan.

Seperti dilansir dari laman Independent, Selasa 8 Januari 2019, empat pendaki dilaporkan tewas di Norwegia. Petugas kesulitan mengevakuasi keempat jenazah karena terbatasnya jarak pandang serta salju yang terus mengguyur area.

Empat orang itu terdiri dari satu wanita asal Swedia dan tiga warga Finlandia. Mereka semua diyakini telah meninggal dunia setelah salju longsor menghantam sebuah lembah tempat mereka berada di dekat kota Tromso.

Di Austria, ratusan warga terjebak di rumah karena jalan raya terblokade salju. Di beberapa daerah, banyak rumah kehilangan daya akibat pohon tumbang yang merusak sejumlah tiang listrik.

Media ORF melaporkan seorang pria berusia 78 tahun terluka parah saat terjatuh dari atap rumahnya di Turrach, Austria. 

Senin kemarin, 11 orang asal Jerman diselamatkan tim pendaki di sebuah kabin dekat Salzburg. Kesebelas orang itu terjebak tanpa listrik dan hanya memiliki sedikit makanan sejak Jumat pekan kemarin.

Sejumlah orang lainnya dilaporkan tewas di tengah cuaca ekstrem di Swiss, Austria dan Jerman. Otoritas Eropa mengingatkan kondisi cuaca saat ini rentan memicu salju longsor.

(WIL)

Bandara London Kembali Terganggu oleh Penerbangan Drone

Aktivitas di Bandara Heathrow, London, Inggris, 19 Desember 2019. (Foto: AFP/POOL/NIKLAS HALLE’N)

London: Aktivitas Bandara Heathrow di London, Inggris, kembali terganggu oleh penerbangan sebuah pesawat tanpa awak atau drone. Akhir Desember tahun lalu, penampakan drone juga membuat Bandara Gatwick di London sempat ditutup untuk sementara waktu.

Selang satu jam, penerbangan datang dan menuju Heathrow kembali dilanjutkan usai polisi menemukan sebuah drone yang memicu gangguan. 

Juru bicara Heathrow mengatakan penghentian sementara penerbangan merupakan “langkah antisipasi” untuk “mencegah adanya berbagai bentuk ancaman terhadap keselamatan operasional.” Heathrow mengaku berkoordinasi dengan Menara Pengawas Lalu Lintas Udara dan Kepolisian Metropolitan Inggris mengenai insiden ini.

“Kami terus mengawasi situasi terkini, dan meminta maaf kepada semua penumpang yang terkena imbas gangguan ini,” ujar jubir Heathrow, seperti dikutip dari laman BBC, Selasa 8 Januari 2019.

Baca: Diganggu Drone, Bandara di London Terpaksa Ditutup

Sebelum penerbangan di Heathrow dilanjutkan, Menteri Transportasi Inggris Chris Grayling mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak bandara mengenai penampakan drone. Ia juga telah berbicara dengan Menteri Dalam Negeri dan Pertahanan.

Seorang juru kamera BBC, Martin Roberts, mengaku sempat melihat sebuah drone saat mengemudi dekat Heathrow pada Selasa, pukul 17.45 waktu setempat. “Saya dapat melihatnya, sekitar 90 meter di udara. Objek itu sangat terang, mengeluarkan cahaya merah dan hijau,” kata dia.

“Saya yakin itu drone dan bukan helikopter, karena benda semacam itu memancarkan sinar yang unik,” lanjut dia.

(WIL)

Rusia Tuduh Israel Ancam Penerbangan Sipil

Jet tempur Israel dianggap membahayakan penerbangan sipil Suriah. (Foto: AFP).

Moskow: Rusia bereaksi atas serangan Israel ke Suriah pada Selasa 25 Desember 2018. Kementerian Pertahanan Rusia menuduh jet tempur Israel menyerang pesawat sipil yang mendarat di Damaskus, Suriah dan Bandara Beirut, Lebanon.

Baca juga: Suriah Tembak ‘Target Musuh’ Dekat Damaskus.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengatakan,  enam jet tempur F-16 Israel menjatuhkan 16 bom udara GBU-39. 14 bom dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Suriah tetapi dua lainnya menghantam pusat logistik militer Suriah. Serangan itu melukai tiga orang prajurit.

“Tindakan provokatif Angkatan Udara Israel pada 25 Desember malam, ketika enam jet tempur F-16, saat di atas wilayah udara Lebanon dan menyerang Suriiah, telah menimbulkan ancaman langsung kepada dua penerbangan sipil,” ujar Konashenkov, seperti dikutip Anadolu, Kamis, 27 Desember 2018.

“Untuk mencegah tragedi, pengerahan sistem pertahanan udara Suriah dan sistem perang elektrik dibatasi. Hal tersebut memungkinkan pengatur lalu lintas udara Damaskus mengalihan pesawat sipil itu dari wilayah berbahaya dan mengirim pesawat itu ke Bandara Hmeimim,” imbuh Konashenkov.

Ini bukan pertama kalinya Israel melakukan tindakan serupa. Pada September, sebuah pesawat militer Rusia jenis Il-20 dihantam serangan sama dan menewaskan 15 prajurit di dalam pesawat.

Saat itu, pesawat jet F-16 milik Israel memasuki wilayah udara Suriah untuk menyerang target militer Suriah di Provinsi Latakia. Ketika sistem pertahanan udara Suriah merespons serangan, pesawat Israel bersembunyi di belakang pesawat Rusia yang kemudian ditembak rudal pertahanan Suriah.

Setelah peristiwa ini, Rusia yang menyalahkan Israel atas insiden, mengumumkan keputusannya menyediakan Damaskus dengan sistem pertahanan lebih canggih, S-300.

(FJR)

Hongaria Pindahkan Patung Pemberontak Imre Nagy

Patung Imre Nagy dianggap penting bagi warga Hongaria. (Foto: AFP)

Budapest: Otoritas Hongaria memindahkan patung Imre Nagy, seorang pahlawan pemberontakan anti-Soviet di era 1956, dari sebuah lapangan di pusat Budapest. Patung dipindahkan menjauh dari gedung parelemen ke Lapangan Jaszai Mari.

Sejumlah kritik menuduh pemerintahan nasionalis Perdana Menteri Viktor Orban berusaha merevisi sejarah negara dengan memindahkan patung. Seperti dilansir dari media BBC, Sabtu 29 Desember 2018, sebuah monumen berisi daftar korban rezim komunis di Hongaria akan menggantikan patung Nagy.

Imre Nagy dihukum gantung pada 1958 atas perannya dalam pemberontakan. Seorang komunis pro-reformasi, dia berusaha membebaskan Hongaria dari rezim komunis garis keras.

Namun pada 1956, pemberontakan Nagy dihancurkan oleh tank-tank Soviet. Sejumlah tokoh Hongaria pro Rusia kemudian menguasai Hongaria.

Patung Imre Nagy didirikan di Lapangan Martyr pada 1996. Pada 1989, Viktor Orban — yang saat itu adalah seorang aktivis anti-komunis — merayakan pemakaman kembali dan rehabilitasi Imre Nagy.

Tapi dalam beberapa tahun terakhir, Orban telah menjalin hubungan yang lebih erat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Putin adalah mantan petinggi agen intelijen KGB yang memulihkan simbol-simbol era-Soviet dan menyesalkan runtuhnya Uni Soviet.

Cucu Nagy, Katalin Janosi, adalah satu dari sejumlah orang yang menentang pemindahan patung. Media sosial Hongaria dipenuhi suara kecaman atas langkah terbaru Orban tersebut.

Sejumlah pendukung Orban mengatakan tujuan dari pemindahan adalah mengembalikan tampilan ibu kota seperti era sebelum Perang Dunia II saat komunis belum berkuasa.

(WIL)

Militan ISIS Asal Jerman Biarkan Bocah Mati Kehausan

Munich: Seorang wanita asal Jerman yang menjadi militan kelompok Islamic State (ISIS) diancam pasal pembunuhan karena membiarkan bocah perempuan berusia lima tahun mati kehausan di tengah terik matahari.

Wanita tersebut, diidentifikasi sebagai Jennifer W, bersama suaminya “membeli” bocah di kota Mosul, Irak, pada 2015. Jennifer dan suaminya yang merupakan militan ISIS menjadi bocah tersebut sebagai “budak” untuk bekerja di rumah.

Tim jaksa di kota Munich mengatakan suami Jennifer memasung bocah tersebut di luar rumah, dan istrinya tidak berbuat apa-apa untuk menyelamatkannya. Selain pembunuhan, Jennifer juga didakwa kepemilikan senjata api.

Jika terbukti bersalah, Jennifer dapat divonis hukuman penjara seumur hidup. Media lokal Jerman menyebut bocah yang tewas itu kemungkinan berasal dari etnis minoritas Yazidi.

Sejak ISIS berkuasa di Irak pada 2014, banyak Yazidi yang ditangkap dan dijadikan budak. ISIS juga kerap menjual para Yazidi itu kepada para anggota dan simpatisannya.

“Setelah bocah itu jatuh sakit dan mengompol di tempat tidur, suami terdakwa memasungnya di luar sebagai bentuk hukuman dan membiarkannya mati kehausan,” ucap tim jaksa di Pengadilan Munich, seperti dilansir dari kantor berita BBC, Sabtu 29 Desember 2018.

“Terdakwa diam saja saat suaminya berbuat demikian dan tidak berbuat apa-apa untuk menyelamatkan sang bocah,” lanjutnya.

Jennifer W pergi ke Irak pada 2014. Di sana, ia menjadi polisi moral ala ISIS. Tim jaksa menyebut tugas Jennifer adalah memastikan semua wanita di Mosul mengikuti aturan ISIS.

Kepolisian Turki menangkap Jennifer beberapa bulan usai kematian bocah. Dia ditangkap saat mengunjungi Kedutaan Besar Jerman di Ankara untuk memperbarui paspor.

Dia kemudian diekstradisi ke Jerman, dan sempat diizinkan pulang ke Lower Saxony karena petugas kekurangan bukti untuk menjeratnya. Jennifer ditangkap di Jerman pada Juni lalu saat berusaha pergi ke Suriah.

Hingga saat ini tanggal persidangan Jennifer belum ditentukan.

(WIL)

Salju Longsor di Rusia Tewaskan 2 Orang, 3 Hilang

Lokasi terjadinya salju longsor di sebuah gunung di Swiss, 16 Mei 2018. (Foto: AFP)

Moskow: Sedikitnya dua orang tewas dan tujuh lainnya berhasil diselamatkan usai mereka semua terkena salju longsor di Khabarovsk, Rusia. Tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Kantor berita TASS News Agency melaporkan bahwa total 12 orang terkena salju longsor di Mnogovershinny pada Sabtu 29 Desember 2018 pagi waktu setempat. Petugas penyelamat awalnya berhasil menemukan delapan orang, namun satu dari mereka meninggal dunia kemudian.

Pencarian dilanjutkan dan satu tambahan korban ditemukan dalam kondisi tewas, sementara tiga lainnya masih hilang.

Laporan media lokal menyebut sejumlah korban adalah bagian dari grup penyelamat yang hendak mencari seorang individu. Individu itu dilaporkan terkubur oleh salju longsor yang melanda sebelumnya.

Salju longsor kembali terjadi, dan mengenai tim penyelamat yang sedang berkumpul di sebuah bangunan.

“Grup beranggotakan 10 penyelamat pergi ke sana. Mereka adalah grup penyelamat dari perusahaan tambang emas. Salju longsor susulan terjadi dan menimbun mereka semua,” ujar beberapa pejabat lokal Khabarovsk.

Tim medis dikirim ke lokasi longsor terbaru, dan semua korban luka telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

(WIL)

Mobil Melaju Dekat Landasan, Bandara Hanover Ditutup

Insiden di Bandara Hanover, Jerman, Sabtu 29 Desember 2018, membuat banyak penerbangan ditunda. (Foto: AFP)

Hanover: Bandara Hanover ditutup selama beberapa jam setelah seorang pria mengemudikan mobilnya melewati pagar dan melaju menuju landasan pacu. Insiden terjadi pada Sabtu 29 Desember 2018, sekitar pukul 15.40 waktu Jerman.

Kepolisian Hanover mengatakan petugas berhasil menghentikan mobil, “menundukkan” pengemudi dan membawanya ke kantor polisi. Penerbangan dari dan menuju Bandara Hanover sempat dihentikan selama investigasi berlangsung. 

Aktivitas di bandara dilanjutkan seperti biasa pada malam hari, setelah aparat keamanan memastikan mobil tersebut tidak menimbulkan ancaman pada penerbangan. Insiden terjadi sepekan usai kepolisian Jerman mengumumkan tengah meningkatkan pengamanan di bandara atas kemungkinan adanya aksi teror.

Seperti dilansir dari laman BBC, polisi meyakini insiden di Bandara Hanover tidak terkait terorisme. Penyelidikan dilakukan dengan dugaan pengemudi mobil tersebut berada di bawah pengaruh narkotika.

Pengemudi tersebut, yang namanya tidak disebutkan, berhasil mengemudi melewati pagar pembatas dan bergerak menuju area parkir pesawat. Serangkaian foto dari pihak bandara memperlihatkan sebuah mobil dan petugas keamanan di dekat pesawat maskapai Aegean Airlines.

Mobil yang menerobos masuk dilaporkan memiliki pelat nomor asal Polandia. Namun informasi kewarganegaraan pengemudi belum diumumkan petugas.

Semua pesawat yang datang menuju Hanover dialihkan ke beberapa lokasi selama penutupan. Polisi mengatakan penerbangan di Hanover berlanjut pada pukul 20.00 malam waktu setempat.

Didatangi jutaan orang pada setiap tahunnya, Bandara Hanover berlokasi sekitar 11 kilometer dari pusat kota. Meski ramai, Hanover dianggap bukan bandara utama di Jerman.

(WIL)

Demonstrasi di Serbia Berlanjut, Presiden Didesak Mundur

Ribuan orang turun ke jalanan Belgrade, Serbia, 29 Desember 2018. (Foto: AFP)

Belgrade: Sekitar 25 ribu pengunjuk rasa turun ke jalanan dalam mendesak Presiden Aleksandar Vucic untuk mundur dari jabatannya. Ini merupakan unjuk rasa menentang pemerintah yang sudah memasuki pekan keempat di Serbia.

“Ini adalah demonstrasi rakyat terhadap situasi negara, yang secara ekonomi dan politik, berada dalam status kritis untuk waktu lama,” ucap seorang pengunjuk rasa bernama Vladimir Tosic dalam aksi di Belgrade, Sabtu 29 Desember.

Seperti dikutip dari kantor berita Guardian, Minggu 30 Desember 2018, unjuk rasa berjalan damai tanpa terjadi insiden. Simbol maupun gambar afiliasi politik juga tidak terlihat dalam aksi massa di tengah ibu kota ini.

Beberapa pedemo meneriakkan, “Vucic puncuri,” dan ada juga yang mengibarkan spanduk bertuliskan “sudah cukup atas kebohongan ini.” Banyak pula dari mereka yang meniup peluit, salah satu bentuk protes sejak tokoh Slobodan Milosevic berkuasa di Serbia era 1990-an.

“Vucic, seorang nasionalis garis keras yang kemudian melunak dan berintegrasi dengan Eropa, dituduh kubu oposisi telah menjalani kekuasaan otoriter dan menguasai sepenuhnya media.

Gelombang unjuk rasa ini merupakan tantangan terbesar bagi Vucic dalam kepemimpinannya sejauh ini. Oposisi ikut dalam aksi ini karena salah satu tokoh mereka dipukuli menjelang sebuah acara politik di Serbia pusat bulan lalu.

Merespons unjuk rasa pekan ini, Vucic mengaku “siap mendengarkan masyarakat yang berdemonstrasi, tapi tidak bagi para pembohong di kubu oposisi.” Sementara Parlemen Eropa meminta agar otoritas Serbia “meningkatkan kebebasan berekspresi dan media.”

(WIL)

Enam Orang Tewas dalam Kecelakaan Lalin di Siberia

Ilustrasi kecelakaan bus. (Foto: Medcom.id)

Khanty-Mansi: Sedikitnya enam orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas di wilayah Khanty-Mansi, Siberia. Mengutip seorang sumber tim medis, kantor berita TASS melaporkan, Sabtu 29 Desember 2018, bahwa 18 orang juga terluka dalam kecelakaan tersebut.

Diduga korban jiwa dapat terus bertambah karena dari 18 orang banyak yang berada dalam kondisi serius atau kritis.

Media lokal menyebut kecelakaan melibatkan sebuah bus milik perusahaan minyak Rosneft yang mengangkut sejumlah karyawan dengan dua truk, sebuah mobil dan satu van di jalan raya antara kota Tyumen dan Khanty-Mansi.

Kecelakaan terjadi di wilayah terpencil, sekitar 100 kilometer dari kota Nefteyugansk.

Siberia adalah area luas yang menjadi bagian dari Rusia modern. Maret lalu, sekitar 100 orang, termasuk puluhan anak-anak hilang dan dikhawatirkan meninggal dunia dalam kecelakaan di sebuah mal di Siberia barat.

Selang beberapa waktu, jumlah korban tewas kebakaran menjadi 56 orang, dengan sebagian besarnya adalah anak-anak.

(WIL)

Putin Sebut Rusia Terbuka untuk Berdialog dengan AS

Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: AFP)

Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia “terbuka untuk menggelar dialog” dengan Amerika Serikat. Ini merupakan bagian dari pesan di momen Natal dan Tahun Baru yang disampaikan Putin, salah satunya ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump.

Selain kepada Trump, Putin juga menyampaikan ucapan Natal dan Tahun Baru kepada beberapa kepala negara dan pemerintahan.

“Dalam pesan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump di momen libur Natal dan Tahun Baru, Vladimir Putin menekankan bahwa hubungan Rusia-Amerika adalah faktor esensial dalam memastikan stabilitas strategis dan keamanan nasional,” ujar Kremlin, seperti dilansir dari kantor berita CNN, Minggu 30 Desember 2018.

“Putin juga mengonfirmasi bahwa Rusia terbuka untuk berdialog dengan AS dalam berbagai agenda,” lanjutnya.

Sebelumnya, Putin telah mengekspresikan keinginannya untuk bertemu Trump dalam konferensi pers akhir tahun pada 20 Desember. Namun dia kemudian mengatakan “tidak terlalu yakin apakah hal itu akan terwujud.”

Baca: Lima Fokus Pertemuan Trump-Putin di Finlandia

“Saya tidak tahu apakah pertemuan akan terjadi,” sebut Putin. “Dalam beberapa kesempatan, saya mengatakan saya siap bertemu. Kami memiliki berbagai isu untuk didiskusikan, termasuk agenda bilateral,” tambah dia.

Pernyataan Putin mengindikasikan bahwa pertemuannya dengan Trump akan sulit terwujud saat Partai Demokrat menguasai Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Januari mendatang.

“Kekuatan di Kongres (AS) berubah, dan saya yakin akan ada lebih banyak serangan kepada presiden. Apakah dia dapat berdialog langsung dengan Rusia akibat perubahan kekuatan itu, saya tidak tahu,” ungkap Putin.

(WIL)

Merkel Ingin Jerman Lebih Berperan di Level Global

Kanselir Jerman Angela Merkel (tengah) dalam sebuah acara di Berlin, 19 Desember 2018. (Foto: AFP/JOHN MACDOUGALL)

Berlin: Kanselir Angela Merkel bertekad menjadikan Jerman lebih berperan dan mengemban tanggung jawab yang lebih besar di kancah internasional di tahun 2019. Hal tersebut disampaikan dalam pidato tahunan Kanselir Merkel di Berlin.

Merkel menyebut hal-hal mengenai kerja sama internasional “berada di bawah tekanan,” dan berpotensi membuat hubungan Jerman dengan negara adidaya Amerika Serikat menjadi renggang.

Tahun ini, Kanselir Merkel dan Presiden AS Donald Trump telah berselisih paham mengenai berbagai isu domestik dan luar negeri. Dalam setahun terakhir, Merkel adalah tokoh utama pembela multilateralisme, sementara Trump kukuh dengan kebijakan proteksionisme “America First.”

“Terkait dengan kepentingan dalam negeri, kita harus mengemban tanggung jawab lebih,” ujar Merkel, yang pidato tahunannya akan ditayangkan hari ini, Senin 31 Desember 2018, seperti dilansir dari laman BBC.

Dengan menduduki kursi sementara di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk 2019 dan 2020, Jerman disebut Merkel akan mendorong dilahirkannya sejumlah “solusi global.”

Hendak mundur dari jabatannya pada 2021, Merkel juga bertekad meningkatkan anggaran belanja Jerman untuk bantuan kemanusiaan dan pengembangan serta pertahanan. Dalam pidatonya, Merkel mengakui adanya perpecahan di dunia politik Jerman, dan ia mengajak semua warga untuk bekerja sama mencapai tujuan bersama.

“Kita baru akan mengatasi berbagai tantangan jika bersatu dan bekerja sama,” sebut Merkel.

Tahun ini, Merkel berhasil mencegah jatuhnya pemerintahan koalisi Jerman atas isu sensitif keimigrasian. Sejumlah pihak menentang keputusan Merkel yang menerima lebih dari satu juta imigran dan pengungsi ke Jerman pada 2015.

Setelah partainya meraih hasil kurang maksimal dalam pemilihan umum regional tahun ini, Merkel mengumumkan dirinya akan mundur dari jabatan ketua, sebuah posisi yang sudah didudukinya selama 18 tahun.

(WIL)

Rusia Tahan Warga AS Terkait Aksi Mata-mata

Ilustrasi oleh Medcom.id.

Moskow: Dinas keamanan negara Rusia (FSB) mengatakan, Senin, telah menahan seorang warga negara Amerika Serikat atas dugaan aksi spionase di Moskow.

FSB mengatakan warga Amerika tersebut ditahan pada 28 Desember tapi tidak merinci soal dugaan spionase yang dikenakan terhadapnya.

Layanan berbahasa Inggris Kantor berita Rusia TASS menyebutkan nama warga Amerika itu sebagai Paul Whelan. Namun tidak dapat dipastikan secara independen kebenaran penyebutan nama warga AS tersebut.

Seperti dilansir dari Antara, Selasa 1 Januari 2019, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan kepada TASS bahwa tidak dapat memberikan keterangan rinci soal kasus tersebut. Pihak Rusia hanya menyatakan Kedutaan Besar AS di Moskow sudah dikabari.

Berdasarkan hukum yang berlaku di Rusia, aksi spionase bisa diganjar dengan hukuman penjara 10 hingga 20 tahun.

Pada awal Desember di sebuah pengadilan AS, warga negara Rusia Maria Butina menyatakan bersalah atas dakwaan melakukan persekongkolan. Maria mengaku bahwa ia bersekongkol dengan seorang pejabat tinggi Rusia untuk menyusup ke kelompok-kelompok pegiat konservatif Amerika sebagai agen untuk Moskow.

Pada Juli, jaksa khusus AS Robert Mueller mendakwa 12 petugas intelijen Rusia terkait peretasan terhadap jaringan komputer Partai Demokrat pada 2016.

Mueller pada Februari mengeluarkan dakwaan terhadap 13 warga Rusia dan tiga perusahaan Rusia sebagai bagian dari persekongkolan kejahatan dan spionase dengan target mengganggu pemilihan untuk mendukung Trump dan merugikan lawan Trump, Hillary Clinton. Rusia telah membantah mencampuri pemilihan tersebut sementara Trump membantah bersekongkol dengan Moskow.

Hubungan Rusia dengan Amerika Serikat memburuk ketika Moskow mencaplok Semenanjung Krimea dari Ukraina pada 2014 serta Washington dan sekutu-sekutu Baratnya menerapkan berbagai sanksi terhadap para pejabat, perusahaan dan bank Rusia.

(FJR)

Bangunan Roboh di Rusia, Tujuh Warga Dilaporkan Tewas

Bangunan di Rusia yang roboh akibat ledakan gas. (Foto: AFP).

Moskow: Sebuah bangunan 10 lantai roboh di Kota Magnitogorsk, Rusia pada Senin 31 Desember 2018. Hingga saat ini korban tewas dilaporkan mencapai tujuh orang.

Insiden ini diketahui berasal dari ledakan saluran gas yang rusak di sekitar gedung yang berfungsi sebagai tempat tinggal tersebut. Menurut kantor berita TASS, sekitar 70 orang dilaporkan hilang dan proses pencarian masih dilakukan.

“Total 12 orang berhasil dikeluarkan dari puing bangunan. Tujuh dari yang dikeluarkan itu dikonfirmasi meninggal dan lima lainnya dirawat karena menderita luka-luka,” pernyataan Kementeri Keadaan Darurat Rusia, seperti dikutip ANI, Selasa, 1 Januari 2019.

Usai insiden, Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi lokasi di kota pertambangan di wilayah Chelyabinsk ini. Putin memerintahkan dibentuknya komisi penyelidikan ledakan.

“Kami akan membentuk komisi khusus dengan Kementerian Keadaan Darurat,” tutur Putin.

Setelah pertemuan Putin, penyelidikan kriminal dibuka atas dugaan pembunuhan atas dua atau lebih manusia.

(FJR)

Penikaman di Manchester, Tiga Orang Terluka

Polisi berjaga-jaga di Stasiun Kereta Manchester Victoria usai penikaman. (Foto: AFP)

Manchester: Setidaknya tiga orang terluka akibat penusukan yang terjadi pada malam pergantian tahun menuju 2019 di Manchester, Inggris.

Insiden ini terjadi di stasiun kereta Manchester Victoria sekitar pukul 21.00 malam waktu setempat, sebelum malam perayaan pergantian tahun. Seorang petugas polisi menjadi salah satu korban penusukan.

Tim anti-terorisme Inggris langsung menyelidiki kasus ini. Pelaku pun telah ditangkap dan ditahan untuk diselidiki lebih lanjut. Pelaku diketahui berusia 25 tahun, dikutip dari CNN, Rabu 2 Januari 2019. 

Penikaman ini terjadi di dekat area Manchester Arena, lokasi yang terkena serangan bom pada Mei 2017 lalu. Serangan itu menewaskan 22 orang. 

“Beruntung ada polisi di dekat peron dan dengan cepat langsung meringkus pelaku sebelum ada korban jiwa,” ujar saksi mata tersebut.

Sementara itu, dua korban lainnya mengalami luka-luka di tangan dan di wajah. Akibat adanya insiden ini, perayaan malam pergantian tahun di Albert Square dijaga ketat oleh kepolisian setempat. 

(WIL)

Bayi Berhasil Bertahan dari Gedung Roboh di Rusia

Bangunan di Rusia yang roboh akibat ledakan gas. (Foto: AFP).

Magnitogorsk: Tim penyelamat berhasil menolong bocah lelaki berusia 10 bulan hidup-hidup dari puing-puing ledakan gas di sebuah blok apartemen Rusia. Insiden itu menewaskan sedikitnya tujuh orang dan membuat puluhan orang dikhawatirkan terperangkap.

Baca juga: Bangunan Roboh di Rusia, Tujuh Warga Dilaporkan Tewas.

Pekerja darurat melawan waktu untuk menggali korban dari reruntuhan ledakan dengan suhu yang dipastikan turun serendah minus 24 derajat Celcius.

Anak tersebut diselamatkan dari lokasi, meskipun laporan menunjukkan bayi laki-laki itu terluka parah dan prospek kesembuhannya tidak jelas. Setelah ditarik dari puing-puing, seorang petugas medis segera menyuntikkan sesuatu kepada anak itu sebelum ia dibawa pergi dari lokasi kejadian.

Ledakan menyebabkan runtuhnya sebagian bangunan sembilan lantai di kota Magnitogorsk, Rusia selatan, tempat seruan minta tolong dilaporkan terdengar di bawah bangunan yang hancur.

Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan perjalanan ke lokasi ledakan pada Senin dan mengunjungi korban terluka di rumah sakit. Menteri Situasi Darurat, Yevgeny Zinichev, mengatakan pada pertemuan dengan presiden Rusia bahwa mungkin antara 36 dan 40 orang di bawah puing-puing.

Pihak kementerian mengatakan, sekitar 110 orang tinggal di gedung. Para pejabat menjelaskan kemungkinan menemukan korban yang selamat semakin menipis seiring berlalunya hari.

“Kita harus bekerja secepat mungkin karena suhu tidak memberi kita waktu untuk berlama-lama,” kata Wakil Menteri Kedaruratan, Pavel Baryshev, seperti dikutip dari Sky News, Selasa 1 Januari 2019.

Kementerian darurat sebelumnya mengatakan bahwa lima korban berada di rumah sakit. Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 6.00 pagi waktu setempat, ketika banyak orang tidur pada hari libur nasional Rusia. Magnitogorsk adalah kota berpenduduk sekitar 400.000 jiwa berjarak lebih 1.000 kilometer dari Moskow.

Terjadi insiden serupa di Rusia dalam beberapa tahun terakhir karena infrastruktur yang lapuk dan keamanan yang buruk atas penggunaan gas. Pada 2015, setidaknya lima orang tewas ketika ledakan gas merusak sebuah gedung apartemen di kota Volgograd.

(FJR)

Kematian Akibat Kecelakaan Pesawat Meningkat Tajam di 2018

Pesawat maskapai Lion Air di Bandara Fatmawati, Bengkulu, 9 November 2018. (Foto: Antara Foto/DAVID MUHARMANSYAH)

Amsterdam: Jumlah korban tewas dalam kecelakaan pesawat sepanjang tahun 2018 meningkat tajam dari tahun sebelumnya. Data terbaru disampaikan organisasi Aviation Safety Network (ASN) asal Belanda.

Data ASN mencatat 556 kematian dalam 15 kecelakaan pesawat sepanjang 2018. Angka kematian tahun sebelumnya hanya 44 dari 10 kecelakaan.

ASN menyebut jumlah korban tewas di 2018 lebih buruk dari rata-rata 14 kecelakaan pesawat dan 480 kematian per lima tahun. Dua belas dari kecelakaan fatal pada 2018 melibatkan pesawat komersil, sementara tiga lainnya jenis kargo.

Kecelakaan terparah terjadi pada Oktober, saat pesawat maskapai Lion Air jatuh dan menewaskan 189 orang. Laporan awal mengindikasikan adanya masalah teknis yang menyebabkan pesawat jenis Boeing 737 Max itu jatuh usai lepas landas dari Jakarta.

Namun secara keseluruhan, ASN menyebut keselamatan penerbangan telah meningkat secara substansial dalam 20 tahun terakhir — meski permintaan penerbangan di level global juga bertambah.

“Jika rata-rata angka kecelakaan telah sama seperti 10 tahun lalu, seharusnya hanya ada 39 kematian tahun lalu (2018),” ujar Kepala Eksekutif ASN, seperti dikutip dari Sky News, Rabu 2 Januari 2019.

ASN menyebut hilangnya kendali sebagai kekhawatiran utama dalam industri penerbangan. ASN menyebut kehilangan kendali merupakan penyebab sedikitnya 10 dari 25 kecelakaan pesawat dalam lima tahun terakhir.

Penumpang di sebagian besar dari kecelakaan itu masuk dalam kategori “tidak mungkin bisa selamat.”

(WIL)

14 Orang Dikonfirmasi Tewas dalam Ledakan Gedung Rusia

Bangunan di Rusia yang roboh akibat ledakan gas. (Foto: AFP).

Magnitogorsk: Korban tewas dalam insiden ledakan yang terjadi di sebuah gedung apartemen di Rusia, terus bertambah. 14 orang dikonfirmasi tewas dalam kejadian ini.

Baca juga: Bangunan Roboh di Rusia, Tujuh Warga Dilaporkan Tewas.

Hingga saat ini regu penyelamat masih terus berupaya mengeluarkan jasad dari puing-puing bangunan yang roboh sebagian. Kejadian nahas itu berlangsung di gedung yang berada di Kota Magnitogorsk, sekitar 1.700 kilometer dari Moskow.

“14 jasad sudah ditemukan dan 27 lainnya masih dilaporkan hilang, menyusul ledakan gas di bangunan tersebut,” pernyataan pihak pemerintah setempat, seperti dikutip AFP, Rabu, 2 Januari 2019.

“Lima orang berhasil diselamatkan dari puing, termasuk seorang bayi. Sementara 86 orang lainnya dipastikan tidak menderita luka apapun,”jelas pernyataan itu.

“Proses pencarian korban di lokasi kejadian masih tetap dilakukan,” imbuh pernyataan ini.

Baca juga: Bayi Berhasil Bertahan dari Gedung Roboh di Rusia.

Melawan suhu dingin, regu penyelamat terus melakukan pencarian dengan menyisir beton dan besi yang hancur. Mereka juga masih memastikan kestabilan dinding dari gedung apartemen yang dibangun era Uni Soviet itu.

Adapun ledakan tersebut menghancurkan 35 ruangan apartemen dan merusak 10 lainnya. Insiden ini memicu puluhan orang tidak memiliki rumah di saat malam pergantian tahun.

(FJR)

Diplomat Korut Ajukan Suaka ke Italia

Bendera Korea Utara. (Foto: AFP)

Pyongyang: Seorang diplomat Korea Utara (Korut) dikabarkan telah membelot dan mencari suaka ke Italia. Jo Song Gil merupakan salah satu diplomat top Korut yang sedang ditempatkan di Roma.

Harian Korea Selatan JoongAng Ilbo memberitakan, Jo bersama keluarganya mengajukan permohonan suaka ke sebuah kota kecil di Italia. 

“Diplomat tersebut mengajukan permohonan suaka bulan lalu,” tulis JoongAng Ilbo, dikutip dari Channel News Asia, Kamis 3 Januari 2019.

Dikabarkan pula, pihak berwenang Italia menerima laporan bahwa Jo mengaku menderita di bawah tekanan pemerintahan Korut. Italia pun bersedia melindungi Jo dan keluarganya di kota yang aman.

Jo merupakan Duta Besar Korut untuk Italia sejak Oktober 2017, setelah Italia mengusir dubes sebelumnya sebagai protes pada uji coba rudal balistik Korut, dua tahun lalu. 

Jo juga disebut-sebut adalah menantu dari salah satu pejabat tinggi rezim Kim Jong-un. 

Biasanya, diplomat Korut yang bertugas di luar negeri tak diperbolehkan membawa keluarganya untuk mencegah terjadi pembelotan. Namun Jo datang ke Roma dengan membawa istri dan anak-anaknya. 

Diplomat senior Korut terakhir yang membelot adalah Thae Yong Ho, yang meninggalkan jabatannya sebagai Wakil Duta Besar di Inggris pada 2016 silam, dengan alasan mencari masa depan yang lebih baik di London. 

(FJR)

Penumpang Gambarkan Kengerian Kecelakaan Kereta Denmark

Kopenhagen: Sebanyak enam orang tewas dan 16 lainnya terluka dalam kecelakaan kereta api di Jembatan Great Belt di Denmark, Rabu 2 Januari 2019. Seorang penumpang mengungkapkan kengerian dalam kecelakaan itu.

Baca juga: Enam Orang Tewas dalam Kecelakaan KA Denmark.

Pejabat jaringan kereta api mengatakan puing-puing dari kereta barang — mungkin memuat terpal — menabrak kereta komuter saat badai besar memaksanya untuk mengerem mendadak. Tim penyelamat bekerja menolong sekitar 100 penumpang yang masih terjebak di dalam kereta.

“Ada tabrakan keras dan jendela-jendela mulai menabrak kepala kami,” seorang penumpang, Heidi Langberg Zumbusch, mengatakan kepada stasiun penyiaran Denmark DR.

“Kami terkapar ke lantai, dan kemudian kereta berhenti,” cetusnya.

Zumbusch menambahkan, sesama penumpang mengatakan kepadanya bahwa sisi gerbong di depan gerbong mereka telah hancur.

“Kami beruntung. Orang-orang di kereta di gerbong depan kami tidak seberuntung itu,” katanya, seperti dikutip dari BBC, Kamis 3 Januari 2019.

Reruntuhan menghantam kereta komuter — yang berjalan dari Odense ke ibukota Kopenhagen — sekitar pukul 07:35 waktu setempat.

“Warga Denmark dalam perjalanan ke tempat kerja atau pulang dari liburan Natal telah terenggut nyawa mereka,” cuit Perdana Menteri Larske Rasmussen, seraya mengatakan kecelakaan itu telah “mengguncang kita semua”.

Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven juga menulis tweet menyebutkan dia telah berbicara dengan Rasmussen setelah “kecelakaan mengerikan”.

Gambar dari tempat kejadian menunjukkan kereta barang dengan sisi miring. Layanan darurat dilaporkan berjuang dalam cuaca buruk demi menjangkau kereta penumpang, yang berhenti di jembatan.

Ada 131 penumpang dan tiga anggota awak di kapal pada saat kecelakaan. Sebuah pusat darurat sudah didirikan di ujung barat jembatan di kota Nyborg. Jembatan ditutup untuk mobil dan kereta menuju pulau Funen, tetapi lalu lintas mobil menuju Zealand telah dibuka kembali.

Puluhan ribu kendaraan melintasi jembatan setiap hari, dan badai menyebabkan beberapa kecelakaan di ruas jalan pada Selasa sebelumnya. Ibu kota Denmark Kopenhagen berada di pulau Zealand, sementara kota Odense terletak di Funen di barat.

(FJR)

214 Imigran Afrika Diselamatkan dari Tengah Laut

Imigran yang berupaya menggapai Eropa tetapi terdampar di Laut Mediterania. (Foto: AFP).

Alboran: Badan Keselamatan Maritim Spanyol pada Rabu 2 Januari menyelamatkan 214 imigran Afrika yang berupaya mencapai Eropa dari Maroko. Sehari sebelumnya agensi itu menyelamatkan 111 orang lainnya.

Sebanyak 164 imigran diselamatkan Rabu dari tiga kapal kecil di Laut Alboran, dalam perairan Laut Mediterania barat daya. Sementara 50 imigran lainnya ditarik dari perairan di Selat Gibraltar.

Kapal penyelamat merespons laporan kapal lain yang dikeluarkan sekitar pukul 5 waktu setempat di Alboran. Pada Selasa, 111 imigran Afrika diselamatkan dengan tiga kapal kecil, dua di Alboran membawa 96 imigran, dan satu lagi di Gibraltar membawa 15 orang.

Mereka ditemukan di kapal penangkap ikan kecil terbuka yang dikenal sebagai pateras. Banyak yang diangkut ke pelabuhan Almeria. Semua berasal dari Maroko.

“Sebanyak 111.558 imigran dan pengungsi telah memasuki Eropa melalui laut pada 2018 hingga 16 Desember,” kata Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

“Tahun lalu menjadi tahun kelima berturut-turut bagi kedatangan imigran gelap dan pengungsi ke Eropa mencapai 100.000,” sebut IOM seperti disitir dari UPI, Kamis 3 Januari 2019.

Sementara bagian lain dari kawasan Eropa selatan telah memperketat pembatasan pada imigran Afrika, Spanyol terus menerimanya. 

Pekan lalu, Spanyol menerima kapal organisasi kemanusiaan yang membawa lebih dari 300 imigran yang diselamatkan dari perairan Libya. Lainnya, negara-negara Eropa yang lebih dekat, termasuk Italia dan Malta, menolak mereka.

(FJR)

Korban Tewas Ledakan Apartemen Rusia jadi 37 Orang

Gedung apartemen yang ambruk di Rusia. (Foto: AFP)

Magnitogorsk: Jumlah korban tewas akibat insiden ledakan di gedung apartemen di Magnitogorsk, Rusia, mencapai 37 orang. Di antara korban tewas, terdapat enam anak-anak.

Enam orang lainnya berhasil diselamatkan, termasuk satu bayi laki-laki yang terjebak selama 35 jam di reruntuhan apartemen dan ditemukan dalam keadaan hidup. 

Dilansir dari AFP, Jumat 4 Januari 2019, lebih dari 900 orang yang terdiri dari petugas penyelamat dan petugas pemadam kebakaran dilibatkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban.

Baca: Bayi Berhasil Bertahan dari Gedung Roboh di Rusia

Melawan suhu dingin, regu penyelamat terus melakukan pencarian dengan menyisir beton dan besi yang hancur. Mereka juga masih memastikan kestabilan dinding dari gedung apartemen yang dibangun era Uni Soviet itu.

Hingga kini, belum diketahui jelas penyebab ledakan yang meruntuhkan sekitar 48 unit di dalam apartemen tersebut. 

Ledakan terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari waktu setempat pada malam pergantian tahun. Pemerintah daerah pun saat ini sedang mempertimbangkan untuk menyediakan kompleks sementara bagi warga yang terdampak.

(FJR)

Lima Remaja Polandia Tewas dalam Permainan Mematikan

Ilustrasi kebakaran. (Foto: Medcom.id)

Koszalin: Lima remaja putri meninggal dunia dan satu pria terluka parah saat kebakaran melanda sebuah ruangan di mana mereka melakukan “permainan melarikan diri” di kota Koszalin, Polandia, Jumat 4 Januari 2019.

“Para korban dari tragedi ini adalah remaja putri berusia 15 tahun yang sedang merayakan ulang tahun,” ujar Menteri Dalam Negeri Joachim Brudzinski kepada kantor berita TVN24.

Juru bicara dinas pemadam kebakaran Polandia Tomasz Kubiak hanya mengonfirmasi bahwa semua korban tewas berjenis kelamin perempuan. “Satu pria dengan luka bakar parah dibawa ke unit gawat darurat,” sebut dia kepada AFP.

Polisi bernama Monika Kosiec mengatakan kepada awak media bahwa pria yang terluka diyakini berusia 25 tahun. Kepolisian dan dinas pemadam kebakaran belum mengungkapkan penyebab kebakaran, yang dilaporkan terjadi pada malam hari.

Brudzinski mengarahkan dinas pemadam kebakaran untuk menerapkan lima pengawasan keamanan di setiap ruangan “melarikan diri” di seantero Polandia, yang jumlahnya diyakini lebih dari 1.000.

Ruangan “melarikan diri” atau ‘escape room’ populer di beberapa negara dunia. Ruangan ini menawarkan pengalaman menegangkan bagi para pemainnya, yang dikurung di sebuah ‘escape room’ dan harus menyelidiki setiap petunjuk untuk dapat keluar.

(WIL)

Data Ratusan Politikus Jerman Dicuri, Termasuk Merkel

Foto Kanselir Angela Merkel berada di situs milik parlemen Jerman. (Foto: AFP/ODD ANDERSEN)

Berlin: Data ratusan politikus Jerman, termasuk Kanselir Angela Merkel, dicuri dan diunggah ke internet. Surat kabar Bild, yang mendapatkan kopi dari sejumlah bocoran tersebut, menyebutkan informasi curian itu meliputi nomor telepon, alamat rumah dan data finansial.

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier juga masuk dalam daftar data yang bocor ke internet. Meski bocor, sebagian besar informasi tersebut tidak sensitif dan menyinggung urusan politik.

Bocoran data pertama kali muncul di akun Twitter (@_Orbit) yang saat ini sudah dibekukan. Sejumlah data itu dirilis dalam beberapa gelombang sebelum hari raya Natal.

Menurut juru bicara badan keamanan siber Jerman, BSI, sejumlah agensi intelijen telah bertemu dan membahas kasus ini. Semua politikus di kabinet Jerman terkena imbas, kecuali partai sayap kanan Alternative for Germany.

Menteri Hukum Katarina Barley menyebut bocoran data ini sebagai “serangan serius” terhadap keamanan nasional. “Orang di balik serangan ini ingin merusak demokrasi dan institusi kita,” tambah dia, seperti disitir dari media Sky News, Jumat 4 Januari 2019.

Pada 2017, serangan terhadap sistem komputer di Jerman berujung pada “bocornya data dalam jumlah signifikan.” Saat itu, Holger Muench, kepala Kepolisian Unit Kriminal Federal Jerman, mengingatkan bahwa bocoran data dapat berimbas pada pemilihan umum.

Belum diketahui apakah serangan pada 2017 terkait dengan bocoran data terbaru. Sejauh ini otoritas Jerman belum secara terbuka mengumumkan pihak yang bertanggung jawab atas serangan.

(WIL)

PBB Serukan Kembali Investigasi Independen Kasus Khashoggi

Demonstran membawa foto Jamal Khashoggi. (Foto: AFP)

Jenewa: Agensi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengaku sulit memeriksa adil atau tidaknya proses persidangan kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi yang dilakukan di Arab Saudi. Menurut PBB, persidangan di Riyadh “tidak cukup” untuk mengungkap seluruh fakta di balik kematian Khashoggi.

Khashoggi tewas dibunuh di konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Saudi telah mendakwa sebelas orang dalam kasus tersebut. 

Juru bicara Agensi HAM PBB Ravina Shamdasani menyerukan kembali adanya investigasi independen kasus Khashoggi dengan “melibatkan pihak internasional.”

Seperti dinukil dari media Al Jazeera, Sabtu 5 Januari 2019, Pernyataan disampaikan satu hari usai persidangan 11 terdakwa dibuka di Riyadh pada Kamis kemarin.

Seorang jaksa Saudi mengejar vonis mati untuk lima dari sebelas terdakwa tersebut. Shamdasani menegaskan PBB “menentang penjatuhan vonis mati” terhadap kelima terdakwa. 

Sejumlah grup HAM juga menyerukan adanya investigasi independen dalam kasus Khashoggi. “Karena adanya kemungkinan keterlibatan Saudi dalam pembunuhan Khashoggi dan kurang independennya sistem pengadian Saudi, maka proses investigasi da persidangan yang bersifat imparsial dipertanyakan,” ujar Samah Hadid, direktur Amnesty International Timur Tengah.

“Inilah mengapa investigasi independen yang dipimpin PBB diperlukan,” lanjut dia.

Baca: Saudi Tolak Permohonan Ekstradisi Terdakwa Kasus Khashoggi

Dalam kasus Khashoggi, sejumlah pihak mencurigai Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman sebagai sosok pemberi perintah. Agensi Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA bahkan disebut telah menyimpukan bahwa Pangeran Mohammed, atau disingkat MBS, adalah yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

Namun pengadilan Saudi menegaskan MBS tidak terlibat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan beberapa petinggi Washington lainnya juga mengatakan bahwa tidak ada bukti langsung yang dapat mengaitkan MBS dengan kematian Khashoggi.

(WIL)

Diplomasi ala Dubes Sri Astari di Tanah Budaya Bulgaria

Sofia: Sri Astari Rasjid adalah seorang seniman yang ditunjuk menjadi Duta Besar Indonesia untuk Bulgaria, Albania dan Masedonia pada 2016. Memiliki kecintaan kuat terhadap seni dan budaya, Dubes Astari mendeskripsikan misi strategisnya sebagai “Diplomasi Budaya untuk Mendorong Perdamaian dan Harmoni.”

Berikut wawancara khusus dengan Dubes Astari versi Diplomatic Spectrum, lewat kerja sama dengan KBRI Sofia.

Dalam pidato Anda, dinyatakan bahwa negara Indonesia tidak dibangun berdasarkan etnis, budaya atau agama, tapi merupakan masyarakat tunggal yang tergabung dalam lebih dari 300 grup etnis. Apa yang menyatukan mereka semua?

Kami memiliki ribuan pulau yang terhubung dengan baik oleh lautan. Masyarakat juga terhubung melalui lautan lain, yakni lautan cinta dan solidaritas untuk kemanusiaan.

Moto Indonesia adalah “Bhinneka Tunggal Ika.” Kami memahami nilai dari “majemuk” dan di waktu bersamaan, “tunggal!” Kami seperti sebuah pohon dengan banyak dahan. Tentu saja dahan yang berbeda-beda itu adalah sebuah berkah karena menghasilkan lebih banyak dedaunan hijau, buah-buahan, bunga dan lokasi teduh untuk semua orang.

Menyatukan Indonesia memiliki dasar filosofi-sosial yang sangat kuat bernama Pancasila. Pancasila dibuat pada era presiden pertama Soekarno. Kehidupan masyarakat Indonesia berjalan baik berdasarkan Pancasila, yang menjamin keyakinan beragama, kemanusiaan, identitas persatuan, demokrasi dan keadilan sosial. Jika saya sebutkan satu per satu sila dalam Pancasila adalah sebagai berikut:

1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyataan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Bahasa adalah kunci utama lainnya dalam hal ini. Bahasa Indonesia adalah Bahasa Nasional yang digunakan seluruh masyarakat Indonesia. Indonesia adalah negara keempat dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, dan bahasa kami juga salah satu yang banyak digunakan.

Bahasa adalah elemen kunci dari sebuah budaya, dan juga sebagai jaminan dari integritas dan ketahanan kultural sebuah negara. Seperti Bahasa Bulgaria, yang melindungi identitas Anda selama berabad-abad, Bahasa Indonesia juga memainkan peranan sama di negara saya. Kami juga memiliki pojok Bahasa Indonesia di Universitas Sofia. Saya senang dapat memberi tahu Anda bahwa banyak warga Bulgaria tertarik dan mempelajari Bahasa Indonesia, yang membuat mereka memiliki kesempatan yang lebih baik untuk berhubungan dengan Indonesia.

Apa pencapaian Indonesia yang membuat Anda bangga?

Kami adalah negara bersatu, baik di masa senang maupun sulit. Terutama saat bencana alam terjadi, yang beberapa kali melanda negara kami tahun ini (2018), masyarakat Indonesia menunjukkan solidaritas, rasa kasih sayang, integritas dan kepedulian mendalam terhadap warga terdampak musibah. Pemerintah juga bertindak cepat menangani bencana. Kami adalah satu saat bencana atau kesulitan melanda.

Itu merupakan pencapaian besar di zaman sekarang, untuk menyatukan berbagai budaya, agama dan etnis dalam sebuah masyarakat yang hidup damai. Saya bangga atas peran masyarakat dan pemerintah Indonesia, sebagai simbol dan dukungan untuk menjaga perdamaian dalam skala lokal dan global, yang juga berkontribusi terhadap negara demokrasi ketiga terbesar di dunia.

Masyarakat Indonesia adalah pekerja keras, jujur, baik hati dan memiliki spiritualitas tinggi, yang sudah diturunkan dari nenek moyang mereka selama berabad-abad. Dikenal sebagai masyarakat sopan dan bermoral tinggi, adalah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

Pencapaian ekonomi Indonesia, memberantas korupsi, membangun infrastruktur vital selama masa kepemimpinan Joko Widodo, presiden saat ini adalah kebanggaan untuk semua tim yang bekerja di belakangnya. Dia memperlihatkan rasa cinta senjata, penghormataan dan kepedulian kepada masyarakat, dan di saat bersamaan, dapat tetap merakyat. Dia juga memperjuangkan kepentingan Indonesia dalam berbagai aspek.

Jika saya dapat kembali lagi ke pembentukan Pancasila di era Presiden Soekarno, saya rasa itu adalah aspek dari pencapaian Indonesia lainnya yang patut diungkap. 

Sebagai seniman, saya bangga dapat melihat banyak talenta Indonesia, yang sukses menunjukkan Seni mereka di panggung global. Mereka menginspirasi banyak orang di seluruh dunia lewat kreasi seni dan keindahan.

Tentu saja ini akan menjadi kebanggaan kami di masa mendatang, seiring dengan apresiasi kami terhadap warisan nenek moyang. Sama seperti kalian warga Bulgaria, yang juga bangga menjaga warisan budaya.


Dubes Sri Astari Rasjid. (Foto: KBRI Sofia)

Peran Indonesia di panggung global itu penting. Indonesia adalah negara partisipan kesepuluh terbesar dalam misi penjaga perdamaian PBB. Apa tujuan dari kebijakan luar negeri Indonesia di dunia saat ini?

Indonesia adalah anggota G20 dan tentu saja memiliki tanggung jawab dalam dewan pemerintahan dunia. Indonesia telah dipilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB oleh Majelis Umum PBB untuk dua periode, dimulai pada 1 Januari 2019. sebagai Duta Besar Indonesia di kawasan ini, saya ingin menyampaikan apresiasi saya kepada warga pemerintah Bulgaria, Albania dan Masedonia atas suara dan dukungannya untuk Indonesia,

Komitmen Indonesia dan kontribusi kami terhadap pembentukan orde dunia didasari nilai-nilai kebebasan kami, perdamaian abadi dan keadilan sosial yang sesuai dengan Konstitusi Republik Indonesia. Kami menginginkan keadilan sosial, kebebasan dan kehormatan manusia. Dalam konteks internasional, partisipasi Indonesia bertujuan menjaga perdamaian dan keamanan internasional, dengan menjunjung tinggi kedaulatan nasional.

Untuk memberikan gambaran konkret atas peran Indonesia, kami adalah negara dengan jumlah Muslim terbesar di dunia. Oleh karenanya, kami selalu menjalin hubungan hangat dengan Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) dan semua negara Muslim di seluruh dunia.

Dari sudut pandang ini, Indonesia memiliki peran besar dalam diplomasi dan juga pengaruh, antara negara-negara di Timur Tengah. Indonesia juga selalu bermediasi di masa-masa krisis antara kekuatan utama kawasan, seperti Arab Saudi, Mesir, Yordania dan Iran.

Kami meyakini pentingnya kesatuan masyarakat global, terlepas dari beragam etnis mereka semua. Itulah mengapa kami, Indonesia, menghargai hubungan bilateral dengan berbagai negara dan menjadikannya sebagai aset untuk membentuk perdamaian dan harmoni di dunia.

Hubungan diplomatik antara dua negara kita telah terjalin 62 tahun lalu. Seperti apa hubungan dua negara kita sekarang?

Hubungan diplomatik kita berada dalam level yang sangat memuaskan. Interaksi antar pejabat negara kita terjadi secara rutin, dan kami memiliki hubungan yang sangat terhormat dengan Bulgaria.

Selama masa jabatan saya, Anies Baswedan selaku Menteri Pendidikan saat itu menandatangani nota kesepahaman operasi budaya dengan Vezhdi Rashidov, Menteri Budaya Bulgaria kala itu, di Sofia pada 2016.

Menteri Luar Negeri Bulgaria Daniel Mitov juga mengunjungi Indonesia pada 2016, dan menandatangani perjanjian bebas visa antar dua negara. Perjanjian ditandatangani Mitov dengan Menlu RI Retno Marsudi di Jakarta pada Maret 2016.

Bulgaria dan Indonesia saling mendukung di PBB, termasuk soal pencalonan RI sebagai anggota tidak tetap DK PBB. Anggota parlemen kami juga mengunjungi Bulgaria untuk bertemu anggota parlemen negara Anda.

Apa pertukaran perdagangan kita? Apakah ada ketertarikan dalam investasi, dan seperti apa arahnya?

Ekspor utama Indonesia ke Bulgaria adalah kopi, minyak kelapa sawit, kertas dan produk kertas, benang dan baju, elektronik, furnitur serta produk akuatik, kari, gelas, barang pecah belah dan kakao.

Impor utama dari Bulgaria adalah tembakau, biji ketumbar, bahan kimia (disodium carbonate), komponen elektronik, biji-bijian, pakan ternak, gandum, mesin serta logam.

Mengenai investasi, sebuah perusahaan Bulgaria bernama IPS memulai rencana investasi di Indonesia untuk membangun peralatan energi terbarukan. Banyak perusahaan lainnya juga berinvestasi di lahan-lahan Indonesia.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS):

Pada 2018 hingga Oktober, total nilai perdagangan dengan Bulgaria adalah USD374,41 juta atau setara Rp5,3 triliun atau meningkat 286,92 persen dibanding periode sama di 2017. Perubahan ke angka 317,34 persen terjadi untuk periode Januari-Agustus 2018 dibanding periode sama di 2017.

Untuk investasi Bulgaria di Indonesia, nilainya USD1,2 juta untuk Januari 2017. Untuk 2018 dalam periode Januari-September, investasi Bulgaria yang tercatat di Indonesia adalah USD0,3 juta.

Sebagai tambahan, perangkat militer impor Indonesia asal Bulgaria bernilai USD22,8 juta pada 2018.

Mengomentari data ini, saya akan berbagi bagian dari hasil kerja yang saya ciptakan pada 2006. Hasil karya saya bernama La Vie en Rose “Guns and Roses.” Saat saya datang ke Bulgaria, saya menyadari bahwa saya berada di negara penghasil Guns and Roses, dan saya selalu mendeskripsikan negara Anda kepada teman-teman saya sebagai tanah Kekuatan dan Keindahan.


Hasil karya Dubes Astari. (Foto: KBRI Sofia)

Kami semua, warga Bulgaria, melihat usaha aktif Anda dalam mempopulerkan Indonesia di Bulgaria. Festival kesenian dan kebudayaan “Wonders of Indonesia” yang diinisiasi oleh Anda telah berlangsung sukses. Apakah ada kehebatan lain dari negara Anda yang dapat Anda perlihatkan kepada kami?

Iya, tentu saja itu adalah kesuksesan luar biasa. Kami menghadirkan tekstil Indonesia, Batik pada 2016. Di tahun kedua pada 2017, kami menghadirkan pameran Indonesia di Quadrat National Gallery, yang meliputi produk tekstil, perhiasan dan kerajinan tangan dari seluruh Indonesia. Di waktu bersamaan, karya seni dari koleksi galeri nasional Indonesia juga dipamerkan di National Gallery Palace di Sofia.

Di tahun ketiga, kami menggelar fashion show untuk desain klasik dan modern oleh desainer ternama Ghea Panggabean yang diundang ke Sofia fashion week 2018. Kami memperlihatkan kepada publik bagaimana produk tektil dan perhiasan Indonesia dipakai oleh para wanita cantik Indonesia dan Bulgaria. Raja Simeon dan Ratu Margarita juga menghadiri acara di Military Club, yang menjadi acara paling berkesan di Sofia lewat fashuon show tradisional dan modern, tari Gending Sriwijaya dan pertunjukan musik.

Edisi keempat dari Wonders of Indonesia berlangsung pada 2019, yang juga memperlihatkan seni kontemporer Indonesia yang merupakan passion saya sebagai seniman kontemporer. Kami berencana menggelar pameran gabungan dengan seniman Bulgaria, untuk menghadirkan seni kontemporer dari kedua negara. Kami juga akan menggelar tari klasik Jawa yang sudah dimodernisasi.

Sejumlah produk warisan dan koleksi perhiasan, tekstil dan artefak juga akan dipamerkan. Kami juga akan berpartisipasi dalam festival Plovdiv sebagai European Cultural Capital 2019. 

Seperti yang kalian lihat, kami mendesain rangkaian “Wonders of Indonesia” dengan berbagai aspek seni dan tradisi selama masa jabatan saya di Sofia.

Saya yakin satu masa jabatan tidak cukup untuk memperlihatkan warisan budaya Indonesia. Saya berharap penerus saya akan melanjutkan tradisi “Wonders of Indonesia” di Bulgaria.


Wonders of Indonesia di Sofia pada September 2018. (Foto: KBRI Sofia)

Anda adalah seorang pakar dan kolektor seni tradisional Indonesia. Berkat Anda, kami di Sofia sudah beberapa kali menyentuh keindahan batik — sebuah produk tekstil unik yang dinobatkan UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia. Apakah (batik) itu favorit Anda?

Ini merupakan passion dan kewajiban saya untuk menjaga dan melestarikan budaya batik semampu saya. Sejak dahulu, saya telah mengoleksi dan melestarikan batik, perhiasan, artefak dan semua warisan budaya lainnya dari Indonesia. Ternyata hobi mengoleksi saya bermanfaat, karena saya dapat memperlihatkan itu kepada Anda semua selama saya menjabat. 

Dengan mengumpulkan semua warisan budaya ini, saya juga belajar sejarah negara saya sembari membagikannya dengan negara Anda. Mengoleksi batik juga bentuk rasa cinta personal saya kepada keindahan, dan apresiasi kepada para seniman di masa lalu.

Saya mencintai semua koleksi tekstil Indonesia dan kekayaan dari industri tekstil Indonesia. Kami memiliki banyak bentuk dan desain dari berbagai wilayah di Indonesia, yang saya coba pakai dalam berbagai kesempatan.

Indonesia berpartipasi dalam berbagai festival dan acara ilmiah di Bulgaria. Seperti apa perkembangan dari program pertukaran budaya antara dua negara kita saat ini?

Negara saya kaya akan pertunjukan seni, tari dan musik. Itulah mengapa kami mendapat banyak penghargaan tertinggi dalam berbagai festival dan kompetisi, terutama di Bulgaria. Saya senang bahwa Indonesia adalah salah satu peserta utama dalam berbagai festival di negara Anda. Kami telah memenangkan sejumlah penghargaan Grand Prix dalam beberapa tahun terakhir.

Kami mengundang banyak orang dari Indonesia ke Bulgaria. Banyak seniman, desainer, dan budayawan datang ke Bulgaria semasa jabatan saya. Bahkan banyak teman saya sengaja datang secara personal untuk melihat keindahan Bulgaria. Saya selalu mencoba mempromosikan Bulgaria ke masyarakat Indonesia dan juga mempromosikan Indonesia di sini.

Karena rasa cinta saya kepada budaya dan keindahan alam negara Anda, saya juga berharap aktivitas serupa terjadi di Indonesia melalui Kedutaan Besar Bulgaria di Jakarta. Saya berharap dapat memperkuat hubungan, dan mengikat hati warga dua negara kita melalui budaya masing-masing.

Apakah ketertarikan pemuda Bulgaria terhadap Indonesia dan budayanya terus berkembang? Dan apakah juga sebaliknya (pemuda Indonesia terhadap Bulgaria)?

Saya melihat jumlah mahasiswa Bulgaria yang mempelajari Bahasa dan Budaya Indonesia terus bertambah. Alasan atas bertambahnya jumlah tersebut adalah keindahan dari budaya kami, kesempatan untuk berbisnis, keindahan alam untuk pariwisata di Indonesia dan yang terpenting adalah hasrat belajar yang tinggi di kalangan warga Bulgaria.

Saya melihat bagaimana warga Bulgaria selalu tertarik untuk belajar mengenai negara lain. Ini merupakan aspek kuat dari negara Anda, yang akan berimbas baik di masa mendatang.

Mengenai pemuda Indonesia, akan sangat baik jika seni dan cerita rakyat Bulgaria serta ragam kulinernya dipromosikan di Indonesia.

Terdapat hasrat nyata di kalangan pemuda kami untuk datang dan belajar di sini, tapi mendapatkan visa Bulgaria adalah rintangan bagi mereka. Sekarang giliran Bulgaria untuk memberikan kami bebas visa bagi pemegang paspor biasa. Indonesia sudah memberikan bebas visa 30 hari untuk warga Bulgaria yang ingin berkunjung Indonesia. Saya berharap kita dapat mencapai perjanjian semasa jabatan saya untuk menyelesaikan isu ini.

Sepertinya Anda meyakini kekuatan dari diplomasi budaya. Anda juga merupakan ‘jantung’ dari festival Asia pertama “Asia Closer,” dan juga dari The Colors of Traditions yang berlangsung sukses. Apa hal yang dapat menyatukan semua kedubes dari negara-negara Asia di Bulgaria, karena hampir mereka semua berpartisipasi?

Terima kasih saya sampaikan kepada Presiden Joko Widodo sehingga saya menjadi duta besar di tanah budaya Eropa Timur yang memiliki akar kuat dalam sejarah dan juga melestarikan tradisinya dengan sangat baik. Saya sangat mengapresiasi budaya di sini.

Sebagai Dubes Seniman, di tanah budaya, saya memformulasikan strategi misi saya sebagai “diplomasi budaya untuk mendorong perdamaian dan harmoni.”

Perdamaian dan harmoni muncul saat Anda menghadirkan berbagai negara lain dalam satu frame yang sama. Tentu saja, ini adalah filosofi di balik Asian Festival di Sofia.

Saya juga berterima kasih kepada teman-teman saya sesama dubes Asia, yang mempertimbangkan proposal kami, untuk berpartisipasi dalam Asia Festival untuk kali pertama, kedua dan ketiga nanti tahun ini, 2019.

Negara-negara Asia memiliki semangat Ketimuran yang sama, yang akan menjadi kekuatan besar di masa mendatang. Mereka memiliki mimpi yang sama, kepentingan dan latar belakang serupa. Bhinneka Tunggal Ika adalah praktik dari moto Indonesia, dalam konteks Bulgaria, dengan warna Asia. Tentu saja dengan bersatu, kita akan semakin kuat.

Asian Festival sedang bergerak menuju sebuah merek dan saya berharap ini dapat terus berlanjut. Saya sangat berterima kasih kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla, Iliana Yotova yang membuat Asian Festival pertama pada 2017 dan kepada Presiden Rumen Radev yang membuat festival di 2018.

Terakhir, pertanyaan personal. Selain menjadi dubes yang sangat aktif, Anda adalah salah satu wanita elegan di sini. Bagaimana Anda bisa menerapkan kombinasi yang sulit seperti itu, dan bagaimana Anda bisa tetap tampil prima?

Ini adalah pujian besar, dan semua wanita di luar sana selalu senang atas pujian seperti ini. 

Saya menerima pujian ini, dan saya rasa kecantikan itu berada di mata orang yang melihatnya. Kemampuan untuk melihat keindahan dan kecantikan, mengindikasikan adanya jiwa yang cantik. Sebagian orang selalu melihat ketidaksempurnaan, tapi ada banyak orang yang belajar dari Yesus Kristus, yang selalu mencari dan melihat keindahan di segala hal, terutama kepribadian manusia.

Dalam momen Natal ini, saat orang-orang menyebut nama Yesus Kristus, itu artinya juga merayakan Kelahirannya untuk memberikan cinta dan perdamaian kepada manusia. Selamat Natal untuk warga Bulgaria dan seluruh Kristiani. Tchestita Koleda y Nova Godina!


Dubes Astari bersama petinggi Bulgaria dan jajaran staf KBRI Sofia. (Foto: KBRI Sofia)

Sri Astari Rasjid, anak perempuan dari seorang diplomat, menghabiskan masa kecilnya di India dan Burma. Dia menyelesaikan pendidikan utamanya di Jakarta dan menjadi Editor majalah fashion di masa remaja.

Dia kemudian melanjutkan studi desain di London. Kembali ke Indonesia, dia menjadi desainer fashion, kemudian ibu rumah tangga.

Waktu berlalu dan dia melanjutkan hasratnya dalam bidang seni dan menjadi seniman profesional di Indonesia, yang mewakili negaranya dalam berbagai pameran di seluruh dunia.

Pada 2016, dia ditunjuk menjadi Duta Besar Indonesia untuk Bulgaria, Albania dan Masedonia oleh Presiden Joko Widodo.

Sri Astari Rasjid melihat Bulgaria sebagai tanah budaya di Eropa Timur. Dia mendeskripsikan misi strategisnya sebagai “Diplomasi Budaya untuk Mendorong Perdamaian dan Harmoni,” dengan harapan dapat membuka lebih banyak pintu terhadap kerja sama bilateral lainnya, seperti di bidang perdagangan, pariwisata dan investasi.

(WIL)

Demonstran Rompi Kuning Kembali Bentrok dengan Polisi

Seorang pengunjuk rasa berdiri di atas sejumlah tempat sampah yang dibakar di Paris, Prancis, 5 Januari 2019. (Foto: AFP/Getty)

Paris: Aksi kekerasan kembali terjadi di Paris, Prancis, Sabtu 5 Januari 2019, saat sekelompok demonstran yang mengenakan rompi kuning kembali turun ke jalanan dan berunjuk rasa. Mereka membakar sejumlah barang dan bentrok dengan aparat kepolisian.

Ini merupakan kelanjutan dari unjuk rasa yang sudah melanda Paris dan beberapa kota lainnya sejak dua bulan lalu. Demonstran rompi kuning ini awalnya menentang penaikan harga bahan bakar minyak, namun kini meluas menjadi penentangan terhadap berbagai kebijakan Presiden Emmanuel Macron.

Awalnya unjuk rasa terbaru di Paris berlangsung damai. Namun situasi berubah menjadi ricuh memasuki petang hari, saat sekelompok pedemo melemparkan sejumlah barang ke arah polisi antihuru-hara yang menjaga jembatan sungai Seine.

Pengunjuk rasa juga membakar beberapa tempat sampah sehingga situasi kian memanas, mirip dengan aksi serupa tahun lalu. Polisi menembakkan gas air mata kepada para demonstran yang berusaha menyeberangi sungai untuk mencapai Majelis Nasional Prancis.

Satu restoran terapung dibakar massa, dan seorang polisi terluka saat dirinya terkena sepeda yang dilemparkan pengunjuk rasa.

Bentrokan serupa juga terjadi di beberapa kota di Prancis, seperti di Bordeaux dan Rouen. Pemerintah Prancis belum mengungkapkan data jumlah demonstran kali ini.

“Kami muak karena harus membayar banyak hal selama ini. Kami sudah tidak mau lagi diperbudak. Kami seharusnya bisa hidup dengan mengandalkan gaji kami,” kata seorang pengunjuk rasa, Francois Cordier, seperti disitat dari laman Evening Standard.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire menyebut kekerasan dari unjuk rasa rompi kuning sebagai “bencana ekonomi.” Ia juga menilai aksi rompi kuning merupakan “krisis” bagi demokrasi dan masyarakat Prancis.

Bulan lalu, Macron menjanjikan pemangkasan pajak bagi pensiunan, penaikan upah bagi pekerja kelas bawah dan membatalkan rencana penaikan pajak BBM.

(WIL)

Jumlah Imigran Uni Eropa Terendah dalam Lima Tahun

Brussels: Uni Eropa mencatat angka terendah jumlah kedatangan imigran gelap dalam lima tahun terakhir. Penurunan angka diakibatkan langkah pencegahan para imigran untuk datang ke Italia atau Yunani.

Meski jumlah kedatangan imigran hanya 150 ribu sepanjang 2018, namun sebagian besar dari mereka itu masuk ke Spanyol. Ini artinya, Spanyol telah menjadi tujuan baru bagi para imigran yang melintasi Laut Mediterania.

“Jumlah imigran gelap yang menggunakan rute Mediterania Barat untuk mencapai Eropa telah meningkat dua kali lipat di tahun kedua ke angka 57 ribu. Rute ini menjadi yang paling aktif sepanjang 2018,” ucap Agensi Penjaga Pantai Frontex, seperti dikutip dari laman Telegraph, Sabtu 5 Januari 2019.

Intensitas kedatangan imigran via Mediterania Barat belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Dalam dua hari pertama tahun ini saja, Spanyol telah menyelamatkan 401 imigran dari Mediterania.

Menurut Frontex, UE hanya menerima separuh dari jumlah imigran gelap sepanjang 2018 jika dibandingkan puncak krisis keimigrasian tiga tahun sebelumnya. “Ini dikarenakan turunnya jumlah imigran secara drastis yang mengambil rute Mediterania menuju Italia,” kata Frontex.

Italia, yang jumlah kedatangan imigrannya turun 80 persen, telah mengambil sikap yang lebih keras terhadap keimigrasian. Pertengahan Juni lalu, Menteri Dalam Negeri Matteo Salvini menolak kedatangan 629 imigran yang dibawa kapal Aquarius.

Kapal tersebut juga ditolak Malta, hingga akhirnya diizinkan berlabuh di Valensia, Spanyol. Izin diberikan Perdana Menteri baru Spanyol Pedro Sanchez.

“Merupakan kewajiban kami untuk membantu menghindari bencana kemanusiaan,” ujar PM Sanchez kala itu.

Meningkatnya jumlah imigran di Spanyol memicu kritik di dalam negeri. Partai sayap kanan Vox secara mengejutkan meraih 12 kursi dalam pemilihan regional di Andalusia, setelah mereka menyatakan sikap anti-imigran semasa kampanye.

Surat kabar sayap kanan Spanyol, ABC, menyebut meningkatnya jumlah imigran diakibatkan “efek Sanchez.”

(WIL)

Ribuan Warga Hongaria Protes ‘UU Perbudakan’

Ribuan orang berunjuk rasa di Budapest, Hongaria, Sabtu 5 Januari 2019. (Foto: AFP)

Budapest: Ribuan orang di Hongaria berunjuk rasa di tengah suhu dingin dalam menentang pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Viktor Orban. Demonstran mengecam keras aturan terbaru yang mereka sebut ‘Undang-Undang Perbudakan.’

Diloloskan di level parlemen pada Desember tahun lalu, UU tersebut memungkinkan sejumlah perusahaan mendorong para pekerjanya untuk bekerja lembur 400 jam per tahun — setara dengan tambahan satu hari dalam sepekan.

Sedikitnya 10 ribu orang berjalan bersama di Budapest, mulai dari Lapangan Heroes Square hingga ke kompleks parlemen. Selain soal ‘UU Perbudakan,’ para pengunjuk rasa juga menyerukan kekhawatiran mereka mengenai intervensi pemerintah dalam urusan akademis, yudisial dan media.

Para pedemo berjalan sembari membawa beberapa spanduk bertuliskan “singkirkan rezim” dan juga seruan untun menggelar “unjuk rasa nasional.”

“Kami tidak setuju dengan hampir semua hal sejak pemerintahan ini berkuasa. Mulai dari korupsi hingga ke demokrasi semu,” kata Eva Demeter, wanita 50 tahun, seperti disitir dari laman Guardian, Sabtu 5 Januari 2019.

Dia beranggapan jumlah demonstran bisa begitu banyak karena ‘UU Perbudakan’ berimbas pada “banyak orang” di Hongaria.

Partai Fidesz yang mengusung Orban menang telak dalam pemilihan umum tahun lalu. Partainya meraih mayoritas dua per tiga kursi di parlemen.

Pemerintahan Orban dinilai telah merenggut kebebasan dari sejumlah institusi Hongaria yang awalnya independen. Tahun lalu, parlemen Uni Eropa menggelar pemungutan suara untuk menjalankan hukuman disipliner kepada Hongaria yang dinilai berpotensi merusak sendi-sendi hukum di negaranya.

(WIL)

Ribuan Warga Serbia Kembali Desak Mundur Presiden

Demonstran membawa spanduk penentangan terhadap Presiden Vucic di Belgrade, Serbia, 5 Januari 2019. (Foto: AFP/Getty)

Belgrade: Ribuan warga Serbia berunjuk rasa untuk pekan kelima dalam menentang Presiden Aleksandar Vucic. Demonstran menuduh presiden telah menguasai media dan juga menyerang oposisi dan jurnalis.

Sebuah serangan terhadap politikus oposisi Borko Stefanovic oleh orang tak dikenal pada November lalu telah memicu unjuk rasa masif di Serbia. Sebagian besar aksi berlangsung di Belgrade, dengan sekelompok kecil lainnya beraksi di kota Kragujevac dan Novi.

Presiden Vucic, yang menguasai Partai Progresif Serbia (SNS), mengaku siap berbicara dengan para pedemo. Namun ia menegaskan tidak akan pernah mau berdiskusi dengan “para pembohong dari kubu oposisi.”

Mantan PM itu menjadi presiden pada 2017 lewat raihan 55 persen suara, jauh mengalahkan kandidat lainnya. 

Dalam unjuk rasa terbaru di Belgrade pada Sabtu 5 Januari 2019, seperti dilansir dari laman BBC, sejumlah mahasiswa dan seniman ikut turun ke jalan. Beberapa demonstran terlihat membawa spanduk bertuliskan “1 dari 5 juta.”

Spanduk itu merupakan respons terhadap pernyataan Vucic sebelumnya, yang mengatakan dirinya tidak akan memenuhi permintaan oposisi untuk menjamin kebebasan media, “bahkan jika ada lima juta orang berunjuk rasa di jalanan.”

Vucic sebelumnya adalah seorang nasionalis radikal yang bertugas di bawah Presiden Slobodan Milosevic di akhir 1990-an. Namun pada 2008, dia meninggalkan partainya dan masuk ke SNS.

“Saya tidak akan mengelak bahwa saya telah berubah. Saya bangga akan hal tersebut,” sebut Vucic kepada media AFP dalam wawancara di tahun 2012.

(WIL)

Macron Kecam Kekerasan Ekstrem Demonstran Rompi Kuning

Demonstran rompi kuning membawa spanduk bertuliskan Macron di Penjara dalam unjuk rasa di Lille, Prancis, 5 Januari 2019. (Foto: AFP/PHILIPPE HUGUEN)

Paris: Demonstrasi ‘Rompi Kuning’ yang berlanjut untuk kesekian kalinya di Paris berubah menjadi bentrokan berdarah antara pengunjuk rasa dengan pasukan keamanan. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam keras bentrokan tersebut, yang disebutnya sebagai “kekerasan ekstrem.”

Dalam unjuk rasa pekan kedelapan pada Sabtu 5 Januari, para demonstran yang mengenakan rompi kuning — benda wajib bagi semua pengendara di Prancis — kembali turun ke jalanan Paris dan beberapa kota lainnya. Mereka mengecam tingginya harga kebutuhan hidup di Prancis dan juga mendorong agar Macron mengundurkan diri.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan unjuk rasa terbaru diikuti sekitar 50 ribu orang di seantero negeri. Jumlahnya bertambah dari 32 ribu pada Sabtu pekan kemarin.

“Sekali lagi, kekerasan ekstrem telah menyerang republik ini. Kekerasan menyerang pasukan keamanan, para wakil rakyat, simbol-simbol negara,” tulis Macron di Twitter.

“Mereka yang melakukan aksi kekerasan tersebut telah lupa terhadap pakta sipil kita. Keadilan harus ditegakkan. Semua orang harus menahan diri dan bersiap untuk debat dan dialog,” lanjut dia, seperti dinukil dari Financial Times, Minggu 6 Januari 2019.

Baca: Erdogan: Demo Rompi Kuning Prancis Kegagalan Eropa

Mendagri Prancis Christophe Castaner mengatakan sekitar 56.500 personel keamanan telah dikerahkan untuk menanggulangi aksi kekerasan dalam unjuk rasa terbaru. “Demonstrasi ini tidak mewakili Prancis, karena ada beberapa provokasi dan serangan,” tegas dia.

Sementara Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire meminta masyarakat Prancis yang meyakini nilai-nilai demokrasi untuk bersama-sama menyerukan agar demonstrasi berujung kekerasan ini dihentikan. “Ada kekuatan yang ingin menjatuhkan demokrasi kita,” sebut dia.

Awalnya unjuk rasa rompi kuning dipicu kekecewaan rencana penaikan pajak bahan bakar minyak. Namun saat rencana penaikan itu ditunda, unjuk rasa tetap berlanjut hingga saat ini.

(WIL)

Paus Fransiskus Minta Negara Eropa Terima Imigran

Imigran yang berada di kapal pengungsi. (Foto: AFP)

Vatican City: Paus Fransiskus telah meminta para pemimpin negara Eropa untuk menunjukkan solidaritas konkret kepada imigran. Terutama bagi kapal-kapal imigran yang berasal dari Mediterania.

“Para imigran membutuhkan ‘pelabuhan’ yang aman. Para pemimpin negara Eropa harus membantu mereka,” kata Paus, dikutip dari BBC, Senin 7 Januari 2019.

Sebelumnya, sebuah kapal berisi 49 imigran yang berlayar dari Mediterania ditolak masuk Italia dan Malta. Lain dengan Jerman yang hingga saat ini masih menerima imigran masuk.

Kelompok kemanusiaan Jerman sempat menyelamatkan 32 imigran dari Libya pada Desember 2018 kemarin dengan Kapal Sea-Watch 3 milik Belanda. Mereka juga menyelamatkan 17 imigran lainnya lagi dengan kapal milik badan amal Jerman.

Sementara itu, Malta hanya mengizinkan kedua kapal tersebut untuk memasuki perairan dan melengkapi pasokan kebutuhan pokok, namun tak mengizinkan untuk berlabuh dan memasuki kota. 

“Mengizinkan imigran masuk ke kota menjadi hal yang patut kita waspadai,” ucap Perdana Menteri Malta Joseph Muscat.

Sebelumnya, Wakil PM Italia Di Maio sempat mengatakan, Italia telah menerima imigran selama bertahun-tahun, dan ini saatnya giliran Malta untuk mengambil alih. 

(WIL)